Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2

Seri televisi Code Geass: Lelouch of the Rebellion berkisah tentang upaya balas dendam sang pangeran terbuang, Lelouch Lamperouge, terhadap Kekaisaran Suci Britannia, tanah airnya sendiri, yang ia anggap telah menyebabkan kematian ibunya sekaligus cacatnya Nunnally, adik perempuan yang teramat disayanginya. Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2 merupakan season kedua dari seri televisi pertama.

Lelouch dengan menggunakan kedok samaran sebagai Zero, sang ahli siasat misterius, akhirnya memulai pemberontakan besar-besaran terhadap Kekaisaran Suci Britannia di Area Eleven alias Jepang. Namun di klimaks cerita, Nunnally menghilang. Lalu Lelouch  dikonfrontasi oleh Kururugi Suzaku, perwira Brittannia sekaligus sahabat masa kecilnya, yang akhirnya mengetahui kebohongannya selama ini. Musim tayang pertama ditutup dengan meletusnya kedua pistol yang saling mereka arahkan terhadap satu sama lain.

The Demon Awakens

Kini, sesudah setahun berlalu, Lelouch, yang telah menjalani kehidupan biasa sebagai pelajar, bertemu kembali dengan sang penyihir C.C. dan memperoleh kembali ingatannya yang asli. Tampil kembali sebagai Zero, Lelouch membebaskan kawan-kawannya yang tertawan, membangkitkan kembali kelompok Ksatria Hitam, dan sekali lagi menantang pemerintahan opresif Britannia demi membalas dendam pada Charles Di Brittannia, kaisar Britannia sekaligus ayahnya sendiri.

Dalam upayanya tersebut, Lelouch  terus berusaha melacak keberadaan Nunnally, adik aslinya, yang perannya secara misterius telah digantikan oleh seorang remaja lelaki bernama Rolo Lamperouge. Namun Suzaku yang kini telah menjadi salah satu Knight of Rounds, bagian dari kesatuan prajurit paling elit milik Britannia, telah kembali ke Jepang untuk mengawasinya…

Ada banyak sekali tokoh baru yang dimunculkan, dan konflik di antara mereka semakin bertambah. Ada banyak, banyak sekali kepentingan yang saling berbenturan, sehingga kita memerlukan banyak konsentrasi untuk secara sepenuhnya memahami apa saja yang sedang terjadi.

Kouzuki Karen alias Kallen Stadfield, saksi langsung atas stand off antara Lelouch dan Suzaku di akhir musim tayang lalu, muncul kembali di hadapan Lelouch setelah setahun untuk memastikan apakah ia bisa dipercaya apa tidak. Suzaku, masih dendam atas matinya Euphy, senantiasa bertanya-tanya tentang kontradiksi sikap Zero sesudah segala yang pernah terjadi. Rolo yang berhati labil ingin sekali membunuh Nunnally dan menggantikan kedudukannya. Di sisi lain Lelouch sebaliknya malah ingin membunuh Rolo karena semua kebohongan yang ia perankan. Kaname Ohgi, salah satu tangan kanan Zero, mulai menampakkan bakat tersembunyinya sebagai pemimpin. Viletta Nu yang semestinya telah kehilangan kedudukannya tiba-tiba muncul di Ashford Academy sebagai guru. Lalu tentang C.C., perempuan misterius yang telah memberikan kekuatan Geass pada Lelouch, bagaimana kedudukannya di dalam semua ini? Di samping itu, apa pula tujuan V.V., bocah misterius yang memiliki kemampuan serupa seperti C.C.? Apa pula kehendak sang kaisar yang sesungguhnya?

Masih banyak tokoh lain yang belum disebutkan, tapi seperti layaknya dalam pertunjukan panggung, semua benar-benar memainkan peranannya masing-masing. Hampir tak ada yang terlewatkan. Yeah. Segala sesuatu dalam Code Geass memang menghadirkan suatu kesan ‘teater’, dan kupikir hal inilah yang paling menjadikannya unik.

Jalinan cerita semakin berkembang dengan turut bermainnya pihak-pihak dari Cina yang berupaya menjalin hubungan bilateral, lalu dengan  semakin dominannya kakak Lelouch, Schniezel, serta hadirnya tokoh-tokoh Gino dan Anya, dua orang Knight of Rounds lain yang turut bersekolah di Ashford.

Sedikit memusingkan…

Kalau ada satu kata yang dengan ringkas bisa menggambarkan pendapatku terhadap serial ini, maka itu adalah ngejelimet. Tapi bukan dalam arti yang buruk sih.

Maksudnya, pada setiap episode, ada banyak sekali hal yang terjadi. Saking banyaknya, sampai-sampai ada kesan bahwa kita sebagai penonton hanya diberitahukan tentang apa yang terjadi secara sekilas-kilas aja. Dengan demikian, aspek perkembangan karakter dan pemahaman alur menjadi sedikit kurang maksimal. Ada salah satu karakter yang mati, misalnya. Kematiannya sedemikian tragis dan tak terduga. Kita dibuat terkejut, tapi kita tak sampai dibuat sedih atau kehilangan.

Namun mesk demikian, mungkin karena musiknya atau penataan adegannya yang secara sedemikian rupa terasa teatrikal, plot cerita ini mengalir secara pas dan sangat bisa dinikmati. Kita seperti biasa masih dibuat kagum dengan setiap intrik dan kejutan yang terjadi. Adegan-adegan perangnya masih cukup seru. Kekonyolan-kekonyolan yang ada masih tetap konyol tanpa terlalu terasa dipaksakan (meski memang masih agak sedikit terasa ‘terpaksa’).

Tentang detil-detil lainnya, mungkin lebih baik kukatakan nanti.

Iklan

3 Komentar to “Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2”

  1. haha melihat review ini jadi teringat endingnya yg bikin pro-kontra banyak org…

    ada yg terima dan ada yg tidak…

    yg g terima bikin postingan2 kalo lelouch masi idup…

    yg terima blg biarin aja biar lelouch jadi benar2 pahlawan sejati…

    mpe komen postingannya puluhan lebih…
    tapi walau begitu ending nya benar2 menyentuh hati…

  2. benar2 bikin sensasi ending-nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: