Gundam 00

Kalau memperhatikan lalu-lalang orang di jalanan, apa pernah kalian bertanya tentang berapa banyak manusia yang sungguh-sungguh berpikir tentang  hal-hal besar yang terjadi di dunia ini?

Pertanyaan yang sama kurang lebih diangkat dalam Mobile Suit Gundam 00 (baca: gandam dobelo), keluaran terbaru studio animasi Sunrise sesudah Code Geass.

Seri Gundam terbaru ini dipandan sebagai ‘secercah angin segar’ oleh sebagian penggemar anime mecha di Internet. Dengan menggunakan penanggalan Anno Domini kayak kita (maksudnya, bukan lagi Universal Century, After Colony, apalagi Cosmic Era), Gundam 00 mengangkat tema serta konflik yang sebenarnya cukup realistis bila dikaitkan dengan keadaan bumi saat ini.

Eradicating Warfare

Tiga abad yang akan datang, bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi habis terkuras. Manusia kini mengandalkan sumber energi baru yang selalu terbarukan, yakni energi listrik dari matahari. Bagaimana energi ini bisa didapat dalam jumlah besar adalah berkat teknologi Orbital Elevator yang langsung menerima sinar matahari sebelum mencapai atmosfer.

Bentuk Orbital Elevator berupa lempengan-lempengan panel surya dalam jumlah amat sangat banyak, yang terjejer mengelilingi bumi di luar angkasa, yang kemudian energinya disalurkan ke bumi lewat tiga buah ‘tiang’ yang menjulang sampai ke luar atmosfer. Ada tiga buah ‘tiang’ seperti ini di dunia, masing-masing dimiliki oleh tiga kelompok perserikatan negara pada masa itu: AEU di wilayah Eropa, Union of Solar Energy and Free Nations di Amerika, serta Human Reform League yang mencakup Asia secara luas.

Dari sini kita bisa melihat bahwa konflik-konflik peperangan di Gundam 00 bukan lagi antara dua pihak besar yang saling bersebrangan (seperti bumi lawan koloni misalnya). Konflik-konflik di seri ini lebih berupa perselisihan kecil-kecilan di antara negara-negara yang tergabung dalam masing-masing perserikatan itu. Alasan yang diangkat pun amat beragam. Mulai dari dorongan ekonomi sampai agama, dan yang jelas bukan hanya menyangkut soal kerakusan dan pengambilalihan kekuasaan.

Kisah ini dimulai dengan kemunculan tiba-tiba sebuah kelompok militer swasta yang melakukan intervensi terhadap setiap konflik militer yang terjadi di dunia. Kelompok misterius ini menyebut diri mereka Celestial Being.

Dengan mobile suit-mobile suit canggih yang memiliki teknologi yang jauh melampaui apa yang dimiliki negara manapun saat itu, Celestial Being turut campur dalam segala bentuk peperangan dan menuntut agar segala aktivitas persenjataan dihentikan. Jika tidak, mereka akan mengobrak-abrik segalanya dari kedua belah pihak yang bertikai, sampai seluruh pertikaian itu dengan sendirinya terhenti. Jenis MS canggih yang mereka miliki dikenal dengan sebutan ‘Gundam’.

Singkat kata, kemunculan Celestial Being akhirnya mengguncangkan seisi dunia. Berbagai pihak mulai melangsungkan penyelidikan untuk tahu apa dan siapa sebenarnya organisasi Celestial Being ini. Para petinggi di ketiga faksi, AEU, Union, maupun HRL, memiliki agenda rahasia untuk menangkap sebuah Gundam dan mencuri teknologi yang terkandung di dalamnya. Tak  seorangpun di antara mereka yang menyadari bahwa semua perkembangan ini adalah bagian dari sebuah rencana besar-besaran yang telah disusun lebih dari dua abad sebelumnya, oleh ilmuwan legendaris yang konon menjadi pencetus dari semua ini: Aeolia Schenberg.

For the People

Untuk ukuran anime 25 episode, ada banyak sekali tokoh aktif yang digambarkan berperan dalam cerita.

Di pihak Celestial Being misalnya, para pilot utama yang disebut para Gundam Meister, yang terdiri atas empat lelaki: si penyendiri sekaligus pilot termuda Setsuna F. Seiei, yang mengemudikan Gundam Exia (spesialis pertarungan langsung jarak pendek); sang pemimpin simpatik Lockon Stratos dengan Gundam Dynames (sniper MS untuk perang jarak jauh); si rendah hati Allelujah Haptism dengan Gundam Kyrios (untuk kecepatan dan mobilitas), serta si dingin Tiera Erde dengan Gundam Virtue (spesialisasi persenjataan kelas berat).

