Lanjut ke konten
Iklan

Anime Baru Musim Semi 2019

Maaf berbulan-bulan enggak nulis.

Tenang. Aku masih hidup.

Sebelum aku cerita keadaanku, aku posting dulu insight soal anime baru musim depan.

Musim kali ini rame dengan banyak judul baru. Variasi genrenya juga luas. Aku enggak bisa ngikutin semua, jadi aku bakal senang dengar komentar dan masukan kalian.

Kayak biasa, daftar ini enggak bisa diandalkan. Mungkin akan ditambahkan kalau ada kabar baru.

Gunjou no Magmell (Pierrot Plus)

Benua baru bernama Magmell muncul dari dasar laut. Zaman penjelajahan baru dimulai. Banyak makhluk dan sumber daya alam baru ditemukan. Seorang lelaki misterius bernama Inyo bekerja sebagai pemberi bala bantuan bagi para penjelajah. Seorang perempuan bernama Emilia menemuinya untuk suatu pekerjaan.

Seri ini diangkat dari manga karya Dainenbyou. Genrenya fantasi petualangan. Visualnya keren dan ada banyak kekuatan aneh yang para karakternya punya. Date Hayato (Naruto, Saiyuki) akan menyutradarai. Mikasano Chuuji (Tokyo Ghoul) menangani naskah. Musik ditangani Takanashi Yasuharu (Fairy Tail, Boruto). Kayaknya enggak akan jelek sama sekali.

Shoumetsu Toshi (Madhouse)

Pada suatu hari, sebuah kota hancur. Yuki, seorang perempuan muda, disebut sebagai satu-satunya yang selamat. Bersama Takuya, seorang penyelundup yang penyendiri, Yuki melakukan perjalanan pulang ke kota tersebut. Berbagai rintangan tak terduga bermunculan, melibatkan bermacam organisasi rahasia dan konspirasi.

Juga berjudul Annihilated City – Where I End and You Begin. Seri ini diangkat dari game ponsel buatan Gree dan Wright Flyer Studios. Jumlah tokohnya banyak. Ceritanya kayak bisa ke mana-mana. Miya Shigeyuki (Blood Lad, Onihei) akan menyutradarai. Irie Shingo (Kuroko no Basuke, Sakura Quest) akan menangani naskah. Musik dikomposisi Kawai Kenji (Ghost in the Shell, Patlabor). Visualnya kurang meyakinkan, tapi proyek ini berkesan ambisius.

Namu Amida Bu! -Rendai Utena- (Asahi Production)

Shaka Nyorai menyelamatkan dunia dengan menggapai pencerahan. Karena itu, Mara yang jahat ingin membalas dendam. Ketigabelas Buddha, bersama Taishakuten dan Bonten, hadir untuk menghadapi Mara.

Seri ini diadaptasi dari game keluaran DMM. Seri ini menampilkan para boddhisatva dalam rupa cowok-cowok cantik. Visual dan musiknya lebih bagus dari yang aku kira. Staf veteran Oguro Akira (The Brave Command Dagwon) akan menyutradarai. Yoshida Erika (Trickster, Lupin III: Part IV) menangani naskah. Musik dikomposisi oleh Fujisawa Yoshiaki (Houseki no Kuni, Uchouten Kazoku). Bukan jenis seri yang biasanya menonjol, tapi gelagatnya meyakinkan. Ini keluaran pertama studionya semenjak berganti nama kembali jadi Asahi Production (sebelumnya sempat bernama Production Reed).

Over Drive 1/6 (Studio A-Cat)

Bouida Haruto adalah otaku dan programmer. Dia lebih suka karakter 2D ketimbang perempuan nyata. Suatu hari, ia membeli figur dari Nona, karakter bishoujo dari anime kesukaannya. Mainannya tersebut tiba-tiba hidup dan bisa bergerak sendiri.

Seri ini diangkat dari manga Choukadou Girl 1/6 – Amazing Stranger karya Oyster. Genrenya komedi romantis dan keseharian. Ceritanya nanti melibatkan figur-figur mainan lain dan orang-orang di sekeliling Haruto. Motonaga Keitaro (Date A Live), salah satu sutradara favoritku, akan menyutradarai. Staf veteran Higurashi Chabo (Memories Off 3.5, Ah! My Goddess) akan menangani naskah. Presentasinya agak kurang, tapi kayaknya ini jenis seri yang lama enggak kelihatan.

Nobunaga Sensei no Osanazuma (Seven)

Nobunaga, seorang guru SMP, kerap memimpikan kemunculan tiba-tiba seorang perempuan cantik yang mencintainya. Suatu hari, Kichou, istri muda jendral Oda Nobunaga dari zaman Sengoku, benar-benar muncul. Kichou salah mengira Pak Guru Nobunaga sebagai suaminya. Lalu dengan segala cara, Kichou berusaha agar Nobunaga menghamilinya.

Seri ini diadaptasi dari manga karya Konno Azure (pengarang manga pengisi suara Koe de Oshigoto!). Jenisnya komedi romantis dengan bumbu perjalanan waktu. Ada nuansa harem dewasa yang agak berbahaya. Tokoh utama perempuannya tipe yang berekspresi datar. Sasaki Noriyoshi (Holmes of Kyoto, Ojisan to Marshmallow) akan menyutradarai. Arika Arikura (Shuudengo, Joushi ni Binetsu Tsutawaru Yoru) menganani naskah. Kualitas presentasinya menengah.

Fairy gone (P.A. Works)

Apabila peri bersemayam dalam binatang, binatang memperoleh kekuatan istimewa. Apabila organ tubuh binatang itu ditransplantasikan ke badan manusia, manusia bisa memunculkan peri dan menggunakannya sebagai senjata. Sembilan tahun setelah berakhirnya perang, Marlya bergabung dengan Dorothea, kesatuan yang dibentuk untuk menumpas aktivitas Prajurit Peri ilegal.

Ini proyek anime orisinil. Genrenya fantasi aksi dengan latar bernuansa 1940an. Naskahnya dicetus Juumonji Ao (Grimgar), jadi ceritanya bisa punya drama hidup-mati yang kuat. Suzuki Kenichi (Drifters, JBA: Stardust Crusaders) akan menyutradarai. Jumlah tokohnya banyak. Kelihatannya akan banyak mengangkat konflik moral. Presentasinya sangat meyakinkan. Aku fans Grimgar, jadi aku tertarik dengan judul satu ini.

Carole & Tuesday (BONES)

Sudah lima puluh tahun sejak manusia bermigrasi ke planet Mars. Di zaman ini, segala aspek kebudayaan diproduksi kecerdasan buatan. Carole yang miskin berjuang untuk hidup di metropolis Alba City. Tuesday yang kesepian adalah putri keluarga kaya dari dusun Herschel City. Keduanya bercita-cita menjadi musisi. Keduanya sama-sama merasa ada sesuatu yang hilang. Keduanya, pada suatu ketika, tanpa sengaja bertemu.

Ini produksi anime orisinil. Pencetusnya sutradara ternama Watanabe Shinichiro (Cowboy Bebop, Kids on the Slope). Ceritanya tentang dua gadis yang bertemu dan mengubah dunia dengan musik. Juga bermotif drama dan sains fiksi. Musiknya diproduksi Flying Dog, tapi juga hasil kolaborasi beragam musisi internasional dan produsen alat musik. Staf veteran Hori Motonobu memulai debut sutradara di seri ini. Naskah ditangani staf veteran Watanabe Aya yang juga mengkomposisi seri untuk pertama kali. Bagaimanapun hasilnya, ini anime baru paling menarik di musim ini. Desain karakter aslinya dibuat oleh Kubonouchi Eisaku (Chocolat), salah satu mangaka yang aku minati.

Mix (OLM)

Klub bisbol SMA Meisei pernah ke Koshien sekali, dan mereka menang. Tapi, itu sudah lama sekali. Dua bersaudara Tachibana Touma (pitcher)dan Tachibana Souchirou (catcher), masuk SMP Meisei dengan harapan tinggi, di samping karena dekat rumah (disusul adik perempuan mereka setahun berikutnya, Otomi). Tapi, klub bisbol sekarang tidak seperti harapan mereka.

Ini diangkat dari manga karya Adachi Mitsuru. Ini kombinasi drama kehidupan, komedi, romansa, dan olahraga khas beliau. Seri ini semacam sekuel dari Touch, manga legendaris Adachi-sensei dan berlatar 26 tahun sesudahnya. Bila pernah suka karya-karya beliau (seperti Cross Game), seri ini patut diperhatikan. Watanabe Odahiro (Tokyo Ghoul: re, Soul Buster) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Tomioka Atsuhiro (Gyakuten Saiban, Inazuma Eleven). Gelagatnya kelihatan solid. Seri ini mungkin bakal panjang. (Anjingnya selalu dinamai Punch.)

Bokutachi wa Benkyou ga Dikenai (Studio Silver, Arvo Animation)

Yuiga Nariyuki mengincar beasiswa kuliah karena berasal dari keluarga miskin. Sekolah bersedia merekomendasi, dengan syarat Yuiga membantu dua siswi unggulan, Ogata Rizu dan Furuhashi Fumino, masuk ke jurusan yang mereka pilih. Masalahnya, Ogata yang jenius di eksakta ingin masuk sastra, tapi sama sekali payah dalam bahasa. Sedangkan Furuhashi yang jenius di bidang sastra, dan ingin masuk eksakta, ternyata sama sekali payah dalam hal hitungan.

Juga berjudul We Never Learn. Seri ini diangkat dari manga karya Tsutsui Taishi. Temanya tentang cita-cita dan persiapan menghadapi ujian. Ini salah satu komedi romantis terbaik di majalah Weekly Shonen Jump. Jumlah karakter bertambah di awal dan langsung tumbuh jadi harem. Tapi, perkembangannya begitu lucu dan simpatik, sehingga semuanya ingin kita dukung. Staf veteran Iwasaki Yoshiaki (Last Period, Love Hina, Hayate no Gotoku) akan menyutradarai. Zappa Go (Beatless, Myself;Yourself) akan menangani naskah. Nakayama Masato (My Little Monster) menangani musik. Aku kurang sreg dengan pilihan warnanya, tapi ekspresi karakternya berhasil didapat. Mungkin kurang sesuai harapan, tapi hasilnya kayaknya enggak akan jelek.(Kolaborasi studionya masih baru.)

Kenja no Mago (SILVER LINK)

Saat masih bayi, Shin diadopsi oleh pasangan Merlin Walford dan Melinda Bowen. Keduanya pasangan ahli sihir berusia lanjut yang beberapa kali pernah menyelamatkan dunia, tapi kini mengucilkan diri. Selain karena didikan orangtua angkatnya, Shin sebenarnya bereinkarnasi dari dunia kita, sehingga menyerap ilmu dengan benar-benar cepat. Saat tiba waktunya bagi Shin untuk merantau, si kakek baru tersadar kalau semua kemampuan Shin di mata orang awam sama sekali tidak normal.

Seri ini diangkat dari novel karya Yoshioka Tsuyoshi. Ini tipikal seri fantasi isekai dengan karakter utama overpowered. Tapi, perkembangannya tidak biasa dengan banyaknya karakter pendukung serta fokus ke kehidupan sekolah. Tamura Masafumi (Two Car, Ange Vierge) akan menyutradarai. Takahashi Tatsuya (Cinderella Girls, Eromanga Sensei) akan menangani naskah. Visualnya kuat dan kesan pertamanya jauh melampaui perkiraan.

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (ufotable)

Tanjiro berusaha menghidupi keluarganya semenjak ayahnya meninggal. Mereka tinggal di hutan di mana iblis pemakan manusia konon berkeliaran. Iblis tersebut ternyata benar-benar ada, dan suatu malam menyerang keluarga Tanjiro. Satu-satunya anggota keluarga yang selamat hanya adik perempuannya, Nezuko. Nezuko sendiri hampir diubah menjadi iblis, tapi ternyata masih menampakkan tanda-tanda perasaan dan pikiran manusia. Dimulailah perjalanan Tanjiro untuk membasmi para iblis sekaligus mencari cara mengembalikan Nezuko menjadi manusia lagi.

Seri ini diangkat dari manga karya Gotouge Koyoharu. Ini seri aksi bernuansa Jepang kuno dengan nuansa mitologi kuat. Cerita berfokus pada perjalanan Tanjiro yang berpedang bersama Nezuko yang separuh iblis. Gaya gambar manganya sangat sederhana, tapi seri ini secara perlahan mendapat banyak penggemar. Sotozaki Haruo (Tales of Zestiria the X) akan menyutradarai. Kajiura Yuki (Sword Art Online, Fate/Zero) menangani musik. Naskah ditangani bersama oleh tim ufotable. Presentasinya sangat bagus, tapi kualitas naskahnya masih meragukan (karena pengalaman di Tales of Zestiria the X). Lima episode pertama akan dirangkum dalam format movie.

Nande Koko ni Sensei-ga?! (Tear Studio)

Di sekolah, Kojima Kana dikenal sebagai guru muda yang galak. Namun anehnya, di depan Satou Ichirou saja, Kojima-sensei berubah menjadi perempuan sangat ceroboh. Kecerobohan Kojima-sensei berakibat pada bagaimana ia kerap berakhir dalam situasi-situasi “berbahaya” di berbagai tempat dengan muridnya tersebut.

Juga berjudul Why the hell are you here, Teacher?!. Ini diangkat dari manga karya Soborou. Ini komedi romantis yang mencolok karena fanservice serta desain karakter yang imut. Ceritanya tentu saja berkembang dengan hadirnya karakter-karakter perempuan lain. Kaneko Hiraku (Tsuredure Children, Seikon no Qwaser) menjadi kepala sutradara seri. Tokoro Toshikatsu (Soul Link, Fudanshi Koukou Seikatsu) akan menyutradarai. Sangat menarik bagi yang suka seri jenis ini. Presentasinya terlihat solid.

Midara na Ao-chan wa Benkyou ga Dekinai (SILVER LINK)

Saat masih TK, Ao trauma dengan pengalaman menceritakan asal namanya (gara-gara ayahnya bekerja sebagai penulis cerita erotis). Sepuluh tahun kemudian, Ao ingin fokus belajar demi masuk universitas elit agar bisa hidup mandiri dari ayahnya. Tapi, Kijima, teman sekelas Ao yang tampan, suatu hari menyatakan cinta pada Ao. Semenjak itu, Ao sulit belajar karena terus-terusan terpikir tentang cowok.

Juga berjudul Ao-chan Can’t Study. Seri ini diadaptasi dari manga komedi karya Kawahara Ren. Desain karakternya manis dengan warna cerah, tapi tema ceritanya agak dewasa. Pendatang baru Inoue Keisuke (pernah terlibat di Two Car, Masamune-kun’s Revenge) debut sebagai sutradara. Naskah ditangani oleh Yokote Michiko (Shirobako, Takagi-san). Kualitas presentasinya menengah. Seri manganya belum lama ini tamat (walau dilanjutkan sekuel). Jadi, bisa diharapkan animenya akan tuntas.

Sewayaki no Kitsune no Senko-san (Doga Kobo)

Perusahaan tempat Nakano bekerja adalah “perusahaan hitam” yang mengeksploitasi para karyawannya. Suatu hari, Nakano bertemu Senko, yang meski berwujud gadis muda, sebenarnya adalah roh rubah suci berusia 800 tahun. Sesudah tahu kondisinya, Senko kemudian menawarkan untuk memanjakan Nakano, dan sejak itu mulai merawatnya.

Ini diangkat dari manga karya Rimukoro. Ini dijabarkan sebagai seri komedi penyembuhan. Ceritanya nanti berkembang dengan munculnya roh-roh lain. Desain karakternya manis dengan warna cerah khas Doga Kobo, meski tak semencolok biasa. Koshida Tomoaki (Zoku Touken Ranbu: Hanamaru) akan menyutradarai. Nakamura Yoshiko (Nozaki-kun, Tada Never Falls in Love) akan menangani naskah. Kualitasnya kurang menonjol, tapi sepertinya takkan jelek.

Senryuu Shoujo (CONNECT)

Entah kenapa, Yukishiro Nanako hanya berkomunikasi lewat puisi-puisi senryuu (mirip haiku, tapi lebih berfokus pada humor). Suatu hari, ia berkenalan dengan Busujima Eiji. Meski menakutkan, Eiji sebenarnya baik hati. Ia bahkan anggota klub sastra. Bersama, keduanya menjalani keseharian ceria yang terjalin lewat 17 suku kata.

Juga berjudul Senryuu Girl. Seri ini diangkat dari manga karya Igarashi Masakuni. Ini seri komedi romantis yang tak biasa. Ceritanya menonjolkan hubungan kedua karakter utama. Jinbo Masato (Shomin Sample, Isekai Shoukudo) akan menyutradarai sekaligus menangani naskah. Gelagatnya cukup kuat. Direkomendasikan untuk tontonan ringan.

Hitoribocchi no Marumaru Seikatsu (C2C)

Hitori Bocchi adalah gadis sangat pemalu dan canggung. Saat lulus SD, Bocchi berjanji akan berubah. Ia akhirnya bertekad untuk bisa berteman dengan semua orang di kelasnya sebelum lulus SMP nanti.

Seri ini diadaptasi dari manga 4-kotak karya Katsuwo. Ini seri komedi bernuansa cerah dengan tema yang sebenarnya serius. Ceritanya seputar bagaimana Hitori merencanakan pendekatan dengan hati-hati, serta berkenalan dengan teman-teman sekelas yang punya beragam kepribadian. Nama semua tokohnya berbasis permainan kata, jadi ceritanya takkan seserius itu. Anzai Takebumi (Go! Go! 575) akan menyutradarai. Hanada Jukki (Sound! Euphonium, Steins;Gate) akan menangani naskah. Gelagatnya solid. Seri ini berkesan rapi dan mungkin agak berat di dialog.

Kono Oto Tomare! (Platinum Vision)

Koto adalah alat musik tradisional Jepang yang mulai kehilangan peminat. Kurata Takezou adalah anggota terakhir klub koto yang masih tersisa. Klub koto terancam bubar bila tak mendapat anggota baru. Suatu hari, ruang klub kedatangan siswa yang menuntut bergabung. Siswa tersebut adalah Kudou Chika, berandalan yang bahkan membuat takut siswa-siswa sekolah lain.

Seri ini diangkat dari manga karya Amyuu. Ini seri drama seputar hobi dan persahabatan. Nuansanya mirip beberapa seri keluaran Kyoto Animation. Kualitas akhirnya masih sulit ditebak. Pendatang baru Mizuno Ryouma akan menyutradarai. Hisao Ayumu (Sword Oratoria, Devil’s Line) akan menangani naskah. Gelagat awalnya cukup solid. Sudah dikonfirmasi akan terbagi menjadi dua cour.

Sarazanmai (MAPPA)

Yasaka Kazuki, Kuji Toi, dan Jinai Enta adalah tiga siswa SMP. Suatu hari, mereka bertemu kappa bernama Keppi. Keppi mengaku sebagai putra mahkota Kerajaan Kappa. Keppi lalu mengambil paksa shirikodama (organ mistis yang bisa kappa curi lewat anus seseorang) mereka bertiga dan mengubah mereka menjadi kappa. Keppi berkata, “Jika ingin kembali seperti semula, kalian harus menjalin hubungan dengan cara ‘begitu’ dan membawakan aku shirikodama para zombie.” Pada saat yang sama, dua polisi tampan Niiboshi Reo dan Akutsu Mabu berusaha melakukan sesuatu di pos tempat mereka bertugas.

Ini proyek orisinil terbaru cetusan Ikuhara Kunihiko (Yuri Kuma Arashi, Mawaru Penguindrum). Sesuai khas Ikuhara, temanya agak berbahaya dan sulit dijelaskan. Perkembangan ke depan sulit ditebak. Visualnya lucu sekaligus psychadelic. Yang jelas cuma latar cerita di Asakusa. Utsumi Teruko akan menangani naskah. Takeuchi Nobuyuki (Fireworks) akan menjadi kepala sutradara. Kualitas presentasinya sangat bagus. Aku pernah baca novel Kappa karya Akutagawa, jadi mau tak mau aku tertarik seri ini.

Mayonaka no Occult Koumuin (LIDEN FILMS)

Miyako Arata adalah pegawai negeri baru. Dia ditugaskan ke Kantor Shinjuku dari Departemen Hubungan Regional Malam. Departemen ini dibentuk untuk menangani kejadian-kejadian paranormal dan memiliki kantor di setiap area Tokyo. Arato, anehnya, bisa memahami ucapan non-manusia yang tak dipahami orang lain. Di taman Shinjuku Gyoen, salah satu youkai bahkan menyebutnya sebagai Abe no Seimei yang legendaris.

Juga berjudul Midnight Occult Civil Servants. Ini diangkat dari manga karya Tamotsu Youko. Genrenya fantasi berlatar modern. Desain karakternya sederhana. Jumlah karakternya banyak. Nuansa latar perkotaannya kuat. Staf veteran Watanabe Tetsuya (Kimi ga Nozomu Eien, Schwarzes Marken) akan menyutradarai. Higuchi Tatsuto (Cross Ange, Schwarzes Marken) menangani komposisi seri. Mungkin tak menonjol, tapi bisa berakhir bagus.

RobiHachi (Studio Comet)

Robby Yarge bernasib sial. Dia dipecat, diputus pacar, hampir tewas dalam kecelakaan, dan dikejar penagih hutang. Tasnya sempat dijambret. Untungnya, ia ditolong remaja bernama Hatchi Kita. Mereka mulai bersahabat. Tapi, Hatchi ternyata bekerja sambilan pada penagih hutang yang mengejar Robby. Setelah kejar-mengejar, keduanya sepakat melakukan perjalanan ke Isekandar, planet legendaris yang diyakini bisa membawa kebahagiaan.

Ini seri anime orisinil. Genrenya komedi sains fiksi. Ceritanya berlatar di zaman manusia telah mengenal alien dan punya teknologi navigasi kecepatan cahaya. Umatani Taiga mencetuskan ceritanya. Sutradara komedi Takamatsu Shinji (Gintama, Cute High Earth Defense Club LOVE!) akan menyutradarai. Kanasugi Hiroko (Diabolik Lovers More, Blood) akan menangani naskah. Kualitas presentasinya menengah. Sepertinya akan menjadi seri menghibur bagi fans cewek.

Sebagai tambahan, remake drama supernatural Fruits Basket (TMS Entertainment) akan tayang. Ini diangkat dari manga karya Takaya Natsuki. Ceritanya tentang gadis bernama Honda Tohru yang sebatang kara. Saat berkemah, Tohru berkenalan dengan keluarga Soma yang misterius. Tohru kemudian mengetahui rahasia bahwa anggota-anggota keluarga Soma akan berubah wujud jadi binatang shio bila tersentuh lawan jenis. Suatu hubungan istimewa mulai terjalin antara mereka.

Strike Witches: 501 Butai Hasshin Shimasu! (acca effe, Giga Production) akan tayang. Ini lepasan dari seri Strike Witches. Seri ini akan lebih menampilkan kehidupan keseharian para gadis di unit 501. Ini diangkat dari manga karya Fujibayashi Makoto.

Hachigatsu no Cinderella Nine (TMS Entertainment) akan tayang. Diangkat dari game ponsel buatan Akatsuki dan Kadokawa. Temanya tentang bisbol. Dalam gamenya, kita berperan sebagai mantan ace di little league yang berakhir karirnya karena cedera. Kita lalu berjumpa dengan siswi SMA bernama Arihara Tsubasa, dan menjadi manajer klub bisbol perempuan di sekolahnya. Karakter pemain yang bisa kita dapatkan lumayan banyak.

Diamond no Ace Act II juga akan tayang. Diangkat dari manga karya Terajima Yuji. Ini babak baru dari seri bisbol beliau. Seri pendahulunya telah dianimasikan 126 episode dalam dua season.

YU-NO: A girl who chants love at the bound of this world (feel.) akan tayang. Ini diangkat dari game visual novel klasik yang aslinya keluar tahun 1996. Gamenya belum lama ini dibuat ulang oleh MAGES dan 5pb. Games. Para pencipta aslinya sudah meninggal dunia. Ceritanya tentang cowok bernama Takuya yang menyelidiki keberadaan dunia lain sesudah ayahnya menghilang. Ceritanya berkembang jauh dari itu. Hirakawa Tetsuo (Grimoire of Zero) menjanjikan anime ini akan menampilkan semua karakter perempuan dan semua rute dari gamenya. Di samping komentar soal karakter, dia juga bertekad untuk melampaui jumlah lelucon jorok yang gamenya tampilkan.

Pandora to Akubi akan tayang. Tapi, rinciannya belum aku tahu lebih jauh.

Persona 5 the Animation: Stars and Ours akan tayang. Ini semacam sekuel dari anime sebelumnya. Ini akan langsung disusul pengumuman tentang game Persona 5 R.

King of Prism: Shiny Seven Stars juga akan tayang.

Joshi Kausei juga akan tayang. Interaksi tiga orang siswi SMA cantik yang berlangsung tanpa dialog. Hasilnya menarik.

Kidou Senshi Gundam: The Origin Zenya – Akai Suisei (Sunrise) juga tayang. Seperti Gundam Unicorn, ini pengeditan seri film layar lebar Gundam: The Origin ke format seri TV. Sifatnya sebagai prekuel seri Gundam paling pertama. Animasinya benar-benar bagus. Patut dilihat oleh fans Gundam lawas.

Tambahan, anime Ultraman (Production I.G, Sola Digital Arts) juga tayang. Ini diangkat dari properti intelektual tokusatsu terkenal milik Tsuburaya. Ini merupakan adaptasi manga karya Shimizu Eiichi dan Shimoguchi Tomohiro, duo pengarang Linebarrels of Iron yang dikenal karena desain mekanik yang rinci. Meski mengangkat mitologi Ultraman klasik, arah perkembangannya sama sekali berbeda. Jadi, kamu tak perlu harus tahu tentang Ultraman dulu untuk menikmati ceritanya. Ceritanya tentang bagaimana Hayata Shinjiro mengetahui bahwa ayahnya ternyata adalah raksasa cahaya yang dulu pernah menyelamatkan Bumi dari alien, dan kini harus menggantikan peranannya sebagai pelindung Bumi.  Animasinya full 3D CG, tapi hasilnya terbilang bagus.

Rilakkuma dan Kaoru juga akan tayang. Ceritanya tentang kehidupan perempuan kantoran Kaoru bersama boneka beruang Rilakkuma. Kehidupan Kaoru yang penuh tekanan dikontraskan dengan sikap Rilakkuma yang selalu santai dan positif. Visualnya menggunakan animasi stop motion yang unik. Buat yang belum tahu, Rilakkuma merupakan maskot terkenal di Jepang yang belakangan naik daun.

Soal anime yang menjadi sekuel:

  • Attack on Titan (s3 bagian kedua, iya ini agak ngebingungin). Sangat dinanti fans.
  • Kiratto Pri☆Chan (s2)
  • Bakumatsu: Crisis (s2)
  • One-Punch Man (s2), sutradara dan studionya berganti dari Madhouse ke J.C. Staff. Mungkin tak akan sebagus musim yang pertama.
  • Bungou Stray Dogs (s2). Sangat dinanti fans.
  • Chihayafuru (s3)
  • Operation Han-Gyaku-Sei Million Arthur (s2)

Untuk anime pendek:

  • Yatogame-chan Kansatsu Nikki (Saetta) tentang keseharian Yatogame-chan yang bicara dalam dialek Nagoya. Ini anime promosi wisata yang didasarkan pada manga karya Ando Masaki.
  • Neko no Nyahho: Nya Miseraburu (TMS Entertainment) atau Days of van Meowogh, diangkat dari game ponsel teka-teki tentang pelukis-pelukis legendaris dalam rupa kucing. Sangat lucu.
  • Idolm@ster Cinderella Girls Theater CLIMAX Season (s3)
  • Isekai Quartet yang menampilkan versi SD dari karakter-karakter seri isekai Overlord, Youjou Senki, Re:Zero, dan Konosuba.
  • Shonen Ahibe GO! GO! Goma-chan (s4), seri tentang anak lelaki dan anjing laut ini masih kuat.

Soal layar lebar, musim ini ada:

  • Eiga no Osomatsu-san, film layar lebar dari Osomatsu-san yang mengisahkan apa yang terjadi saat keenam bersaudara menghadiri reuni SMA.
  • Precure Miracle Universe
  • Kimetsu no Yaiba: Kyoudai no Kizuna yang merangkum lima episode pertama dari seri TV-nya yang musim ini tayang.
  • Trinity Seven (m2)
  • Laidbackers, tentang mahasiswi yang mengambil alih kepengurusan toko permen nenek, tapi jadi terlibat tiga gadis dan satu anjing yang merupakan reinkarnasi orang-orang dunia lain.
  • Kabaneri of the Iron Fortress: The Battle of Unato (m3) yang menampilkan cerita baru yang terpisah dari seri TV-nya. Akan berfokus pada karakter Mumei.
  • Hakubo atau Twilight, proyek baru sutradara kontroversial Yamamoto Yutaka. Disebut mengakhiri trilogi Tohoku buatannya (sesudah blossom dan Wake Up, Girls!).
  • Promare, keluaran terbaru dari Studio Trigger. Menjanjikan.
  • Seishun Buta Yarou wa Yume-Miru Shoujo no Yume wo Minai, kelanjutan seri TV-nya.
  • Frame Arms Girls: Kyakkyau Fufu no Wonderland

Soal OVA, Grisaia: Phantom Trigger dari Bibury Animation Studio dan didanai sepenuhnya oleh Frontwing, akan rilis. Episode pertamanya mendapat pemutaran bioskop. Masing-masing episode berdurasi satu jam. Ini ditunda dari musim sebelumnya.

Selain itu adalah OVA untuk anime untuk komedi romantis game lawas Hi Score Girl.

Akan aku tambahkan kalau ada kabar lagi.

Iklan

Anime Baru Musim Dingin 2018-2019

Yo.

Aku mulai kehidupan baru musim ini, jadi minta doanya. Masih enggak jelas bakal gimana, tapi aku bakal jalani dulu.

Terlepas dari itu, anime baru di winter ini (relatif) enggak banyak, tapi ada beberapa judul tertentu yang menonjol.

Kayak biasa, daftar ini enggak bisa diandalkan.

Akan aku tambahkan kalau ada kabar-kabar lagi.

W’z (GoHands)

Yukiya, DJ muda yang dibesarkan house music, ingin bisa menyampaikan sesuatu pada dunia. Namun, ia ragu dan takut tersakiti. Sampai saat ia menjumpai siaran langsung dari ‘dunia itu’, akhirnya ia tersadar ada hal-hal tertentu yang takkan dapat dilakukannya seorang diri.

Ini proyek orisinal baru dari studio animasi GoHands yang kelihatannya akan memadukan musik dengan karakter-karakter tampan. Belum banyak info tentang ceritanya, tapi sesudah kekacauan proyek HandShakers mereka sebelumnya, studio ini kayaknya akan lebih fokus ke aspek stylish dari anime mereka. Kayak biasa—secara aneh untuk anime macam ini—informasi rinci tentang staf-staf kunci tidak tersedia. GOON TRAX bertanggung jawab atas musiknya. Sementara, DJ RENA bertanggung jawab atas kerjasama produksi musik dan video, yang akan melibatkan 27 artis musik. Mungkin akan jadi anime yang enak dilihat.

Gotoubun no Hanayome (Tezuka Productions)

Uesugi Futaro, siswa SMA miskin, suatu hari ditawari pekerjaan menjadi guru privat dengan bayaran bagus. Masalahnya, murid-murid yang harus dia ajar ternyata adalah teman-teman sekolahnya sendiri. Mereka lima saudari kembar yang sama-sama cantik, sama-sama berbeda, tapi sama-sama biang masalah dan terancam dikeluarkan dari sekolah.

Seri ini diangkat dari manga drama komedi romantis karya Haruba Negi yang belakangan naik daun di Weekly Shounen Magazine. Juga dikenal dengan judul The Quintessential Quintuplets. Gelagatnya lebih baik dari dugaan dengan Kuwabara Satoshi (Dagashikashi 2, Yu-Gi-Oh! Zexal) yang menyutradarai, serta naskah ditangani Ouchi Keiichiro (Hinamatsuri).Musiknya akan dikomposisi bersama oleh Tabuchi Natsumi, Nakamura Hanae, dan Sakurai Miki. Cerita di komiknya setahuku sudah menjelang klimaks, jadi adaptasi anime ini mungkin bakal mencakup ceritanya sampai tuntas. Seri ini punya perkembangan cerita yang terbilang tak biasa.

Girly Air Force (Satelight)

Makhluk-makhluk terbang misterius bernama Zai tiba-tiba muncul. Pesawat-pesawat tempur “Daughter” kemudian diciptakan untuk menangkal mereka, sekaligus mekanisme tempur otomatis “Anima” yang diciptakan serupa gadis-gadis manusia. Seorang pemuda bernama Narutani Kei bercita-cita bisa terbang di langit. Suatu hari, ia kemudian dipasangkan dengan Anima bernama Gripen yang menjadi kartu as umat manusia dalam melawan Zai.

Ono Katsumi (seri-seri Senki Zesshou Symphogear AXZ, G, dan GX) akan menyutradarai, karena itu ada pengharapan lumayan dari fans beliau. Naskahnya sendiri akan ditangani oleh Nagai Shingo (WorldEnd, NewGame!). Seri ini diangkat dari light novel karya Natsumi Kouji dengan rancangan karakter asli buatan Tousaka Asagi. Premisnya terdengar mirip Strike Witches, tapi perkembangan ke sananya lumayan beda. Bentuk pesawatnya mungkin aneh, tapi Satelight lewat seri Macross telah berpengalaman menganimasikan pesawat-pesawat tempur. Untuk fans-fans tertentu, ini bisa jadi seri yang sangat menarik.

Magical Girl Special Ops Asuka (LIDEN FILMS)

Tiga tahun silam, makhluk-makhluk asing mengacaukan bumi sebelum mereka dikalahkan sekelompok perempuan muda berkekuatan misterius. Para gadis ini kembali menjalani kehidupan normal sesudah monster-monster itu terusir, tapi masa damai ini sebentar lagi berakhir. Makhluk-makhluk itu akan kembali. Otorii Asuka dan gadis-gadis lain di pasukan Magical Girl Special Ops harus kembali ke medan pertempuran untuk melindungi umat manusia.

Juga berjudul Mahou Shoujo Tokushuusen Asuka, seri ini diangkat dari manga karya Fukami Makoto (Berserk, Yuruyuri San Hai!, terlibat dalam naskah Psycho-Pass) dan Tokiya Seigo (Teizokurei Monophobia), yang diserialisasikan di Monthly Big Gangan. Yamamoto Hideyo (Strike the Blood, Code:Realize) yang akan menyutradarai. Naskah akan dikerjakan Fukami-san bersama Kaihou Norimitsu (School-Live!, Danganronpa 3: Despair Arc). Setahuku ini seri bernuansa gelap dan penuh aksi sekaligus sangat ‘buat cowok’. Kualitas produksi LIDEN FILMS sejauh ini solid, karena itu gelagatnya terbilang meyakinkan.

Bermuda Triangle: Colorful Pastrale (Seven Arcs)

Colorful Pastrale adalah kelompok idola putri duyung yang dikenal lewat suara memikat, senyuman cerah, serta tarian menyilaukan mereka di bawah laut. Tapi, kembali ke desa Parrel mereka yang jauh dari kota besar, keseharian gadis-gadis ini lebih banyak diisi pertengkaran soal cemilan kue yang mereka makan.

Percaya atau tidak, seri ini merupakan spin off dari seri permainan kartu Cardfight!! Vanguard, mengetengahkan keseharian kelompok idola putri duyung dari Segitiga Bermuda di seri tersebut. Nishimura Junji (Dog Days, ViVid Strike!, Basilisk: Ouka Ninpouchou) yang akan menyutradarai, dengan naskah ditangani Yokote Michiko (Ika Musume, Genshiken). Meski mengenakan pakaian, semua karakternya adalah makhluk duyung (atau makhluk bawah laut lain). Seperti halnya seri-seri Seven Arcs lain (Dog Days), seri ini didominasi nuansa cerah dan warna-warni. Ini bisa jadi seri yang sangat menarik bagi yang suka.

Endro~! (Studio Gokumi)

Di Pulau Naral, di mana pedang dan sihir dan manusia serta monster hidup berdampingan, Raja Iblis yang jahat secara berkala akan muncul sebelum dikalahkan oleh Pahlawan. Sekolah petualang kemudian didirikan untuk melatih para petualang untuk menjadi Pahlawan. Seorang siswi bernama Yusha dan tiga kawannya ingin tergabung dalam kelompok Pahlawan, tapi di sisi lain, mereka juga ingin tetap bisa hidup santai dan damai sekalipun Raja Iblis telah muncul lagi.

Ini seri fantasi keseharian yang merupakan anime orisinil baru Gokumi. Desainnya cerah, manis, dan penuh warna lembut. Kaori (Yuyushiki) yang akan menyutradarai. Aoshima Takashi (Love Lab, Himouto! Umaruchan) yang akan menangani naskah. Ini lagi-lagi seri baru yang bisa sangat moe bagi yang suka.

Kengan Ashura (Larx Entertainment)

Yamashita Kazuo yang paruh baya dan pasif kerap diremehkan rekan-rekannya di kantor. Tapi, semua berubah saat ia ditugasi bosnya mengurusi Ouma Tokita, pemuda misterius yang sangat maskulin. Dari sana, Yamashita mengetahui tentang turnamen Kengan, ajang pertarungan bela diri berdarah rahasia yang telah ada sejak zaman Edo, yang di dalamnya, perusahaan-perusahaan ternama dan pedagang-pedagang besar bersaing dalam mempertaruhkan pengaruh dan uang.

Sutradara serba bisa (yang konon mulai fitness untuk proyek ini) Kishi Seiji (Danganronpa, Yuki Yuna) akan menangani. Komposisi seri akan ditangani Uezu Makoto (Akame ga KILL!). Musiknya akan ditangani Takanashi Yasuharu dari Team-MAX. Seri ini diangkat dari manga aksi bela diri karya Sandrovich Yabako dan Daromeon yang sebelumnya diserialisaiskan di aplikasi Manga ONE, sebelum diterbitkan secara cetak oleh Shogakukan. Seri ini diadaptasi karena memenangkan kontes voting di tahun 2015. Cerita di komiknya sudah tamat, jadi cerita animenya kayaknya bakalan tuntas. Studionya relatif baru, tapi staf-staf kuncinya kuat. Gelagatnya sejauh ini sangat meyakinkan.

Ueno-san wa Bukiyou (Lesprit)

Ueno, penemu berprestasi yang jauh melampaui usianya, adalah ketua klub sains di sekolahnya. Meski demikian, ia canggung dan ceroboh bila soal cinta, sehingga tak kunjung bisa menyatakan perasaannya pada Tanaka, cowok yang ia sukai.

Juga berjudul How clumsy you are, Miss Ueno, ini diangkat dari manga komedi karya tugeneko yang diserialisasikan di Young Animal terbitan Hakusensha. Ini cerita konyol tentang gadis yang menciptakan berbagai penemuan aneh dengan harapan bisa membantu cintanya terwujud. Yamanashi Tomohiro (Yurumates 3Dei) akan menyutradarai sekaligus menangani komposisi seri. Misawa Yasuhiro mengkomposisi musik. Ini kelihatannya bakal jadi seri sederhana, tapi tidak jelek.

Grimms Notes the Animation (Brains Base)

Di dunia yang diciptakan oleh para Story Teller, semua penghuninya sejak lahir telah diberikan “buku takdir” di mana segala tentang kehidupan mereka telah ditulis. Namun, kelompok Story Teller jahat bernama Chaos Teller mulai menulis kejadian-kejadian buruk dalam buku orang-orang tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Hanya Ekusu dan para pemilik buku takdir kosong yang bisa memburu para Chaos Teller dan mengembalikan dunia seperti seharusnya.

Diangkat dari game ponsel keluaran Square Enix yang mengangkat tema seputar dongeng dan legenda dunia, seperti Alice in Wonderland, Aladdin, dan Cinderella. Sugawara Seiki (RIN-NE, D-Frag!) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Yamaguchi Hiroshi. Desain karakternya menarik. Seri fantasi ini punya gelagat lebih meyakinkan dibandingkan seri-seri sejenisnya. Mungkin hasilnya bagus.

Doukyonin wa Hiza, Tokidoki, Atama no Ue (Zero-G)

Mikazuki Subaru adalah seorang novelis canggung yang kurang pandai bergaul semenjak kehilangan keluarganya. Suatu hari, ia mengadopsi seorang kucing liar yang dinamainya Haru. Tanpa disangka, ini menjadi awal keduanya saling membuka diri.

Seri ini diangkat dari manga keseharian karya Minatsuki dan Futatsuya As. Ceritanya ringan dan terbilang menentramkan. Yang menarik adalah bagaimana setiap episode akan mengamati kejadian-kejadian secara bergantian dari dua sudut pandang, yaitu dari Subaru dan Haru.  Suzuki Kaoru (DIVE!!) yang akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Akao Deko (Amanchu!!) yang telah berpengalaman menangani naskah macam ini. Musik akan ditangani oleh Kotoringo. Ini cocok bagi penyuka kucing dan seri keseharian ringan.

The Promised Neverland (CloverWorks)

Emma, Norman, dan Ray adalah anak-anak terpintar di Grace Field House, panti asuhan di mana mereka dibesarkan bersama anak-anak lain. Kehidupan mereka selama ini bahagia dan damai. Namun, pada suatu hari, Emma dan Norman tanpa sengaja mengetahui kebenaran yang menghancurkan semua kebahagiaan mereka, dan memaksa mereka untuk lari.

Diangkat dari manga populer Yakusoku no Neverland karya Kaiu Shirai dan Posuka Demizu, serialisasinya di Weekly Shonen Jump secara perlahan tapi pasti telah menuai banyak sekali penggemar. Mirip Death Note, ini manga suspens dengan elemen-elemen fantasi yang menonjolkan kecerdikan para karakternya. Kanbe Mamoru (Elfen Lied, Subete ga F ni Naru) akan menyutradarai. Ono Toshiya (Gatchaman Crowds) akan menangani naskah. Gelagatnya sejauh ini sangat solid. Mungkin akan jadi seri baru paling menonjol musim ini.

Pastel Memories (project No.9)

Sedikit di masa depan tahun 20XX, Akihabara yang dulu dikenal sebagai “tanah suci otaku” kini mengalami kemunduran. Asagi Izumi dan gadis-gadis otaku berbakat lainnya kemudian dibesarkan di toko-toko otaku khusus untuk melawan “virus” yang menginfeksi dunia berbagai karya, dan pada saat yang sama, memulihkan ingatan orang-orang yang hilang.

Diangkat dari game ponsel (terakhir?) keluaran FuRyu, Shinozaki Yasuyuki (Shuffle!, Xam’d: Lost Memories) yang akan menyutradarai.  Naskahnya akan ditangani Tamai Tsuyoshi (Strike Witches, Ladies versus Butlers!). Meski sekilas kurang menonjol, seri ini ditangani sejumlah staf kunci veteran, jadi hasilnya mungkin akan lebih bagus dari yang dikira. Desain karakternya benar-benar kawaii.

Meiji Tokyo Renka (TMS Entertainment)

Pada malam bulan purnama merah, Ayazuki Mei berjumpa dengan Charlie, seorang lelaki yang mengaku penyihir. Dengan sihir Charlie, Mei berkelana ke zaman Meiji di Tokyo, di mana ia berjumpa dan jatuh cinta dengan tokoh-tokoh sejarah besar di masa tersebut.

Diangkat dari game VN romansa sejarah keluaran Broccoli, Daichi Akitarou (Kamisama Kiss) akan menyutradarai dengan dibantu Yamanaka Junko. Sebelumnya, game ini sempat diangkat ke bentuk film anime layar lebar Yumihari no Serenade, jadi seri TV ini menjadi penceritaan alternatifnya. Suatu proyek live action untuk TV dan layar lebar juga kabarnya tengah digarap. Lazim untuk proyek begini, animasinya kurang menonjol, tapi para karakternya tampan dan para seiyuu berperan kuat.

Tate Yuusha wa Nariagari (Kinema Citrus)

Iwatani Naofumi, otaku yang sehari-hari bermain game dan membaca manga, dijebak dan dikhianati sesudah terpilih sebagai satu dari Empat Pahlawan bersenjata legendaris di dunia lain yang harus diselamatkan. Sebagai Pahlawan Tameng, dia nampaknya adalah yang terlemah di antara mereka berempat, tapi segalanya ternyata tidaklah seperti yang tampak.

Juga berjudul The Rising of the Shield Hero, diangkat dari seri novel karya Yusagi Aneko yang diilustrasikan Minami Seira, ini seri fantasi petualangan yang termasuk salah satu seri isekai paling populer beberapa tahun terakhir. Ceritanya menonjol dengan bagaimana si tokoh utama bertahan menghadapi kelakuan buruk orang. Abo Takao (Norn9) akan menyutradarai anime ini. Naskahnya akan ditangani Koyanagi Keigo (Regalia: The Three Sacred Stars). Aku masih waswas, tapi gelagatnya sejauh ini terlihat luar biasa baik. Durasinya sudah dikonfirmasi akan dua cour.

Watashi ni Tenshi ga Maiorita! (Doga Kobo)

Hoshino Miyako adalah mahasiswi otaku yang pemalu. Suatu hari, adik perempuan Miyako yang masih SD, Hinata, memperkenalkannya pada teman sekelasnya yang bernama Hana. Seketika, Miyako jatuh cinta dengan Hana pada pandangan pertama.

Anime ini diangkat dari manga komedi yuri 4-kotak karya Mukunoki Nanatsu yang diserialisasikan di Comic Yuri Hime terbitan Ichijinsha. Di samping nuansa ringan dan penuh warna khas Doga Kobo, seri ini akan menyatukan kembali tim produksi yang menangani New Game! jadi kualitasnya diharapkan lumayan solid. Hiramaki Daisuke (sutradara episode untuk Shirobako, Yuruyuri San Hai!) akan tampil sebagai sutradara. Naskah akan ditangani Yamada Yuka (Miss Kobayashi’s Dragon Maid).

Kouya no Kotobuki Hikoutai (GEMBA)

Di perbatasan tandus di mana perdagangan menjadi kunci bertahan hidup, skuadron Kotobuki di mana Kyile tergabung menyediakan jasa pengawalan melalui udara. Dipimpin komandan yang cantik tapi tegas, kelompok aneh ini sangat lihai di udara dengan pesawat-pesawat Hayabusa mereka.

Juga berjudul Kotobuki – The Wasteland Squadron, ini proyek anime orisinil yang dicetuskan bersama oleh sutradara Mizushima Tsutomu (Shirobako, Girls und Panzer) dan penulis naskah Yokote Michiko (Rurouni Kenshin, Shirobako). Karena nama orang-orang yang terlibat, terutama sesudah kesuksesan Girls und Panzer, ada pengharapan lumayan besar terhadap seri ini. Konsep semua karakternya menarik, dan desainnya yang dibuat Hidari (Phantom in the Twilight) benar-benar berkesan. Visualnya sejauh ini keren. Desain pesawat-pesawatnya didasarkan pada pesawat-pesawat antik di masa lalu. Mungkin akan menjadi salah satu seri baru paling menonjol di musim ini.

revisions (Shirogumi)

Doujima Daisuke dan kawan-kawannya terseret dalam fenomena misterius Shibuya Adrift yang membawa mereka semua, dan seluruh bagian tengah Shibuya, ke 300 tahun di masa depan. Mereka berjumpa dengan seorang gadis bernama Milo yang menugaskan mereka untuk melindungi Shibuya dari suatu musuh yang tak dikenal.

Ini seri sains fiksi orisinal berbasis CG, dan karena itu mungkin kurang cocok buat sebagian orang. Sutradara kawakan Taniguchi Goro (Code Geass, Planetes) akan menangani, dengan komposisi seri ditangani Fukami Makoto (Psycho-Pass) dan Hashimoto Taichi (produser untuk Speed Grapher, Rosario + Vampire). Proyek ini terasa seperti pertaruhan, karena studio animasi Shirogumi (Etotama, Nyanbo!) belum pernah menangani seri macam ini sebelumnya. Ada gelagat kalau mungkin ceritanya lebih bagus dari dugaan, tapi sejauh ini, seri ini terkesan kurang menonjol. Mungkin ada elemen mecha di dalamnya.

Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen (A-1 Pictures)

Ketua Dewan Siswa, Shirogane Miyuki, dan wakilnya, Shinomiya Kaguya, dikenal sebagai dua murid teladan dengan masa depan cemerlang. Keduanya saling jatuh cinta, tapi sama-sama enggan mengakui perasaan karena tak mau jadi yang ‘kalah’ dalam persaingan mereka. Maka dimulailah berbagai upaya saling menjebak untuk memaksa orang yang mereka sukai untuk lebih dulu menyatakan cinta.

Juga dikenal dengan judul Kaguya-sama: Love is War, ini diangkat dari manga komedi romantis karya Akasaka Aka di Young Jump (sebelumnya di Miracle Jump) yang sangat naik daun beberapa tahun ini. Seri ini menonjol karena menjadi salah satu seri komedi romantis langka yang punya kadar fanservice sangat minim. Hatekayama Mamoru (Shouwa Genroku Rakugo Shinjuu, Record of Grancrest War) akan menyutradarai. Pendatang baru Nakanishi Yasuhiro (Shiawase Restaurant) akan menangani naskah. Gelagatnya sejauh ini tak buruk. Perkembangan ceritanya konsisten dan bagus, karena itu cakupan animenya nanti menjadi tanda tanya.

Boogiepop wa Warawanai (Madhouse)

Ada legenda urban tentang dewa kematian yang membebaskan orang-orang dari penderitaan. Dewa kematian ini bernama Boogiepop, dan kisah-kisah tentang dirinya itu nyata. Saat serangkaian kasus siswi hilang terjadi di Akademi Shinyo, pihak-pihak berwenang berasumsi kalau ini hanya kasus kenakalan remaja biasa. Tapi, ada sesuatu yang lain di balik itu, dan Kirima Nagi ingin menyelidiki kebenarannya.

Diangkat dari seri light novel lawas karya Kadono Kouhei dan Ogata Kouji, seri Boogiepop mengombinasikan elemen-elemen drama, misteri, horor, sains fiksi, dan supernatural dalam latar belakang perkotaan yang penuh rumor. Tokoh-tokohnya banyak dan menarik. Waralaba ini pernah diangkat jadi anime sebelumnya (Boogiepop Phantom) dan anime baru kali ini bisa dibilang semacam reboot. Sutradara andal Natsume Shingo (ACCA, Space Dandy) akan menangani seri ini. Naskah akan ditangani oleh Suzuki Tomohiro (ACCA, Tiger & Bunny). Key visual pertamanya sempat tidak meyakinkan, tapi gelagatnya saat ini terbilang bagus. Juga berjudul Boogiepop & Others, mengacu kepada judul novel pertama seri ini. Mungkin akan menjadi salah satu seri baru paling menonjol.

Domestic na Kanojo (diomedea)

Natsuo yang bercita-cita menjadi novelis jatuh cinta pada Hina-sensei, guru muda di sekolahnya yang populer dan ceria. Putus asa dengan bagaimana cintanya takkan terwujud, Natsuo mengikuti ajakan goukon dan bertemu Rui, seorang siswi sekolah lain yang pendiam dan asosial, yang secara impulsif bersedia tidur dengannya. Tak lama kemudian, ayah Natsuo menikah lagi dengan seorang ibu tunggal. Dengan kaget, Natsuo mendapati bahwa dua saudara tirinya yang baru ternyata adalah Hina dan Rui.

Diangkat dari manga drama romansa agak dewasa (opera sabun?) Domestic Girlfriend karya Sasuga Kei yang diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine, Ihata Shouta (Girlish Number) akan menyutradarai, sedangkan naskah akan ditangani oleh Takahashi Tatsuya (Toji no Miko, Eromanga Sensei). Manganya sejenis dengan seri-seri romansa lain di majalah tersebut (seperti Fuuka dan Good Ending) yang cenderung dipenuhi melodrama berkepanjangan. Karena faktor durasi, perkembangan cerita di adaptasi animenya ini mungkin bakal berbeda. Di sisi lain, aku pribadi berharap studio diomedea sukses dengan proyek ini karena situasi mereka. Mungkin karena didukung DMM dan Amazon Prime, dari segi teknis, kualitasnya kelihatan solid, melebihi produksi diomedea yang biasa.

Mengikuti kesuksesan penggalangan dana di Kickstarter, adaptasi anime baru dari VN drama aksi keluaran Frontwing, Grisaia: Phantom Trigger, kabarnya akan tayang. Seri baru ini berfokus pada SORD, agensi penerus CIRS, dan mengetengahkan pemuda rupawan Aoi Haruto dalam membina angkatan baru gadis-gadis ‘sulit’ di Akademi Mihama yang telah dibuka kembali sesudah insiden Heath Oslo. Produksinya ditangani Bibury Animation Studio yang merupakan studio baru milik sutradara Tensho (Kinmoza, trilogi anime Grisaia, Rewrite). Proyek anime ini akan didanai sepenuhnya oleh Frontwing tanpa sistem komite. Gelagatnya sejauh ini masih tanda tanya.

Akan ada anime Dororo baru, yang diangkat dari seri aksi supernatural lawas karya mangaka legendaris Ozamu Tezuka. Berlatar di sekitar tahun 1470 sesudah Perang Onin dan Bunmei di Tanjung Noto, seorang pemuda bernama Hyakkimaru melakukan perjalanan untuk memburu 48 monster yang terjelma dari potongan-potongan tubuhnya, demi menyatukan tubuhnya kembali. Sesudah memperoleh tubuh palsu, Hyakkimaru bertemu bocah pencuri bernama Dororo yang kemudian menjadi kawan seperjalanannya. Produksinya dilakukan lewat kerjasama MAPPA dan Tezuka Productions. Furuhashi Kazuhiro akan menyutradarai. Gelagatnya terbilang bagus.

Tatsunoko Productions musim ini memproduksi proyek anime orisinil baru Egao no Daika atau The Price of Smiles. Rinciannya belum jelas, tapi ceritanya berlatar di planet lain dengan pasukan militer berkekuatan mecha, dan menceritakan hubungan seorang putri bernama Yuki Soleil dan Stella Shining, prajurit andal yang menyembunyikan segala perasaan di balik senyumnya. Suzuki Toshimasa (Rinne no Lagrange, Fafner: Heaven and Earth) akan menyutradarai. Naskah ditangani oleh Inotsume Shinichi (Persona 5 the Animation). Kesannya agak membingungkan, tapi kelihatannya takkan jelek. Tatsunoko kayaknya berharap banyak pada proyek ini.

Setelah produksi penuh kendala, anime Mysteria Friends atau Manaria Friends akhirnya akan tayang juga. Berkisah tentang hubungan persahabatan Anne dan Grea dalam sekolah sihir Mysteria/Manaria yang tidak mengenal diskiriminasi ras, ini semula diangkat dari salah satu event di game ponsel Rage of Bahamut, tapi para karakternya belakangan lebih dikenal lewat game-game Cygames yang lain (Granblue Fantasy). Produksinya kali ini dilakukan oleh CygamesPictures yang berada di bawah Cygames sendiri. Belum ada info lebih lanjut tentang staffnya.

Membahas soal anime-anime pendek:

  • Papa Datte, Shitai yang merupakan produksi studio dewasa Magic Bus musim ini, yang secara tidak lazim bergenre Ceritanya tentang Asumi Kouya, mahasiswa tingkat akhir yang juga bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk Naruse Keiichi, seorang orangtua tunggal, dan mulai menjalin hubungan dengannya.
  • Rainy Cocoa side G, yang merupakan versi cewek dari keseharian kafe Rainy Cocoa. Desain para karakternya imut.
  • Choujigen Kakumei Anime: Dimension High School yang akan menjadi kombinasi animasi dan live action. Produksinya dilakukan oleh POLYGON PICTURES.
  • Kemurikasa, anime pendek baru keluaran studio Yaoyoruzu, yang akan disutradarai TATSUKI, sutradara musim pertama Kemono Friends yang legendaris.
  • Produksi baru Rinshi!! Ekoda-chan yang diangkat dari manga komedi 4-kotak dewasa karya Takinami Yukari, berkisah tentang sisiw bernama Ekoda yang menjalin ‘hubungan terbuka’ dengan pacarnya dan gemar melakukan petualang menjelajahi bermacam aspek kehidupan malam. Adaptasi kali ini menarik karena sifatnya yang omnibus dan setiap episode akan ditangani sutradara kawakan yang berbeda.

Membahas soal seri TV sekuel, ada beberapa judul mencolok:

  • B-PROJECT: Zecchou Emotion (season 2), di mana jumlah unit idola cowok di bawah naungan B-PROJECT yang harus Tsubasa tangani di Gandala Music bertambah dari tiga menjadi empat.
  • Anime drama supernatural Morose Mononokean (season 2) akan lanjut.
  • Kemono Friends 2 (season 2) yang menarik banyak sekali kontroversi terkait sikap induk perusahaan terhadap sutradara anime season pertamanya. Ada gelagat kuat kalau ceritanya takkan berhubungan dengan musim sebelumnya.
  • Mob Psycho 100 II (season 2), tentang kelanjutan pengalaman hidup bocah datar dengan kekuatan supernatural dahsyat.
  • Kelanjutan yang sudah lama ditunggu dari seri kencan untuk menyelamatkan dunia, Date A Live III (season 3). Kali ini, J.C. Staff yang akan memproduksi.
  • Kelanjutan seri band perempuan BangG Dream! (season 2).
  • Kelanjutan seri judi psikotik penuh intrik dan penindasan Kakegurui (season 2).
  • Real Girl (season 2) tentang kelanjutan hubungan romansa seorang cowok otaku dan gadis sungguhan.

Dari segi film layar lebar, ada lebih banyak kejutan:

  • Love Live! Sunshine!! The School Idol Movie Over the Rainbow. Ceritanya kali ini sesuatu tentang para sempai yang hilang dalam kunjungan ke Itali.
  • Made in Abyss. Sifatnya kudengar adalah film kompilasi.
  • Film kedua Fate/stay night: Heaven’s Feel II. lost butterfly.
  • Trilogi film baru Psycho-Pass: Sinners of the System yang ceritanya baru sama sekali. Gelagatnya terbilang baik.
  • Anime sains fiksi romansa berbasis CG keluaran Craftar, Ashita sekai ga Owaru Toshitemo, yang berhubungan dengan proyek The Relative Worlds. Ceritanya tentang sepasang teman lama yang didatangi diri mereka dari dunia lain?
  • Saga of Tanya the Evil, yang akan melanjutkan cerita di seri TV-nya!
  • City Hunter, yang merupakan reboot modern untuk waralaba klasik ini, yang kelihatan sangat meyakinkan.
  • Code Geass: Lelouch of the Re;surrection, film baru yang sudah banyak ditunggu, yang akan menutup sekaligus membuka lembaran baru cerita trilogi film kompilasi Code Geass sebelumnya.
  • Danmachi: Arrow of the Orion movie, yang merupakan film layar lebar yang berdiri sendiri.
  • Royal Tutor
  • Trinity Seven (movie 2)
  • Laidbackers, tentang seorang mahasiswi yang mengambil alih suatu toko permen yang harusnya kosong, untuk kemudian mendapati ada orang-orang aneh yang terlahir dari dunia lain di sana.

Dari segi OVA:

  • Kelanjutan seri aksi fantasi populer Strike The Blood III. Aku perlu periksa cakupan ceritanya.
  • All Might: Rising the Animation yang mengetengahkan masa lalu karakter All Might dari seri My Hero Academia.

Kayak biasa, akan diedit kalau ada penambahan.

(Sumber dari ANN dan Wikipedia)

Gundam: UC NexT 0100 Project

April 2018 lalu, studio animasi Sunrise menyelenggarakan konferensi pers untuk memperingati ulang tahun waralaba anime dan mainan Gundam yang ke-40.

Dalam presentasi acara, diumumkan sejumlah proyek baru yang tercakup dalam “UC NexT 0100 Project”. Proyek ini yang dikabarkan akan menangani masa depan dari linimasa Universal Century (UC) yang digagas sutradara Tomino Yoshiyuki dari seri-seri Gundam yang orisinil. Tagline keseluruhan proyek ini adalah “The next destination of the Newtype legend.” yang kurang lebih mengindikasikan kelanjutan bahasan mitologi Newtype yang linimasa ini usung.

Sebagai penyegar, linimasa UC sebelumnya mencakup seri-seri animasi Gundam (seri-seri manga tidak dicantumkan agar tidak tambah ribet) berikut:

  • Mobile Suit Gundam The Origin (UC 0068-0077)
  • Mobile Suit Gundam MS IGLOO (Januari, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam (September, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam: The 08th MS Team (Oktober, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam 0080: War in the Pocket (Desember, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam Thunderbolt (Desember, UC 0079)
  • Gundam the Ride: A Baoa Qu (Desember, UC 0079)
  • Mobile Suit Gundam 0083: Stardust Memory (UC 0083)
  • Mobile Suit Zeta Gundam (UC 0087)
  • Gundam Neo Experience 0087: Green Divers (UC 0087)
  • Mobile Suit Gundam ZZ (UC 0088)
  • Mobile Suit Gundam: Char’s Counterattack (UC 0093)
  • Mobile Suit Gundam Unicorn (UC 0096)
  • Mobile Suit Gundam Twilight Axis (UC 0096)
  • Mobile Suit Gundam F91 (UC 0123)
  • Mobile Suit Victory Gundam (UC 0153)
  • G-Saviour (UC 0223)

Sebagaimana yang bisa kalian lihat, mengingat cerita Gundam Unicorn sebenarnya dimulai dari Insiden Laplace pada tahun UC 0000, abad pertama linimasa Universal Century kurang lebih telah terpapar.

Rangkaian proyek NexT 100 ini, agaknya, menjadi tahap baru untuk menyentuh abad berikutnya linimasa ini, yang hampir tak ‘disentuh’ dalam proyek-proyek animasi Gundam yang modern.

Dari sudut pandang lain, mungkin ini upaya untuk melangkah dari konflik antara Federasi Bumi dan Zeon, yang diperkenalkan lewat seri Gundam orisinil. Khususnya, konflik ideologi tentang hakikat manusia, antara dua tokoh utama Amuro Ray dan Char Aznable. Konflik ini sebelumnya sudah tertuntaskan lewat CCA, tapi sempat kembali jadi bahasan dalam Gundam Unicorn.

(Peringatan spoiler bagi anime-anime Gundam lawas!)

Narrative

Anime baru pertama yang diumumkan adalah seri Mobile Suit Gundam Narrative. Ceritanya berlatar di UC 0097. Formatnya sama dengan Gundam Unicorn, yakni seri OVA yang episode-episodenya juga akan ditayangkan di bioskop (belum jelas totalnya berapa) film layar lebar. Episode pertamanya dirilis pada penghujung tahun 2018 ini. (Pada saat ini aku tulis, cuplikan 23 menit dari episode pertama tersebut dapat ditonton di saluran Gundam.Info di YouTube.)

Dengan cerita yang digagas oleh Fukui Harutoshi (novelis militer yang mencetus cerita Gundam Unicorn), Gundam Narrative bisa dibilang semacam semi-sekuel dari Gundam Unicorn. Ceritanya memaparkan kesudahan dari kejadian-kejadian di seri tersebut.

Cerita Gundam Narrative sendiri sebenarnya ekspansi (yang lumayan drastis) dari novel Gundam Unicorn yang kesebelas, “Phoenix Hunting”, yang terbit lumayan lama sesudah cerita utamanya berakhir. (Porsi cerita anime Gundam Unicorn mengadaptasi 10 buku yang terbit antara 2007-2009. Buku 11 ini terbit di tahun 2016.)

Berlatar di tahun UC 0097, satu tahun sesudah rangkaian kejadian di Gundam Unicorn, pembukaan Kotak Laplace membeberkan isi Piagam Universal Century yang asli. Pembeberan ini memberikan basis hukum bagi kemerdekaan simpatisan Zeon sekaligus pengakuan publik terhadap keberadaan manusia-manusia Newtype. Pembeberan ini diiringi dengan demonstrasi nyata terhadap betapa mencengangkannya teknologi psychoframe yang Unicorn Gundam punyai.

Dalam Gundam Narrative, dikisahkan bahwa unit ketiga dari MS tipe RX-0, yakni Unicorn Gundam 03 Phenex, tiba-tiba saja muncul setelah dua tahun lenyap. Semua pihak jadi memburunya karena ingin memperoleh teknologi pscyhoframe yang unit tersebut punyai.

Sekilas, tema Gundam Narrative mirip dengan yang diangkat dalam Twilight Axis, yakni seputar rebutan teknologi psychoframe (yang pada seri tersebut, dilakukan lewat ekspedisi militer ke puing-puing markas asteroid Axis, di mana teknologi itu diteliti pihak Neo Zeon). Nyatanya, Gundam Narrative berpusar pada tema yang agak lebih dalam daripada itu.

Cerita Gundam Narrative berfokus pada tiga yatim piatu sekaligus sahabat masa kecil, yakni Jona Bashta, Michelle Luio, dan Rita Bernal.

Ketika masih anak-anak, pada masa Perang Satu Tahun, ketiganya melihat visi akan jatuhnya koloni luar angkasa ke Australia. Dengan bersikeras memperingatkan orang-orang sekitar, mereka berhasil menyelamatkan sejumlah penduduk dari bencana tersebut. Oleh media massa, mereka lalu disebut-sebut sebagai Miracle Children (‘anak-anak ajaib’, memperlihatkan tanda-tanda kekuatan Newtype sekalipun berada di Bumi).

Sesudah dewasa, dan sama-sama sempat berkarir dalam kemiliteran Federasi, Jona suatu hari direkrut Michelle, yang kini berstatus anak angkat Luio Woomin, kepala perusahaan dagang Luio & Co.

Michelle rupanya telah punya nama di dunia bisnis sebagai ‘peramal’ yang memprediksi berbagai kejadian besar. Dengan kemampuan Michelle memprediksi kejadian-kejadian di masa datang, Luio & Co (salah satu sponsor AEUG dan Karaba semasa Konflik Gryps) tumbuh menjadi perusahaan sangat besar.

Alasan Michelle merekrut Jona rupanya untuk melibatkannya dalam perburuan terhadap Phenex. Pilot Phenex, yang lepas kendali dua tahun silam, ternyata adalah Rita, sahabat mereka yang telah lama menghilang. Oleh Michelle, Jona dijadikan pilot dari Narrative Gundam, suatu MS prototipe yang dilengkapi berbagai perlengkapan khusus untuk ‘menangkap’ si burung emas.

Cuplikan 23 menit yang diperlihatkan Gundam.Info benar-benar keren. Terutama, buat kalian yang menggemari Gundam Unicorn. Animasi berbagai adegan aksinya terbilang luar biasa. Ada banyak tokoh baru diperkenalkan. Lagi-lagi, diberi kesan kalau dunianya sangat besar.

Masih ada banyak hal dalam ceritanya yang belum jelas sih. Seperti, soal bagaimana Rita awalnya bisa berada di kokpit Phenex, misalnya. (Ada indikasi kalau dia diculik?) Tapi, sejauh yang kutangkap:

  • Dua unit Unicorn Gundam dan Banshee sama-sama telah disegel dan tak lagi dapat diakses teknologinya?
  • Michelle mengejar Phenex bukan untuk Rita, melainkan karena terobsesi kemampuan manipulasi waktu(!) yang nampaknya Phenex punyai. (Gagasan soal manipulasi waktu secara fisik ini juga menjadi sesuatu yang sempat kontroversial di kalangan penggemar.)
  • Ada… empat kepentingan yang bermain?
    • Pihak Federasi Bumi yang tak mau ada psychoframe lepas lagi.
    • Pihak Republik Zeon yang ingin mendapat ‘jaminan’ atas kedaulatan mereka. (Di cerita ini, agaknya diwakili oleh perwira Zoltan Akkanen, seorang Cyber Newtype psikotik—dan bahkan mungkin klon dari Char—yang di cuplikan baru tampil sebentar, tapi nantinya akan jadi rival Jona.)
    • Pihak Luio & Co yang digawangi Michelle, yang ingin memperoleh teknologi manipulasi waktu. (Sesuatu yang berkaitan dengan ayah angkatnya yang menjalani tidur es? Pihaknya bahkan sampai membebaskan Martha Vist Carbine untuk rencana mereka ini.)
    • Pihak Mineva Zabi, yang ingin sekali lagi mencegah pecahnya perang. (Meski belum tampil, tapi aku dengar kalau tokoh Gundam Unicorn, Banagher Links, direncanakan muncul di kemudian hari.)

Narrative Gundam, MS utama di seri ini, dikisahkan adalah prototipe uji untuk perlengkapan MS Nu Gundam yang digunakan Amuro Ray di CCA. Narrative Gundam tak terintegrasi dengan teknologi psychoframe. Secara spek, usianya dibandingkan Phenex pun tertinggal beberapa tahun. Namun, dengan penambahan perlengkapan-perlengkapan khusus, sekaligus baju kokpit istimewa yang berbasis material psychoframe, Jona bisa agak mengimbangi performa Phenex.

Phenex ditampilkan sebagai MS yang sangat OP. MS ini seakan tak terkejar, bahkan bila dibandingkan dengan Unicorn dan Banshee. Warnanya emas secara menyeluruh, dan menggunakan dua funnel mirip ekor/sayap yang berfungsi sebagai remote weapon. Desain MS ini sebenarnya cukup lama telah diperkenalkan dalam berbagai material sampingan. MS ini bahkan sempat muncul sebagai lawan antagonis dalam animasi CG pendek untuk Reconguista in G.

Sinanju Stein yang akan digunakan Zoltan kudengar adalah prototipe MS Sinanju yang digunakan Full Frontal di Gundam Unicorn. Lebih banyak soal itu mending aku ulas sesudah melihat episodenya secara lengkap.

Selebihnya, masih agak susah menebak arah ceritanya.

Cerita anime ini kudengar berbeda drastis dibandingkan di novelnya. Anime Gundam Narrative berlatar setahun penuh sesudah Gundam Unicorn, misalnya. Sedangkan novel “Phoenix Hunting” berlatar menjelang akhir penyelesaian cerita. Jona bahkan hanya menggunakan MS produksi massal Stark Jegan dalam novel, dan karakter Michelle bahkan sama sekali tak ada.

(Edit: ternyata novelisasi untuk Gundam Narrative sudah dibuat! Jadi ada versi novel lain lagi!)

Senkou

Pengumuman berikutnya yang mengejutkan, yang sempat di-tease dalam acara presentasi, dan juga sempat diindikasikan lewat kemunculan MS Gustav Karl (penerus MS produksi massal Jegan) di episode-episode terakhir Gundam Unicorn, adalah produksi Mobile Suit Gundam: Hathaway’s Flash. Ini merupakan seri baru lagi yang akan dibuat dalam format tiga film layar lebar.

Yang membuat ini mengejutkan adalah karena proyek ini diadaptasi dari novel Senkou no Hathaway yang dikarang sendiri oleh Tomino-san. Novel itu, pada dasarnya, merupakan sekuel novel CCA yang beliau buat. Meski begitu, latar belakangnya agak rumit…

Jadi, sempat ada dua (beberapa?) versi novel dari film layar lebar Char’s Counterattack. Yang pertama adalah novelisasi animenya (yang dipenai oleh Tomino juga). Lalu, yang kedua adalah Beltorchika’s Children (pertama diterbitkan dari 1989-1990). Novel kedua ini yang konon merupakan versi cerita orisinil yang punya banyak perbedaan dibandingkan animenya.

Perbedaan-perbedaan tersebut di antaranya:

  • Amuro di versi ini menggunakan MS Hi-Nu Gundam, pengembangan Nu Gundam. MS ini yang digunakan dalam klimaks cerita untuk menghentikan jatuhnya Axis.
  • Char di versi ini menggunakan MS Nightingale yang merupakan pengembangan dari Sazabi. Seperti kasus Amuro, MS ini yang digunakan dalam klimaks saat Axis jatuh.
  • Pacar Amuro yang diperkenalkan di Zeta Gundam, Beltorchika Irma, menggantikan peran Chen Agi dalam versi ini. Beltorchika (yang juga sempat tampil di Gundam Unicorn) bahkan dikisahkan tengah mengandung anak Amuro.
  • Di versi ini, karakter antagonis Quess Paraya tewas tak sengaja saat melindungi Char, berbeda dengan nasibnya di CCA.

Nah, versi novel Hathaway’s Flash ini semacam sekuel dari Beltorchika’s Children. Jadi, bukan sekuel anime Char’s Counterattack yang lebih banyak dikenal.

Berlatar di UC 105, novelnya sendiri mengetengahkan putra kapten kapal induk legendaris Bright Noa dan Mirai Yashima, Hathaway Noa. Hathaway pertama diperkenalkan di Zeta Gundam kemudian menjadi salah satu karakter utama di CCA.

Hathaway, yang kini dewasa, dikisahkan telah menjadi ahli botani. Pekerjaannya menuntut ia bolak-balik antara koloni-koloni luar angkasa dan Bumi. Diam-diam, ia masih saja dihantui kematian Quess Paraya. Kematian Quess yang tak sengaja disebabkannya itu secara ironis telah membuat Hathaway dipandang sebagai pahlawan. Karena tuntutan pekerjaan, Hathaway lalu bisa melihat sendiri ketimpangan kualitas hidup antara penduduk Bumi dan luar angkasa.

Pemerintahan Federasi dalam cerita ini digambarkan sudah benar-benar korup. Bahkan sering ada esktradisi orang-orang yang menentang kebijakan Federasi agar dipekerjakan sebagai penambang di luar angkasa.

Cerita dibuka dengan perkenalan Hathaway dengan dua sesama penumpang, dalam pesawat yang tengah dibajak teroris. Pertama adalah perwira militer Kenneth Sleg. Kedua adalah seorang perempuan Newtype (sekaligus simpanan seorang pengusaha) bernama Gigi Andalusia. Teroris tersebut berasal dari organisasi Mufti (atau Mafty) yang menentang pemerintahan Federasi Bumi. Organisasi baru tersebut dipimpin oleh sosok misterius Mufti Nabiyu Erin.

Yang tak orang-orang tahu: Mufti tersebut tak lain adalah Hathaway sendiri.

Pertemuan ini menandai awal mula persaingan Hathaway dengan Kenneth. Sesudah insiden pembajakan itu, Kenneth diangkat menjadi komandan kesatuan khusus Circe yang ditugaskan menumpas Mufti.

Gigi menjadi semacam karakter yang terjebak di tengah mereka. Gigi terlibat dalam Circe karena visi-visi masa depan yang diperolehnya berguna dalam membaca manuver Mufti. Di sisi lain, Gigi juga merasakan simpati dan ketertarikan kuat terhadap pemimpin organisasi misterius ini.

Seri ini memiliki nuansa suram dan dewasa dengan pemaparan Hathaway sebagai penjahat. Seri ini terutama dikenal karena akhir cerita yang sangat tragis. Hathaway akhirnya tertangkap Federasi dan dijatuhi hukuman mati tanpa pengadilan oleh ayahnya sendiri, sebelum Bright sadar yang tertangkap itu siapa. Cerita berakhir dengan bagaimana Kenneth, muak dengan segala kebusukan Federasi, akhirnya menyatakan niatnya pada Gigi untuk memulai organisasi Mufti buatannya sendiri.

Menilai tema-tema yang diangkatnya, menurutku wajar bila novel ini menjadi salah satu favorit Fukui-sensei.

Dalam novel, Hathaway menggunakan Xi Gundam, prototipe MS keluaran terakhir dari Project Zeta. Sementara saingannya, perwira federasi berangasan Lane Aime, menggunakan Penelope Gundam yang merupakan MS pendahulunya. Kedua MS ini menarik karena menggunakan teknologi mengapung Minovsky Craft (yang terakhir kita lihat telah digunakan pada kapal-kapal induk di seri Reconguista in G), lengkap dengan berbagai persenjataan remote dan beam.

Hal lain yang membuat menarik adalah desain mekanik keduanya yang dirancang Moriki Yasuhiro, mangaka dari seri super robot dewasa Hades Project Zeorymer. Beliau dikenal dengan motif badan mecha lancip khas beliau. Terus terang, aku penasaran bakal kayak gimana bentuk MS-nya dalam wujud animasi nanti.

Detil-detil cerita di filmnya nanti dijamin bakal beda dari novelnya. Kayaknya filmnya akan dibuat agar nyambung dengan apa yang terjadi di anime CCA. Satu perbedaan yang jelas adalah gimana anime Hathaway’s Flash diumumkan akan berlatar di UC 0103, dua tahun sebelum latar cerita di versi novel.

Selain itu, kurasa elemen-elemen ceritanya juga akan dibikin nyambung juga dengan apa yang nanti terjadi di Gundam Narrative.

Abad yang Baru

Melengkapi Gundam F91 dan V Gundam, kira-kira bakal ada apa saja di abad baru linimasa UC?

Agak susah bilangnya.

Sejauh ini, kita cuma tahu bahwa Twilight Axis nyambung dengan latar cerita F91 (dengan mengenalkan nama-nama yang kelak mendirikan faksi Crossbone Vanguard). Lalu, masa-masa ini banyak menyorot masa-masa keruntuhan Federasi Bumi. (Selain itu, gagasan manipulasi waktu yang Fukui-san usulkan masih menuai tanda tanya besar bagi penggemar.)

Selain yang di atas, juga sempat ada teaser untuk Gundam Unicorn 2 (!) yang akan berlatar di UC 0104. Lebih jauh soal infonya jelas belum ada, tapi itu indikasi bahwa sebuah gagasan cerita telah ada di kepala Fukui-san.

Selebihnya, rentang waktu ini baru disorot lewat rangkaian seri komik Mobile Suit Crossbone Gundam karya Hasegawa Yuichi. Seri sekuel Gundam F91 ini punya basis penggemar lumayan kuat (dan sudah lama diharapkan bakal diangkat jadi anime). Elemen-elemen cerita Mobile Suit Crossbone Gundam: Steel 7 nyambung dengan elemen-elemen cerita V Gundam lewat perkenalan awal mula teknologi sayap cahaya. Kelanjutannya, Mobile Suit Crossbone Gundam: Ghost, bahkan berlatar di rentang waktu yang sama dengan V Gundam, dengan tampilnya Kekaisaran Zanscare sebagai antagonis. Rilisan terbaru saat ini aku tulis, yakni Mobile Suit Crossbone Gundam: Dust, bahkan berlatar lebih jauh lagi, yaitu sekitar 15 tahun sesudah V Gundam, menjadikannya cerita paling jauh dalam linimasa UC saat ini.

Kayak biasa, kalau aku udah kesampaian nonton, aku janji bakal menulis sesuatu tentang Gundam Narrative.

Rekomendasi Game Untuk Penggemar Genre Isekai

Beberapa hari lalu, ada pembaca yang mengajukan pertanyaan menarik. Dia tanya game apa saja (kalau bisa, RPG) yang memberikan nuansa yang sama dengan yang ada di cerita-cerita isekai. Di luar dugaan, aku perlu mikir agak lama sebelum menjawab.

Sesudah menjawab selintas, aku putuskan untuk sekalian saja membuat postingan yang membahas soal ini. Berikut aku jelasin dulu pertimbangan-pertimbangan yang aku ambil. Kemudian, baru di bawahnya aku kasih daftar game beserta alasannya.

Semua game di daftar ini adalah game-game yang pernah aku coba sendiri. Jadi, pasti ada banyak game di luar sana yang memenuhi kriteria, tapi enggak tercantum karena belum pernah aku coba.

Kebanyakan game juga adalah game lama. Jadi, kalau kalian enggak punya duit, kalian bisa mencobanya lewat program-program emulator yang sisi legalnya masuk ranah abu-abu. 

Kriteria-kriteria yang aku pilih (elemen-elemen yang lazim ditemukan dalam seri-seri genre isekai) antara lain:

  1. Adanya konflik klasik kebaikan melawan kejahatan. (Mis. ada Demon Lord/Maou/Penjahat Besar yang sejak awal harus dihadapi di dalamnya.)
  2. Memberikan fitur kustomisasi tinggi ke pemain. (Mis. adanya banyak pilihan ability, kemungkinan untuk membuat karakter kita OP sejak awal, dsb.)
  3. Menghadirkan dunia yang menarik untuk dijelajah. (Mis. karena tempat, situasi, atau penduduk setempat, dsb.)

Akan ditambahkan dan dilengkapi berkala.

Daftar Untuk Alasan 1 (Good vs Evil)

  • Seluruh game utama Dragon Quest (Alasan: semua judul memiliki tokoh antagonis yang kita telusur dan harus dikalahkan. Kombinasi dunia dan cerita yang seru, perasaan kuat menjadi pahlawan yang berkeliling dan berjuang untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan. CATATAN: masing-masing memerlukan komitmen waktu yang lumayan.)
    • Dragon Quest (Paling pertama. Sangat simpel, dengan hanya satu karakter yang dimainkan, tapi dengan jalur quest yang agak ribet. Durasi pendek.)
    • Dragon Quest II (Sangat disarankan dimainkan sesudah DQ I karena ceritanya nyambung. Durasi sedang, tapi memiliki nuansa open world yang bisa agak menyulitkan. Kita memainkan tiga karakter.)
    • Dragon Quest III (Game legendaris. SANGAT disarankan dimainkan sesudah DQ I dan DQ II karena ceritanya nyambung.)
    • Dragon Quest IV (Simpel. Bisa langsung dimainkan. Cerita memuaskan dengan banyak karakter dan sudut pandang.)
    • Dragon Quest V (Game legendaris. Punya cerita sangat memuaskan.)
    • Dragon Quest VI (Memiliki penambahan fitur paling banyak, yang termasuk di dalamnya sistem Job. Kita bisa mengembangkan karakter-karakter kita dengan cara berbeda, dengan hasil mengejutkan.)
    • Dragon Quest VII (JRPG dengan durasi TERPANJANG sampai saat ini. Sekitar 120 jam dengan waktu bermain normal. TIDAK disarankan kecuali kalian sudah benar-benar jadi penggemar DQ.)
    • Dragon Quest VIII (Mulai modern. Termasuk bagus, tapi dengan feel agak beda dibandingkan yang lainnya.)
    • Dragon Quest IX (Game dengan feel beda lain karena menonjolkan multiplayer. Kurang memuaskan, tapi unik. Judul pertama yang tidak menggunakan random encounter.)
    • Dragon Quest X (Game online. Masih hanya di Jepang. Kabarnya memuaskan.)
    • Dragon Quest XI (Game modern berikutnya. Kabarnya sangat bagus. Memiliki kaitan cerita dengan tiga game pertama.)
  • Lufia and the Fortress of Doom (Alasan: konflik melawan para Sinistral yang dikisahkan sangat super. Simpel, SANGAT sederhana, tapi menampilkan ide-ide menarik.)
  • Grandia II (Alasan: perburuan potongan-potongan tubuh dewa jahat yang mengkorup manusia. Perkembangan karakter sangat berkesan. Banyak latar tempat unik.)
  • Breath of Fire (Alasan: melawan kekaisaran jahat yang menghancurkan negeri kita. Petualangan simpel dan generik, tapi tokoh utama kita bisa berubah menjadi naga!)
  • Breath of Fire II (Petualangan yang lebih gelap dari dugaan, tamat yang memukau untuk zamannya, DITAMBAH lagi tokoh utama yang bisa berubah menjadi naga.)
  • Final Fantasy (Alasan: melawan Four Fiends yang telah mengacaukan dunia di tempat-tempat berbeda. Simpel dan berdurasi pendek, tapi punya elemen penjelajahan berkesan.)
  • Final Fantasy II (Alasan: bergabung dalam pemberontakan untuk melawan Kekaisaran Palamecia yang jahat. Cerita penuh pengorbanan. Berdurasi pendek. Sistem pertempuran yang berbeda sendiri.)
  • Final Fantasy III (Alasan: perjuangan mengejar Zande, penyihir yang diduga telah menenggelamkan dunia. Mengenalkan sistem job yang unik. Memiliki pengenalan dunia yang menarik. Terbilang menantang.)
  • Final Fantasy IV (Alasan:hadirnya Golbez, sosok misterius yang telah merusak kehidupan para tokoh utama. Salah satu JRPG pertama ceritanya punya karakterisasi yang ‘jadi.’ Terbilang menantang.)
  • Shining Force (Alasan: konflik melawan sosok Darksol yang misterius, serta hubungan tersembunyi si antagonis dengan si tokoh utama. Pertemuan dengan banyak orang di berbagai latar. Game strategi dengan sistem permainan sederhana, tapi dirancang dengan apik.)
    • Shining Force: Resurrection of the Dark Dragon (Remake dengan tambahan karakter dan bab cerita baru.)
  • Shining Force II (Alasan: perjalanan lintas dunia untuk mencegah kebangkitan dewa jahat. Perkenalan dengan sosok-sosok berkuasa di tanah asing. Secara permainan, hampir identik dengan game pertama.)
  • Shining Force III (Alasan: TIGA tokoh utama dengan pasukan masing-masing mengejar kebenaran di balik perang dua negara yang ternyata didalangi pengikut dewa jahat. Menarik karena interaksi para karakter utama dengan orang-orang di sekeliling mereka.)
  • Wild Arms (Alasan: perjuangan melawan kaum Metal Demons yang kembali bangkit di tengah dunia di ambang kehancuran. Pemaparan dunia dan isinya SANGAT berkesan. Hubungan dinamis para tokoh utama dengan para antagonis juga benar-benar menarik.)
  • Phantasy Star IV (Alasan: perjalanan melintasi tiga planet futuristis untuk mengejar tokoh antagonis. Menarik lebih karena perkembangan situasi antar karakter dalam ceritanya.)