Di samping mereka, adalah kru pendukung di kapal pengangkut Ptolemaios. Seorang wanita peminum bernama Sumeragi Lee Noriega, yang sebagai pengatur strategi dan orang yang berkonsultasi dengan komputer super Veda, menjadi pemimpin tidak langsung dari mereka semua. Ada dua orang gadis yang berperan sebagai operator komunikasi dan lapangan: Christina Sierra yang riang serta Feldt Grace yang agak sulit mengungkapkan maksudnya pada orang lain. Ada seorang lelaki muda yang ramah sebagai helmsman, Lichtaendi Caeli, dan seorang pria sinis sebagai operator persenjataan, Lasse Aion.

Sebagai teknisi adalah seorang pria paruh baya bernama Ian Vashti, yang bagaimana ia menangani semua teknologi canggih ini seorang diri masih menjadi tanda tanya. Teman dekat Ian adalah sang dokter kapal, Joyce Moreno, yang digambarkan memiliki kemampuan jauh melebihi dokter rata-rata.

Semua orang dalam Celestial Being, baik yang muda maupun yang tua, konon bekerja dengan penuh kerahasiaan. Nama yang mereka miliki di atas sebenarnya hanyalah code name, dan tak ada seorangpun di antara mereka yang benar-benar mengetahui masa lalu anggota lainnya.

Tapi sejauh ini belum ada yang lebih misterius dari Aeolia Schenberg sendiri, yang muncul dalam pernyataan perang terhadap perang yang disiarkan secara luas lewat media massa namun secara umum diyakini telah wafat. Siapa dan apa tujuan sebenarnya di balik pendirian Celestial Being ini tentu saja masih belum ada yang tahu.

Selain Celestial Being, ada tokoh-tokoh lain yang mewakili pihak-pihak lainnya. Dari Union adalah pilot sangat tangguh Graham Aker, yang belakangan dialihkan dari MSWAD oleh Presiden Brian menjadi pemimpin pasukan investigatif anti Gundam milik Union. Dia mengemudikan MS Union Flag miliknya sendiri yang berwarna hitam (menurutku, dialah tokoh yang paling mendekati Char Aznable dalam serial ini!) dan didukung oleh rekan-rekannya: Billy Katagiri (penasihat teknis sekaligus intelejen), Howard Mason, Daryl Dodge (rekan sesama pilot MS), serta sang ilmuwan terkenal Leif Aifman yang pernah menjadi dosen pengajar Billy dan Sumeragi.

Dari HRL ada komandan veteran Sergei Smirnov yang ditugaskan menangani anak gadis misterius bernama Soma Peiris, seorang prajurit super yang konon merupakan satu-satunya tandingan yang HRL miliki terhadap Gundam.

Sedangkan AEU memiliki pilot as sombong berdarah panas Patrick Coulassour, yang sampai sejauh ini untuk suatu alasan tertentu hanya muncul untuk dipecundangi saja. Meski belakangan tampil pula Kati Mannequin yang merupakan komandan wanita dengan kemampuan setara Sumeragi.

Ada juga tokoh-tokoh lain dalam serial ini yang peranannya masih agak-agak kurang jelas.

Terdapat tiga orang penduduk sipil yang entah bagaimana akan terlibat dalam semua ini: remaja pelajar yang menjadi tetangga Setsuna di Zona Ekonomi Khusus Jepang milik Union, Saji Crossroad, beserta pacarnya yang keturunan Spanyol, Louise Halevy, dan kakak perempuannya yang bekerja sebagai wartawati di kantor berita JNN. Kinue Crossroad. Lewat mereka bertigalah kita melihat perkembangan kejadian-kejadian besar lewat sudut pandang “orang biasa”.

Lalu ada juga seorang gadis remaja selebritis dari lapisan masyarakat papan atas, namun sebenarnya adalah intelejen Celestial Being, Wang Liu-Mei, beserta pengawal pribadinya, Hong Long, yang monolog-monolognya pada episode-episode awal telah membantu pemirsa memahami apa yang tengah terjadi.

Terakhir yang tak kalah penting adalah duta besar PBB Alejandro Corner, lelaki karismatis yang posisi dan perannya dalam cerita benar-benar masih belum jelas. Ia dibantu seorang pemuda misterius bernama Ribbons Almark yang nampaknya menjadi asistennya.

Masih ada sejumlah tokoh penting lain: sang ratu muda dari negara timur tengah Azadistan bernama Marina Ismail, yang mati-matian berusaha mencari sokongan ekonomi demi negaranya yang jatuh miskin sesudah minyak bumi yang menjadi komoditi utamanya habis, meski terus terhambat akibat ketegangan politik yang terjadi berkenaan munculnya Celestial Being; penasihat Marina, Shirin Bakhtiar; lalu ada seorang tentara bayaran kejam dari masa lalu Setsuna, Ali Al-Saachez yang bekerja bagi perusahaan senjata PMC Trust di Moralia, AEU.