Daftar Untuk Alasan 2 (Kustomisasi)

  • Final Fantasy V (Alasan: Job system. Game pertama yang memungkinkan kemajuan yang diperoleh di satu job tertentu terbawa saat kita menggunakan job lain. Kita bisa menemukan kombinasi-kombinasi tertentu yang bisa mengalahkan boss dengan gampang. Karakterisasinya biasa saja, tapi petualangan panjangnya melewati tiga dunia sangat berkesan.)
  • Final Fantasy VII (Alasan: sistem Materia. Menawarkan pilihan ability yang SANGAT banyak dan unik dengan banyak kombinasi praktis, dikombinasikan dengan senjata yang kita gunakan. Dunia fantasi modern yang memukau dan mendorong kita menjelajah. Game LEGENDARIS. Game yang patut disebut karena ketiga kriteria sekaligus. Sangat keren dengan karakter dan cerita berkesan.) 
  • Final Fantasy VIII (Alasan: sistem Junction. Menghubungkan kuantitas sihir yang telah kita peroleh dengan salah satu parameter karakter dan meningkatkan angkanya. Sekilas rumit, tapi memungkinkan karakter-karakter yang SANGAT kuat di awal cerita, apalagi bila dikombinasikan dengan mini game permainan kartu. Sistem diimbangi dengan musuh-musuh yang level up bersama kita. Memiliki cerita dan karakterisasi yang sangat tidak lazim.)
  • Star Ocean (Alasan: sistem Skill Point yang memungkinkan kreasi Item. Kurang direkomendasikan karena kurang seimbang di segi permainan serta cerita, tapi patut dicoba karena latar sains fiksinya. Memiliki konsep karakter dan dunia yang agak aneh.)
  • Star Ocean 2 (Alasan: sistem Skill Point yang memungkinkan kreasi Item, yang sudah lebih matang dibandingkan pendahulunya. Sistem ini lebih rumit dari dugaan, dan memungkinkan karakter kita melakukan sejumlah ‘trik dagang’ untuk memperoleh peralatan-peralatan kuat di manapun kita berada. Memiliki banyak cerita selingan yang tak terduga.)
  • Valkyrie Profile (Alasan: sistem Skill Point yang memberikan berbagai kemampuan aktif dan pasif baru dalam pertempuran. Memukau karena sistem pertempuran yang berbasis kombinasi serangan. Memiliki rancangan dunia/cerita yang muram, tapi sangat indah. Melibatkan perseteruan dewa-dewa.)
  • Wild Arms 2nd Ignition (Alasan: setiap karakter utama mengembangkan kemampuan dengan cara berbeda. Di samping itu, memiliki sistem Skill Point fleksibel untuk kemampuan-kemampuan pasif. Memiliki fitur pengenalan boss yang dramatis.)
  • Final Fantasy Tactics (Alasan: Job System yang serupa dengan FF V, tapi jauh lebih ekspansif dalam genre strategi. Memiliki latar dunia pertengahan yang menarik serta cerita jalinan cerita yang brilian. Sistem perkembangan karakter yang menantang, tapi sangat memuaskan.)
    • Final Fantasy Tactics: War of the Lions (Remake dengan perbaikan naskah, penambahan karakter, serta penambahan bagian cerita baru.)
  • Final Fantasy Tactics Advance (Alasan: Job System dengan sistem pembelajaran ability yang berbasis equipment. Kurang memuaskan bila dibandingkan FFT, tapi punya latar dunia fantasi yang menarik.)
  • Vagrant Story (Alasan: sistem crafting senjata. Asalkan bersabar dan mau memahami sistemnya, bisa menciptakan senjata-senjata yang mematikan untuk setiap jenis musuh. Cerita bernuansa Abad Pertengahan dengan cerita muram dan sistem pertempuran dramatis.)
  • Path of Exile (Implementasi Skill Tree yang SANGAT luas., mengasyikkan bagi yang suka menjelajahi kemampuan baru.)

Daftar Untuk Alasan 3 (Dunia)

  • Chrono Trigger (Adanya fitur perjalanan waktu. Perkembangan dunia dari zaman prasejarah sampai kiamat di masa depan sangat berkesan. Game legendaris.)
  • SaGa Frontier 2 (Fitur penjelajahan kejadian-kejadian berbeda dalam sejarah. Kita meninjau karater-karakter di berbagai titik geografis berbeda pada rentang masa berbeda pula. Dunia bernuansa Abad Pertengahan dan sihir yang yang mengalami titik balik karena penemuan cara pengolahan baja. Grafis SANGAT indah yang bagai digambar tangan. Sistem pertempuran tidak biasa. Cerita agak sedih.)
  • Lunar: The Silver Star Story Complete (Alasan: perjalanan untuk menjadi kaya berujung menjadi perjalanan mencari naga-naga kuno untuk menjadi Dragon Master baru! Memiliki karakter-karakter utama berkesan dan interaksi dengan dunia yang bagus. Memiliki banyak latar tempat yang indah dan imajinatif. Desain pakaian para karakter keren. Cerita romantis yang menyentuh.)
  • Lunar 2: Eternal Blue Complete (Alasan: serupa dengan game pertama, tapi tidak persis sama karena berlatar 1000 tahun sesudahnya. Sekilas kurang memuaskan dibandingkan pendahulunya, tapi…)
  • Grandia (Alasan: semangat petualangan dan penjelajahan dunia baru yang ditonjolkan dalam cerita. Memiliki karakter-karakter utama yang terbilang berkesan.)
  • Breath of Fire III (Alasan: dari hutan kecil sampai menyebrangi lautan untuk mengunjungi sisa-sisa peradaban yang sudah hancur. JRPG langka yang motivasi para karakternya sepenuhnya dilandasi kepentingan pribadi. Memiliki sistem perubahan wujud menjadi naga yang benar-benar keren.)
  • Breath of Fire IV (Alasan: latar dunia oriental eksotis yang terpisahkan oleh lautan lumpur. Memiliki keunikan di jalan cerita yang juga tidak biasa. Memiliki kelemahan di perkembangan karakter kurang seimbang. Memiliki sistem pertempuran berbasis kombinasi serangan yang apik.)
  • Tales of Phantasia (Cerita menjelajahi masa kini, lalu ke masa lalu, lalu ke masa depan, untuk mengejar tokoh antagonis Daos. Dunia penuh warna dengan banyak pengaruh mitologi Norse.)
  • Tales of Destiny (Petualangan lintas dunia yang berkaitan dengan peninggalan pedang-pedang pusaka yang bisa berbicara. Dunia terasa sangat ‘jadi.’ Banyak karakter NPC yang berkepribadian.)
  • Tales of Eternia (Latarnya dua dunia terasing yang terancam saling bertabrakan. Setting tak sememuaskan pendahulunya, tapi memiliki banyak elemen penjelajahan kapal dan ide-ide lain yang menonjol.)
  • Phantasy Star (Latar tiga planet yang benar-benar unik. Sangat modern untuk zamannya.)
  • Arc the Lad III (Alasan: Hunter’s Guild. Kita bisa menerima berbagai pekerjaan serius atau konyol di guild dan meningkatkan status kita. Interaksi yang kita jalani di tiap kota terbilang berkesan.)
  • Legend of Heroes: Trails in the Sky (Alasan: sistem Guild juga. Memiliki rancangan dunia yang terkesan generik, tapi sebenarnya sangat apik. Memiliki awal cerita agak lambat, tapi dengan perkembangan menghanyutkan. SEMUA karakter NPC berkepribadian!)
  • Final Fantasy XII (Punya dunia yang terasa luas dengan banyak pemandangan indah dan variatif, dengan banyak misi perburuan monster. Punya latar cerita yang sebenarnya bagus, tapi kurang tersampaikan secara baik.)
  • Legend of Mana (Penggambaran dunia ajaib yang sangat variatif bagaikan digambar tangan. Sayang pertempuran agak terlalu mudah.)
  • Seluruh game utama Suikoden (Alasan: banyaknya negara di latar cerita, banyaknya tokoh dan kepentingan dari berbagai ras dan latar belakang.)
    • Suikoden (Simpel, mudah dituntaskan, sekaligus memuaskan.)
    • Suikoden II (Berlatar sesudah yang pertama, tapi tak terlalu berhubungan. Dapat dimainkan sebelumnya. Penambahan signfikan terhadap fitur permainan, meski masih punya banyak kekurangan. Untuk memperoleh tamat sempurna, disarankan membuka guide.)

Darling in the Franxx

Kehilangan tujuan hidup itu menakutkan.

Mungkin itu enggak kebayang kalau kalian masih remaja. Tapi, jujur, itu suatu hal yang mengerikan.

Kehilangan tujuan hidup berujung pada retaknya identitas.

Retaknya identitas berujung pada hilangnya makna/arti keberadaan.

Bila tak berarti, kau tak lagi diperlukan.

Kalau kau tak diperlukan, kau ada atau enggak, enggak ada bedanya.

Kau hidup atau mati, enggak ada bedanya.

Kau tiba-tiba mati pun tak apa-apa.

Pikiran yang berlangsung itu kira-kira kayak gitu. Itulah alasan kenapa kasus-kasus PHK dan tuna wisma (terutama di luar negeri) bisa menjadi musibah besar. (Dan disusul kasus-kasus bunuh diri.)

Darling in the Franxx adalah anime yang dengan apik sempat berhasil memaparkan soal kehilangan tujuan hidup.

Darling in the Franxx merupakan proyek anime mecha drama romansa orisinil, diproduksi lewat kolaborasi Studio Trigger dan CloverWorks. (Sebelumnya, A-1 Pictures; studio cabang A-1 Pictures yang menangani seri ini berubah status menjadi independen di pertengahan masa produksi.) Berjumlah total 24 episode dan ditayangkan dalam dua cour, seri ini lumayan menarik perhatian (kontroversial) pada paruh awal 2018.

Sutradara Darling in the Franxx adalah Nishigori Atsushi (sebelumnya dikenal lewat IDOLM@STER). Naskahnya dikerjakan Nishigori-san barengan bersama Hayashi Naotaka, Ohtsuka Masahiko, Yamazaki Rino, dan Seko Hiroshi (secara bersama menggunakan nama Code:000). Musiknya ditangani Tachibana Asami.

Ada adaptasi manga juga, dengan kualitas lebih bagus dari dugaan, yang dibuat Yabuki Kentaro (mangaka To-Love-Ru!). Ada juga manga lepasan 4-kotak bergenre komedi yang dibuat oleh Mato.

Karena keberhasilannya memaparkan soal kehilangan tujuan hidup di awal cerita, aku langsung merasa bahwa kayak gimanapun hasilnya ntar, Darifura pasti punya ‘sesuatu’ yang bagus.

Aku enggak salah sih.

Tapi, bagus enggaknya seri ini ternyata lumayan patut diperdebatkan.

Selain soal pemaparan temanya, lagu pembukanya, “Kiss of Death”, yang dinyanyikan Nakashima Mika, ngemunculin nuansa yang jarang kamu temuin di anime-anime lain. Secara mencolok, lagu itu diproduksi Hyde. Hyde adalah musisi Jepang ternama yang menjadi pentolan band L’Arc-en-Ciel. Perlu kuakui, sebagian daya tarik seri ini juga berasal dari lagu tersebut.

Jadiiiii, meski mengangkat tema demikian, berhubung Studio Trigger yang memproduksi, pasti ada elemen komedi mirip kartun khas mereka ‘kan? Elemen komedinya itu ada, tapi itu dibarengi dengan porsi drama yang sangaaaat banyak.

Kalau boleh jujur, sewaktu Darifura pertama diumumkan di panel AX 2017, kebanyakan pemerhati tak yakin bagaimana harus bereaksi. Di satu sisi, isu yang diangkat itu kayaknya serius. Di sisi lain, mengenal kecendrungan Trigger, kita sebagai fans juga pengen teriak, “Kalian tuh serius enggak sih?!”

Kesan meragukan tersebut ternyata tetap bertahan bahkan sesudah seri ini tayang.

Sangkar Burung

Darifura dibuka dengan perkenalan terhadap Hiro.

Hiro, yang secara resmi dikenal dengan nama Code:016, adalah anak remaja yang merupakan satu dari sekian banyak anak Parasite yang hidup dan dibesarkan bersama. Anak-anak Parasite diindikasikan tercipta melalui proses rekayasa genetik (jadi, bukan dilahirkan secara alami). Bersama, mereka dibesarkan di suatu instansi rumah taman bernama Mistilteinn.

Di awal cerita, Hiro sedang memikirkan nasibnya karena gagal dalam suatu ujian yang instansi berikan. Sementara, semua temannya yang lain lulus.

…Agak, susah menceritakan detilnya.

Pokoknya, adegan pembuka ini, yang secara puitis memaparkan perasaan Hiro, kayak bisa mengingatkan kamu sama sejumlah hal berbeda, tergantung kamu orang yang kayak gimana (makanya, anime ini berakhir jadi sesuatu yang kontroversial). Tren ini berlanjut di sepanjang seri (baik dalam arti baik maupun buruk). Maka dari itu, terlepas dari apa kau bisa menyukainya atau enggak, Darifura tetap bisa berakhir jadi sesuatu yang berkesan.

Meski galau dan bimbang, di permukaan, Hiro terbilang tenang. Dia sangat tenang dan tetap sopan. Dia tak marah. Dia tak meledak-ledak. Dia hanya… sangat kecewa, mungkin? Jadinya, dia secara halus menolak simpati teman-temannya, dan kemudian memutuskan untuk menyendiri. Sehingga, walau kita belum terlalu kenal Hiro, ada nuansa manusiawi (yang di awal) lumayan berhasil dipaparkan.

Pemaparan psikologis dan suasananya itu keren.

Mirip gaya arahan di Neon Genesis Evangelion.

Hiro ingin menyendiri. Kemudian, di tengah hutan, dia kebetulan berjumpa sesosok gadis lebih tua berambut pink bernama Zero Two. Lalu, dari sanalah, cerita ini berjalan.

Singkat cerita, latar Darifura adalah dunia pasca bencana di mana tanah di seluruh dunia kering kerontang. Umat manusia hanya bisa hidup dalam kota-kota besar berkubah yang terus berpindah bernama Plantation.

Plantation bergerak dengan mengandalkan sesuatu yang disebut magma energy. Namun, untuk bisa menggunakan magma energy, umat manusia harus berhadapan dengan makhluk-makhluk buas yang disebut Klaxosaur (Kyoryuu).

Di sinilah anak-anak Parasite itu berperan.

Untuk menghadapi Klaxosaur, yang dapat diandalkan hanyalah mecha-mecha raksasa Franxx (yang nyata-nyata digambarkan lebih mirip perempuan raksasa ketimbang mesin). Franxx ini hanya bisa dikemudikan berpasangan oleh anak-anak Parasite, seperti Hiro dan kawan-kawannya.

Karena gagal dalam ujian kelulusan penentuan untuk bisa memiloti Franxx ini, Hiro—yang sebelumnya dipandang sebagai murid paling berpotensi di antara teman-temannya—menjadi merana. Hiro tak bisa mencapai tingkat sinkronisasi yang dibutuhkan dengan partnernya, Naomi (Code:703) untuk bisa mengendalikan Franxx. Karena dinilai gagal, keduanya akhirnya mau dikesampingkan dan “dipindahkan” ke luar Plantation.

Namun, sesudah bertemu Zero Two, dan ada Klaxosaur tiba-tiba menyerang, Hiro ternyata terbukti masih bisa memiloti Franxx, asalkan partnernya adalah Zero Two.

Situasipun berubah.

Keputusan Hiro untuk dipindahkan dari Mistilteinn pun tertunda.

Penyebabnya, yang sekaligus jadi akar masalah utama seri ini, adalah bagaimana kemudian terungkap juga bahwa dari pengalaman lalu-lalu, siapapun yang berpartner dengan Zero Two sebagai pilot Franxx pada akhirnya akan tewas lebih awal dari waktunya.

Itu nasib agaknya akan kelak dialami Hiro juga bila bersikeras berpartner dengan Zero Two.

Mati Dengan Arti Lebih Baik Ketimbang Hidup Tanpa Arti

Membahas soal teknis dulu (karena itu yang paling gampang diangkat), presentasi Darifura benar-benar keren. Kalau menilai dari key visual-nya saja memang enggak terlalu kelihatan. Apalagi, dengan gaya desain karakter yang dipakai. Tapi, kalau melihatnya dalam bentuk animasi, Darifura memiliki visual apik dengan pemilihan warna yang selalu pas. Desain karakternya simpel, tapi dengan kuat menunjukkan identitas masing-masing karakter sekaligus beragam ekspresi mereka.

Kerasa bagaimana ada banyak simbolisme ditampilkan dalam adegan-adegannya, yang sekali lagi, mengingatkan pada anime-anime psikologis lawas dari Gainax (yang menjadi awal mula Trigger), macam Neon Genesis Evangelion atau Kareshi Kanojo no Jijou. Baik dalam nuansa warnanya, penataan audionya, dan sebagainya. (Tapi, tidak sampai kayak di Shoujo Kakumei Utena.)

Saking udah lamanya enggak ada lagi anime (mecha) psikologis kayak begini, aku seriusan susah mengatakan Darifura sebagai anime yang jelek.

Mengecewakan? Mungkin iya.

Aneh? Agak mesum? Jelas!

Tapi jelek? Kayaknya enggak.

Salah satu hal berkesan dari presentasi Darifura adalah pada bagaimana pada adegan-adegan dramatis tertentu, visualnya akan mendadak berubah jadi layar lebar gitu. Bagian atas dan bawahnya dipotong, sehingga cakupan pandangan kita dipersempit secara vertikal dan diperlebar secara horizontal. Efeknya secara emosional benar-benar keren. Terutama dengan beragamnya tema yang seri ini berusaha angkat.

Tema-tema Darifura setahuku meliputi:

  • Soal menjalani hidup panjang tanpa makna atau menjalani hidup pendek dengan makna.
  • Soal menerima kenyataan dan keikhlasan melepas hubungan masa lalu.
  • Soal makna peradaban manusia.
  • Soal membesarkan anak dan makna punya keturunan.
  • Soal seksualitas dan mengenal lawan jenis.
  • Soal pelampiasan amarah bila masa lalu kamu enggak enak, dsb.

Sayangnya, meski sangat apik menghadirkan hal-hal tersebut per episode, dalam gambaran besarnya, Darifura kurang berhasil menyatukan itu semua. Jadinya, Darifura di akhir berkesan kayak proyek yang enggak benar-benar jelas mau tentang apa. Ini terjadi meski berhasil memaparkan semua temanya secara baik (dan bahkan sampai berulangkali menuai kontroversi dan meme segala).

Namun, kalau membayangkan apa yang seri ini berhasil capai, menurutku ini tetap seri yang berhasil kok. Maksudku, sangat jarang ada anime kolaborasi dua studio yang berakhir sebagus ini. (Terlepas dari sejumlah penundaan yang episode-episodenya alami.)

Di samping itu, dengan luasnya cakupan tema yang ada, seakan sudah terjamin sejak awal bahwa akhir ceritanya memang takkan memuaskan.

Dalam perkembangannya, cerita Darifura tak lagi seputar hubungan antar karakter dan rahasia-rahasia yang tersembunyi dari permukaan. Temanya pada suatu titik berubah jadi soal serangan alien! Semua drama dan kegalauan soal cinta dan persahabatan di paruh awal tergantikan dengan kegentingan soal serbuan alien! (Dalam hal ini, ras luar angkasa spiritual VIRM yang dikisahkan pernah menyerang bumi di masa lalu.)

Maksudku, memang ada misteri-misteri yang jadinya terjawab. Tapi, tetap saja, itu jadinya luar biasa aneh ‘kan? Hanya saja, berhubung cerita Darifura memang sudah aneh sejak awal, kita tak jadi benar-benar kaget.

Malah, aku lebih kaget dengan kenyataan bagaimana ceritanya berakhir dengan semacam penghormatan terhadap Gunbuster—anime mecha klasik Gainax yang lain, terkenal karena memaparkan satu robot raksasa di luar angkasa yang melawan sepasukan alien di tempat yang sangat jauh dari Bumi—ketimbang memberikan tamat membingungkan khas Gainax (Gainax Ending) ala seri TV Neon Genesis Evangelion.

Argh. Aku udah ngomong kepanjangan.

Intinya, susah untuk diskusi soal Darifura secara adil. Mungkin kalian suka. Mungkin kalian benci. Potensinya luar biasa besar di awal, tapi semua berakhir dengan… yah, aneh.

Burung-burung Bersayap Satu

Berlanjut ke soal mecha.

Kita tak bisa membahas soal mecha-mecha Darifura tanpa membahas soal para karakternya.

Alasannya karena… uh, ini juga jadi salah satu poin konrtoversial seri ini.

Untuk memiloti, para cewek seakan harus ‘menyatu’ dengan mecha Franxx dan kemudian baju pilot mereka menjadi antarmuka kendali(!) bagi para cowok dalam kokpit sempit yang sama. Pokoknya, jadinya ada kesan benar-benar mesum (karena buat mengendalikan Franxx, para pilot cowok jadi harus memegang pegangan di pantat partner cewek mereka), sekalipun para karakternya dikisahkan sangat awam seputar seks.

Kukatakan saja.

Seluruh perkembangan karakter yang Hiro alami, dengan mechanya sebagai metafora, bahkan bisa dilihat sebagai alegori seorang cowok yang mengalami disfungsi ereksi dan mendapati diri jadi hanya bisa berhubungan bersama seorang cewek yang kelakuannya kurang baik.

Ya, JELAS SAJA jadi kontroversi!

Sayangnya, kalau kita mau mengesampingkan semua itu pun, aspek mecha Darifura sebenarnya tak bisa dibilang memuaskan. Menarik sih. Animasinya lumayan enak dilihat. Hanya saja, karena kesannya yang organik, yang suka visual-visual berbau permesinan akan kecewa berat terhadap seri ini.

Ditambah lagi, pertempuran-pertempuran dengan Klaxosaur, meski terkadang keren, kerap terkesan generik.

Klaxosaur digambarkan sebagai makhluk-makhluk abstrak dengan warna hitam atau biru. Mereka memiliki ‘inti’ yang harus bisa dihancurkan kalau mau dikalahkan.

Frekuensi pertempurannya cukup jarang. Kalaupun ada, sekali lagi, yang disorot lebih seputar dramanya, jadi seri ini kurang disarankan bila kalian meminati aksi. Terutama dengan bagaimana potensi untuk adegan-adegan aksi besar itu sebenarnya ada, tapi berakhir kurang tergali. (Meski kalau dibandingkan seri mecha ‘berat’ macam Gasaraki atau Patlabor, kurasa porsi aksinya tetap lebih banyak ini.)

Terlepas dari itu, mecha-mecha Franxx utama beserta para karakter yang mengendalikannya antara lain:

  • Strelizia, bermotif merah, bersenjatakan tombak raksasa berkawat Queen Pike. Dapat berubah menjadi wujud binatang berkaki empat saat pilot cowoknya tewas/pingsan. Dikemudikan oleh:
    • Hiro, Code:016, tokoh utama yang terkesan kosong karena merasa ada sesuatu yang hilang darinya jauh di masa lalu.
    • Zero Two alias Nine Iota, Code:002. Gadis bertanduk dan berambut pink yang liar dan di awal cerita, membenci sekelilingnya. Tengah mencari seseorang yang dia sebut sebagai darling-nya. (‘darling‘: salah satu panggilan sayang terhadap seseorang dalam Bahasa Inggris)
  • Delphinium, bermotif biru, menggunakan sepasang pedang pendek bernama Envy Shop. Berperan sebagai pemimpin pasukan. Dikemudikan oleh:
    • Ichigo, Code:015, gadis berambut pendek yang sebelumnya sangat dekat dengan Hiro, dan menjadi yang paling terpukul dengan kondisi Hiro sekaligus hubungan barunya dengan Zero Two.
    • Goro, Code:056, pemuda jangkung berkacamata yang baik hati dan merupakan teman terdekat Hiro. Diam-diam menyukai Ichigo, tapi menghormati perasaan yang Ichigo pendam terhadap Hiro.
  • Argantea, bermotif pink, mengutamakan kecepatan, bersenjatakan sepasang cakar pelindung tangan Night Claw. Dikemudikan oleh:
    • Zorome, Code:666, anak lelaki pendek dan berisik yang juga gegabah. Sangat kagum terhadap para orang dewasa di Plantation, terutama sosok bertopeng Papa yang membina mereka, dan berharap suatu hari bisa bergabung dengan mereka kelak.
    • Miku, Code:390, gadis berkuncir dua yang sedikit centil. Menganggap Zorome menyebalkan, tapi menerima partnernya apa adanya.
  • Genista, bermotif hijau gelap, dilengkapi lapisan pelindung berat, bersenjatakan bayonet artileri Rook Sparrow yang dapat menimbulkan kerusakan besar. Di awal cerita, dikemudikan oleh:
    • Futoshi, Code:214, anak gemuk yang sangat suka makan. Baik hati dan ceria. Sangat suka pada partnernya.
    • Kokoro, Code:556, lemah lembut dan feminin, cenderung perhatian terhadap orang lain. Menjadi orang pertama yang menyadari kejanggalan-kejanggalan tentang masa depan mereka.
  • Chlorophytum, bermotif ungu, ramping dan dikhususkan untuk pertempuran jarak jauh, bersenjatakan deretan peluncur Wing Span. Di awal cerita, dikemudikan oleh:
    • Mitsuru, Code:326, anak penyendiri yang berkesan tinggi hati. Pernah akrab dengan Hiro di masa lalu.
    • Ikuno, Code:196, perempuan berkacamata yang rapi dan tertutup. Memendam perasaan istimewa terhadap Ichigo.

Hiro dan kawan-kawannya diawasi keseharian dan pendidikannya oleh dua orang dewasa yang hanya dikenal dengan sebutan Nana (perempuan, ramah dan perhatian) serta Hachi (lelaki, pendiam, bersifat logis).

Nana dan Hachi melapor langsung kepada Dr Franxx, alias Werner Frank, ilmuwan legendaris pencipta Franxx sekaligus ahli di bidang magma energy.

Lalu, seiring perkembangan cerita, terungkap berbagai hal tak biasa tentang Hiro dan kawan-kawannya, bahkan dalam ranah dunianya sendiri.

Keunikan mereka semakin kentara sesudah diperkenalkan anak-anak dari kesatuan-kesatuan lain. Khususnya, dari kesatuan elit Nines pimpinan Nine Alpha, pasukan lama di mana Zero Two pernah tergabung, yang sama sekali berbeda dari Hiro dan kawan-kawannya.

Seiring banyaknya pertanyaan tentang siapa Hiro dan kawan-kawannya, apa yang telah terjadi pada dunia, siapa sebenarnya Zero Two, apa sebenarnya organisasi misterius APE, apa iya Hiro akhirnya bakal mati, apa sebenarnya yang sedang terjadi; kita lalu dibawa ke perjalanan aneh seputar hubungan masa lalu yang manusia punyai dengan Klaxosaur.

Pembeberan ini, ujung-ujungnya… tetap aneh.

Bulan Madu Panjang

Kalau ada satu hal tentang Darifura yang jelas unggul, maka itu adalah bagaimana dinamika karakternya berhasil dipaparkan.

Hubungan yang terjalin kompleks. Ada porsi-porsi masa lalu yang terlupakan. Ada dendam-dendam yang belum terbayar. Pemaparan dinamika karakternya beneran luar biasa. (Hubungan Futoshi dan Kokoro, hubungan Ichigo dan Hiro, sampai hubungan Dr Franxx dengan Code:001 mendiang istrinya?) Pemaparan ini sedemikian bisa kena ke orang, dan karenanya terkadang bisa tak nyaman untuk ditonton.

Karena itu, yah, Darifura lumayan susah direkomendasikan. Apalagi dengan bagaimana paruh akhir ceritanya tak sekuat paruh awalnya.

Emang enggak biasa aku menyebut soal tamatnya begini. Tapi, aku merasa perlu menyinggung bagaimana Darifura berakhir dengan keberhasilan kawan-kawan Hiro menghidupkan lagi dunia, serta reuni kembali Hiro dan Zero Two jauh di masa depan.

Itu tamat yang… enggak jelek, tapi terasa kurang pas? Apalagi, dibandingkan segala yang telah terjadi di sepanjang seri ini.

Soalnya… apa ya?

Darifura jadi terasa kayak… hasil eksperimen yang agak lepas kendali.

Awal ceritanya benar-benar berkesan. Aku sangat menghormatinya dengan kemiripan nuansanya dengan Neon Genesis Evangelion. Tapi, memasuki paruh kedua cerita, meski aku mengerti kenapa mereka jadi membuatnya demikian (mereka kehabisan ide?), kesan kuat yang seri ini sebelumnya punya jadi memudar.

Aku tak lagi terkesima olehnya, tapi aku tak sampai bisa membencinya juga. Hanya sebatas… senang bahwa seri ini akhirnya tamat?

Aku paham kehilangan tujuan hidup itu berat. Tapi, sebagai cowok, punya tujuan hidup di samping punya pasangan itu penting.

Malah, sebagai cowok yang mau nikah, aku dengan ini menyatakan bahwa pasanganku mungkin bahkan enggak akan ngelirik aku andai aku enggak punya tujuan hidup. Bukannya tersanjung, dia bahkan mungkin bakal muntah kalau aku bilang tujuan hidupku adalah untuk nikah sama dia.

Makanya, melihat arti hidup Hiro adalah bersanding dengan Zero Two, oke, mungkin itu agak romantis.

Tapi, itu aneh.

Apalagi dalam konteks realistis yang seri ini angkat.

Hiro memang berjuang melawan VIRM demi masa depan umat manusia. Tapi, dalam ceritanya, dia seperti melakukannya lebih agar bisa bersama Zero Two ketimbang alasan lain. (Zero Two seperti punya alasan lebih kuat untuk bisa bersama Hiro, tapi sudahlah.)

Bahkan penayangan SSSS. Gridman di musim ini kini memberikan nuansa Evangelion yang lebih kental dibandingkan Darifura dulu. Sangat disayangkan, karena Darifura menurutku hanya lemah di soal naskah pada bagian-bagian akhir.

Sayang, karakter Hiro tak berkembang lebih jauh.

Aku kecewa dengan bagaimana Hiro tak menamai Zero Two lagi.

Di samping itu, bagaimana Tomatsu Haruka menyuarakan Zero Two juga terasa… tak lazim?

Eniwei, kalau kalian penyuka segala isu soal relationship, mungkin kalian bakal suka Darifura. Kalau tidak, ini bakal jadi seri yang berat untuk dimasuki.

Kayak biasa, apa aku menyesal telah mengikutinya?

Ahahaha.

Kayak biasa, jawabannya enggak.

Penilaian

Konsep: B-; Visual: A;  Audio: A; Perkembangan: B-; Eksekusi: S; Kepuasan Akhir: B

Anime-Gataris

Apa pernah kalian merasa sesuatu itu aneh, tapi kalian enggak yakin alasannya apa? Semua tampak wajar di permukaan. Tak ada yang kelihatan tak normal. Namun, sesudah menggali lebih jauh, terkuak ternyata beneran ada yang aneh dan firasat kalian ternyata enggak salah?

Itulah yang aku alami dengan Anime-Gataris.

Anime-Gataris tayang pada musim gugur (Oktober-Desember) tahun 2017, pada masa-masa ketika aku baru tunangan dan semakin sibuk enggak jelas.  Anime ini dibuat oleh studio animasi Wao World (yang aku asumsikan adalah pemain baru) dengan bekerjasama dengan DMM Pictures. Jumlah episodenya sebanyak 12.

Aku sedang tak selera menonton apapun di masa-masa itu. Sedikit sekali anime yang menarik perhatianku waktu itu. Namun, ada ‘sesuatu’ tentang key visual Anime-Gataris yang membuatku penasaran. Bahkan, terus membuatku kepikiran agak lama sesudahnya.

Kata Sandi

Ringkasnya, Anime-Gataris merupakan suatu anime drama komedi.

Judulnya kira-kira berarti ‘obrolan(-obrolan) seputar anime.’ Selain key visual yang terbilang sederhana (tapi masih enak dilihat), judulnya membuatku tertarik karena terasa seperti apa yang aku coba lakukan lewat blog ini.

Ceritanya berlatar di SMA Sakaneko, yang sekilas terlihat seperti sekolah biasa-biasa saja.

Pada awal tahun ajaran, seorang murid baru bernama Asagaya Minoa—yang tidak tahu apa-apa tentang anime—berkenalan dengan Kamiigusa Arisu, teman sekelasnya yang seorang ojou-sama sekaligus penggemar anime berat (dengan menjentikkan jari, Arisu bisa men-summon butler-nya dalam sekejap di manapun dia berada).

Begitu mengetahui hobi Arisu, Minoa spontan bertanya tentang sebuah  anime yang kebetulan pernah dilihatnya sewaktu kecil. Minoa sempat melihat hanya satu episode saja di TV, tidak ingat/tahu apa judulnya, tapi sedemikian terkesannya oleh anime tersebut sampai-sampai bisa mendeskripsikan adegan-adegannya secara jelas. Anime itu bahkan berulangkali telah sampai terbawa mimpi. Minoa pernah berusaha mencari tahu sendiri tentang anime ini, tapi upayanya tak berhasil.

Arisu bingung dengan anime yang Minoa berusaha deskripsikan. (Sesuatu sesuatu tentang robot raksasa, nyanyian, sesuatu dari tepi danau, dsb.) Tapi, Arisu kemudian terinspirasi untuk meracuni memperkenalkan berbagai judul anime lain pada Minoa agar tertarik dunia anime lebih jauh. Dengan senang hati, Arisu kemudian meminjamkan koleksi DVD/BD anime yang dipunyainya! Lalu sejak saat itu, persahabatan antara mereka terjalin.

Hobi baru Minoa tersebut berujung pada upaya Arisu dan Minoa untuk membentuk kembali Klub Anime SMA Sakaneko yang nampaknya dulu dikenal, tapi kini telah bubar. Mereka mulai mengumpulkan anggota, mengurus perizinan, memeriksa bekas ruang klub yang misterius, dsb. Namun, usaha ini membuat mereka bentrok dengan para pengurus Dewan Siswa, yang secara janggal berusaha dengan segala cara untuk mencegah klub anime kembali.

Ternyata, memang ada suatu konspirasi besar di balik dibubarkannya Klub Anime. Bahkan rahasia ini berhubungan dengan anime misterius yang pernah Minoa tonton tersebut. Gilanya, itu masih bukanlah hal terbesar yang terjadi di seri ini.

Minoa, Katharsis

Anime-Gataris agaknya merupakan proyek pribadi Morii Kenshirou. Beliau berperan sebagai sutradara anime ini, konon berdasarkan pengalaman-pengalaman beliau sendiri semasa mengikuti klub anime semasa sekolah.

Konsepnya kudengar sebenarnya berawal dari rangkaian anime pendek (jadi, kurasa, OVA) berjudul Anime-Gatari (tanpa ‘s’) yang ditayangkan sebagai intermengso film-film animasi Toho Cinemas di Shinjuku dari tahun 2015-2016. Yang ditonjolkan tak lain adalah obrolan kilat seputar anime yang dilakukan para anggota menarik di klub anime di Universitas Tokyo. Produksi seri anime pendek ini dilakukan oleh W-Toon Studio.

Ceritanya juga dapat dipandang sebagai semacam prekuel(?) dari Anime-Gataris karena menampilkan dua karakter Asagaya Maya (kakak kandung Minoa yang berbeda sekolah, yang diam-diam adalah otaku) dan Aoyama Erika (kakak kelas Minoa, yang kemudian menjabat sebagai ketua Klub Anime yang Minoa dan Arisu kembali bentuk) sewaktu mereka SMP.

Karenanya, meski ada misteri, drama, sedikit (sekali) bumbu romansa, dan bahkan maskot kucing yang bisa berbicara (dan tahu tentang seluk-beluk dunia anime!) bernama Neko-senpai di dalamnya, sebagian besar bahasan Anime-Gataris benar-benar seputar dunia anime dan turunannya. Ada bahasan tentang beragamnya jenis anime. Ada bahasan tentang manga. Ada bahasan tentang light novel. Ada bahasan tentang cosplay. Ada bahasan tentang kalangan penggemar di luar negeri. Ada soal comiket, ada soal yaoi dan yuri, soal situasi produksinya saat ini, dsb.

Itu semua dituangkan lewat para karakter yang kemudian menjadi sesama anggota Klub Anime. Erika, sang ketua yang modis, diam-diam menekuni dunia cosplay dan bahkan terkenal namanya. Teman sekelas Minoa dan Arisu yang penyendiri, Kouenji Miko, ternyata penyuka light novel dan ingin bisa menulis novelnya sendiri. Kakak kelas Musashisakai Kai atau Kaikai yang agak chuunibyou adalah penyuka manga. Kakak kelas Mitsuteru Nakano alias Aurora yang tampan dan populer ternyata penyuka seri-seri idol.

Kalau dipikir, banyaknya tema yang berhasil anime ini angkat dalam kurun waktu 12 episode lumayan gila juga.

Semua bahasan ini sayangnya  kurang berujung ke mana-mana, karena ditutup dengan konspirasi misterius seputar anime di sekolah di atas. Tapi, apa yang seri ini coba paparkan kurasa terbilang berkesan karena saking… anehnya.

Yuicching!

Soal teknis, visual seri ini kurang menonjol, tapi enak dilihat. Jelas terlihat bagaimana pengarahannya kuat. Ini didukung dengan audio lumayan, baik dari segi seiyuu maupun BGM.

Kalau ada yang kurang dari anime ini, maka itu kurasa masalah naskah? Anime ini seperti ingin menjadi banyak hal dan akhirnya… enggak jadi apa-apa?

Tapi, serius, meski berakhir berantakan, aku terkesan dengan apa yang anime ini coba bidik. Konsepnya menarik. Karakter-karakternya memang kurang berkembang, tapi enak diikuti. Bahkan hal-hal absurd yang terjadi di sekeliling mereka (seperti bagaimana Obata Yui, sahabat Minoa di Klub Atletik, yang sebenarnya tak punya peran khusus, berulangkali ditampilkan sebagai karakter fanservice) bisa dimaklumi. Dan, meski aku bukan penyuka genre idol, aku enggak bisa enggak sedikit terkesan sama animasi CG penutup di mana Minoa, Arisu, dan Miko sama-sama berperan sebagai idol.

Pokoknya, begitu aku mendengar lagu pembuka “Aikotoba” yang dibawakan Garnidelia, lalu melihat animasi Neko-senpai jadi DJ, aku enggak bisa enggak merasa, wow, ini seri ini pasti punya sesuatu, meski aku enggak tahu ‘sesuatu’ itu apa.

Naskahnya ditulis oleh Hirota Mitsutaka. Musik ditangani oleh Hoashi Keigo dan Takahashi Kuniyuki. Semuanya adalah nama-nama yang enggak aku kenal.

Menelisik lebih jauh, aku sadari kalau ini satu lagi anime yang diproduksi bersama antara Jepang dan Tiongkok. Meski begitu, kesan segala sesuatunya cukup rapi. Kalau kalian bertahan mengikuti seri ini, mungkin… kalian juga bakal agak terkesima dengan arah perkembangannya.

Oke. Mungkin kalian juga bakal dafuq. Jujur aku katakan, ini anime yang berakhir dengan tamat Gainax Ending yang mirip seri TV Neon Genesis Evangelion. Mari kita kesampingkan itu saja dulu. (Setelah aku pikir, ini anime terkini yang mirip kasus Samurai Flamenco? Argh, sudahlah.)

Tapi, serius, sebagai orang yang pernah berkarya kreatif, susah bagiku buat enggak menyukainya. Ada banyak sekali referensi anime terselubung di dalamnya. Aku lumayan lemah dengan referensi-referensi macam begini. Kalau kalian penggemar anime lawas, mungkin akan ada sejumlah hal menarik yang bisa kalian temukan dari anime ini.

Akhir kata, ini kolaborasi langka antara Jepang dan Cina yang aku sukai, tapi bukan karena alasan yang lazim. Aku takkan merekomendasikannya kecuali kalian penggemar anime lawas. Terlepas dari segala keanehannya, kalau kalian memutuskan mengikutinya, mungkin kalian bisa mendapat gambaran lebih utuh, dunia anime itu seperti apa.

Penilaian

Konsep: C+; Visual: C+; Audio: B; Perkembangan: X; Eksekusi: X; Kepuasan Akhir: X

Code Geass: Akito the Exiled (OVA 4-5)

Belum lama ini, aku kesampaian mengikuti dua episode terakhir Code Geass: Boukoku no Akito.

Singkat kata, dua episode ini menguatkan kesan kalau seri gaiden Code Geass: Akito the Exiled kurang memberikan apa yang biasanya disajikan dari sebuah seri Code Geass. (Yang aku pakai buat perbandingan bukan cuma seri asli Lelouch of the Rebellion ya, tapi juga beragam seri  lepasan Code Geass lain.) Menurutku enggak jelek. Enggak mengecewakan juga. Cuma… mengejutkan dan di luar dugaan?

Aku dengar sejumlah fans agak kehilangan minat terhadap Akito the Exiled begitu cerita memasuki dua episode ini. Sesudah melihat sendiri, aku langsung mengerti. Ada banyak porsi cerita yang jadinya terkesan ‘ditumpahin’ ke dua episode ini. Penceritaannya bisa lebih baik. Di samping itu, ada banyak… ‘elemen misterius baru’ yang jadi diperkenalkan? Tapi, kalau ditanya apa aku suka tamatnya apa enggak, maka jawabannya aku lumayan suka.

Demokrasi Orang-orang Bodoh

Episode 4, From the Memories of Hatred (‘dari dalam kenangan kebencian’) dan episode 5, To Beloved Ones (‘bagi orang-orang terkasih’) sebaiknya diikuti tanpa jeda. Dua episode ini secara berkelanjutan memaparkan penyerangan terhadap Kastel Weisswolf, markas kesatuan W-0 sekaligus tempat tinggal Leila Malcal dan rekan-rekannya, dan sekaligus menjadi klimaks cerita.

Rinciannya agak membingungkan. Tapi, singkatnya, atasan Leila di kemiliteran Euro Union, Jendral Gene Smilas (yang diselamatkan Leila dan Hyuga Akito di episode 1), mengkhianati Leila dengan ambisinya untuk menjadi kaisar. Smilas membeberkan lokasi markas Leila ke pihak Euro Britannia, dan menjadikan kabar kematian Leila sebagai wacana untuk memanipulasi opini publik. (Terutama, sesudah kekacauan terorisme palsu yang Julius Kingsley timbulkan di episode 3.)

Pertempuran sengit di pedalaman Eropa untuk mempertahankan Weisswolf pun terjadi. Kastel telah dikepung, dan tak ada bala bantuan yang bisa diharapkan akan datang.

Di balik itu semua, tanpa sepengetahuan siapapun, Shin Hyuga Shaing, kakak lelaki Akito yang kini memimpin pasukan Euro Britannia, ternyata punya alasan pribadi untuk merebut kastel ini. Dia bermaksud mengambil alih teknologi peluncuran roket Weissworlf, yang kesatuan W-0 sebelumnya gunakan untuk transpor cepat, dan menggunakannya untuk meluncurkan senjata pemusnah massal ke Pendragon, ibukota Britannia. Serangan ini diyakininya akan memicu perang dunia baru antara tiga negara adikuasa, dan mewujudkan cita-citanya untuk mendatangkan kekacauaan atas dunia.

Pergi Berlibur

Buat ukuran anime mecha, Akito the Exiled enggak biasa karena klimaksnya adalah pertempuran untuk bertahan. Kastel Weisswolf menjadi latar menarik bukan cuma karena tempatnya keren, tapi juga karena ikatan emosional yang tempat itu punyai dengan para karakternya, terutama saat tempat itu terancam menjadi medan perang. Bagaimana sistem pertahanan dan permesinan canggih mendadak muncul dari dalamnya lumayan kontras dengan arsitekturnya yang megah dan klasik. Hasilnya seriusan unik.

Juga, konsisten dengan episode-episode terdahulu, presentasi teknisnya masih keren. Animasi mekanik di dalamnya termasuk salah satu yang paling mulus yang pernah aku lihat. Sudut pandang kamera dinamis yang secara intens mengejar para karakter, diikuti musik latar yang heboh, masih menjadi ciri khas. Bagaimana masing-masing Knightmare Frame melewati pepohonan dan dinding, menghadapi berbagai jenis persenjataan berat ataupun arsenal pertahanan, betulan menarik secara visual. Kalau kau penggemar mecha, mungkin ini saja bisa bikin kamu lumayan puas.

Masalahnya, ada banyak individu yang jadi dilibatkan dalam cerita. Mengikuti semua yang persisnya terjadi mungkin agak susah. Banyak tokoh yang sebelumnya minor yang kemudian mendapat sorotan. Jean Rowe, ksatria wanita di pihak Euro Britannia yang memendam perasaan terhadap Shin, berperan signifikan seiring dengan kelakuan Shin yang semakin menggila. Claus Warwick, wakil Leila yang sejak awal memang mencurigakan, akhirnya juga memperlihatkan kesetiaannya yang sesungguhnya. Bahkan Anna Clément, sahabat jenius Leila yang telah mengembangkan KF Alexander Type-02, serta Oscar Hamel, yang berwenang atas penjagaan Weisswolf, juga kebagian sorotan.

Setelah kupikir, banyak benang plot yang sebenarnya terselesaikan dalam cerita. Tapi, mungkin kalian takkan langsung menyadarinya karena saking banyaknya yang terjadi. Salah satunya, soal teknologi BRS yang tertanam dalam unit-unit Alexander, yang Sophie Randall aslinya kembangkan bersama Joe Wise untuk memulihkan kondisi suaminya. Apa persisnya yang terjadi juga akhirnya diungkap.

Puncak cerita, tentu saja, ada pada konfrontasi antara Akito dan Shin. Duel antara Alexander milik Akito melawan Vercingetorix yang Shin kemudikan akhirnya terjadi di sekitaran Weisswolf. Tapi, seiring dengan terkuaknya masa lalu sebenarnya antara mereka berdua, itupun tak berjalan sepenuhnya sesuai perkiraan.

Adegan aksinya memukau (walau, oke, mungkin masih belum ngalahin intensnya duel terakhir Kallen dan Suzaku di R2). Tapi, dramanya juga dapet. Dan, begitu kau paham apa yang terjadi, aspek dramanya itulah yang sebenarnya lebih muasin ketimbang aksinya.

Itu hal yang lumayan enggak biasa.

Mungkin Kaulah yang Kelak Membantah Pandanganku

Akito the Exiled juga memunculkan banyak tanda tanya terkait semesta Code Geass sehubungan hal-hal baru yang jadi diperkenalkannya. Berbagai pertanyaan baru ini berakhir tak sepenuhnya terjelaskan, dan aku duga bakal jadi bahasan dalam film layar lebar Code Geass: Lelouch of the Resurrection yang akan tayang 2019 nanti. (Cerita Akito the Exiled juga sempat disinggung berada dalam semesta film layar lebar Code Geass, dan bukan seri TV-nya, dan makanya, mungkin ada beberapa detil yang jadinya enggak masuk.)

Kekuatan Geass yang Shin punyai, misalnya. Meski mirip dengan yang dipunyai Lelouch, sifat dan cara kerjanya sebenarnya sangat berbeda. Ada indikasi kalau bahkan Shin sendiri(!) kurang mengerti cara kerjanya. Geass yang Shin punyai diindikasikan bekerja hanya untuk orang-orang yang Shin sayangi—yang kemudian Shin gunakan untuk “membebaskan” orang-orang tersebut dari dunia yang Shin pandang hanya membawa derita. (Jadi, semua orang yang Shin bunuh itu sebenarnya adalah orang-orang yang dia sayang, indikasi terhadap sudah gilanya dia) Kekuatan itu juga Shin peroleh bukan melalui kontrak dengan sosok seperti C.C. dan V.V., melainkan melalui suatu entitas macam roh yang baru sama sekali, yang tahu-tahu muncul di hadapannya begitu sesudah Shin pertama membantai keluarganya.

Sedangkan kekuatan Geass punya Leila… itu juga dijelaskan kalau itu hanya pecahan kekuatan Geass, dan makanya punya warna berbeda. Mirip kasus di atas, Leila mendapat “benih” Geass itu sebagai pemberian, bukan sebagai bagian kontrak. Leila bebas mau menggunakannya atau tidak, tapi disebutkan kalau “benih” itu akan hilang sendiri bila sampai dewasa Leila tak menggunakannya. Saat Leila akhirnya menggunakannya, apa yang termanifestasi (kayaknya) cuma sebagian. Tapi, tetap berperan penting dalam mengakhiri pertempuran. (Buat yang bingung, Geass punya Leila adalah kekuatan untuk menghubungkan ‘hati’ orang.)

Kenapa Geass dari Shin tidak bekerja pada Akito? Itu diindikasikan karena sewaktu menerimanya sewaktu kecil, Akito masih belum sepenuhnya paham tentang konsep kehidupan dan kematian. Jadi, Geass dari Shin itu agaknya sempat bekerja, tapi tidak dengan cara yang Shin harap. (Makanya Akito bilang kalau dirinya sudah pernah mati.) Lalu, sepanjang hidupnya, Akito mungkin menekan efek Geass itu dengan cara yang serupa seperti yang dilakukan Euphemia di seri TV-nya.

Teka-teki terbesar adalah kehadiran tokoh baru Caretaker of Spacetime yang pertama tampil di episode ketiga. Seakan berkuasa melewati ruang dan waktu, sosok ini (kayaknya) adalah manifestasi dari kesadaran kolektif umat manusia yang hanya bisa dilihat orang-orang tertentu. (Sejauh ini, baru Smilas dan Leila.) Aku menduga kalau interaksi dengan sosok ini adalah awal mula bagaimana manusia bisa bersinggungan dengan kekuatan Geass. Tapi, kayak yang aku bilang, mungkin lebih jauh soal dia bakal dibahas dalam film layar lebar Lelouch yang keempat nanti.

Akhir kata, meski berakhir jauh dari pengharapan, aku enggak bisa benci Akito the Exiled. Selain karena standar yang dibidiknya tinggi, hasil akhirnya memang memuaskan… sekalipun mungkin agak susah dicerna.

Jadi, seri ini kurasa tentang cinta di tengah medan pertempuran? Soal, betapa pentingnya berpegang teguh pada harapan meski seisi dunia terlihat suram? Sebagai orang yang normalnya negatif, aneh rasanya bisa sedemikian bersimpati terhadap Shin meski aku jelas sadar kalau dia sudah enggak waras.

Di samping itu, kalau boleh jujur, hal paling mengejutkan dari Akito the Exiled adalah betapa ceritanya berakhir bahagia. Tamatnya beneran happy ending. Itu enggak begitu kerasa kayak Code Geass.

Sebagai tambahan, aku lupa menyinggung kalau Akito the Exiled juga dibarengi perilisan seri lepasan baru Code Geass: Oz the Reflection. Berlatar dalam kurun waktu hampir sama (sesudah season pertama Lelouch), aku dengar Oz punya “nuansa Code Geass” lebih kuat dibandingkan Akito. Ceritanya tentang pasangan saudara kembar Orpheus Zevon (cowok) dan Oldrin Zevon (cewek) yang terpisah dari kecil, dan kini berada di pihak berseberangan dalam konflik antara Britannia dan berbagai organisasi teroris.

Mirip Gundam SEED Astray, Oz dirilis dalam bentuk manga sekaligus photonovel, yang masing-masing media berfokus pada sudut pandang berbeda. Sebagian besar cerita berlatar di seputaran Mediterania, dan berlanjut ke seri sekuel Code Geass: Oz the Reflection O2 yang di dalamnya, Orpheus dan Oldrin saling bertukar posisi, sebelum berakhir agak