Dengan tokoh yang terus-terusan muncul sebanyak ini, tentu saja bisa diduga bahwa alur ceritanya akan mengalir dengan agak lambat, dan memang demikian halnya. Meski begitu, salah satu keberhasilan Seiji Mizushima, sang sutradara, dalam serial ini adalah membuat suatu keseimbangan antara intrik-intrik drama politis serta aksi mecha yang menawan pada tiap-tiap episodenya. Di samping itu, setiap adegan yang terjadi kalau benar-benar diperhatikan, betul-betul keren dan mengesankan. Sekalipun itu hanya sebuah omongan ringan atau aksi perang yang seru. Arah pengambilan gambar, latar belakang musik yang cukup bagus (tak terlalu menonjol karena adegan percakapan yang benar-benar banyak), serta animasi yang betul-betul halus dan indah (HD lho!) plus alur cerita yang konsisten membuat serial ini sebuah tontonan yang menarik.

Sebagian orang bilang konsep awalnya mirip dengan Gundam Wing; ada sejumlah Gundam berkekuatan super yang membuat kekacauan di sana-sini. Tapi jangan terlalu hiraukan pendapat ini, sebab penanganan dan arah pengembangannya sama sekali berbeda (tak seperti kasus Gundam Seed dengan the first dan Zeta). Sekalipun banyak tokohnya telihat menarik secara visual, mereka tak terasa ‘dangkal’ seperti di… uh, Seed atau terlalu muluk-muluk seperti halnya di Wing. Segala yang terjadi di sini terasa cukup realistis untuk dimengerti.

Mungkin ceritanya yang kompleks akan agak berat bagi sebagian orang. Tapi ini tak akan sampai jadi susah diikuti kayak serial animasi .hack, misalnya. Setiap episode atau sambungannya biasanya hanya akan berfokus pada satu, cuma satu, kejadian saja. Maksudnya, misi Celestial Being pada saat itu. Jadi kurasa ceritanya takkan terlalu susah dimengerti.

Yang membuat rumit memang hanya bagaimana semua unsur di ceritanya sambung menyambung dengan satu sama lain. Tapi itu pun tak sampai menuntut kita harus menonton semua episodenya demi bisa memahami jalan ceritanya semata. Pada saat yang sama, perkembangan cerita yang bisa ke mana-mana dan agak episodik ini juga yang membuat serial ini betul-betul bagus.

For the Future

Selain seri animasi ini, seperti halnya Gundam Seed dan Code Geass terdahulu, diterbitkan sejumlah side story dalam bentuk komik yang mengiringi cerita di serial TV. Sejauh ini ada dua judul: Gundam 00P yang mengulas sejumlah kejadian di masa 15 tahun sebelum cerita di TV dimulai dan Gundam 00F yang mengambil latar waktu sama dengan cerita utama, tapi dari sudut pandang suatu pihak lain di luar tim utama Celestial Being.

Masih banyak yang belum aku tahu tentang dua cerita ini, selain terungkapnya keberadaan sejumlah Gundam prototipe dan adanya tokoh-tokoh menarik dengan masa lalu yang suram. Di samping itu ada juga beberapa organisasi ‘bawahan’ Celestial Being yang kurang kumengerti maksudnya. Tapi sudahlah, aku coba bahas dua ini lain kali.

Nah, apakah Celestial Being akan berhasil dalam upayanya menekan kekerasan dengan jalan kekerasan pula? Ataukah mereka akan semakin memperkeruh suasana yang sudah sulit dijernihkan ini?

Kalau menonton serial ini, aku rasa, sekecil apapun yang kita lakukan, kita tetap saja terlibat dalam segala yang terjadi di dunia ya. Kayak kesimpulan yang diambil oleh Saji Crossroad: “Awalnya kupikir semua ini enggak ada hubungannya denganku. Tapi waktu bis itu meledak pas di depan mata, aku sadar kalau ternyata ada!”

Maka rangsanglah dirimu untuk berbuat sesuatu. Entah gimana caranya, cobalah tonton serial ini. (enggak penting)

Hal-hal menarik lain:

  • desain umum MS yang ramping dan aerodinamis

  • lagu pembuka oleh Laruku, Daybreak’s Bell

  • ada stasiun ruang angkasa, tapi belum ada(?) koloni ruang angkasa!

Iklan

4 Responses to “Gundam 00”

  1. yep Gundam 00 memang menarik, sejauh ini menurutku masih lebih baik dari GS/GSD

    eniwei, Gundam Nadleeh is very COOOOL

    cukup mengejutkan ternyata ada satu lagi Gundam Mesiters, Hallelujah Haptism … 😀

  2. mas pimjam review nya
    untuk blogku soalnya gak ahli untuk buat review.
    cuma buat daftar koleksi aja sebagai penarik.

  3. memang mantab film gundam 00

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: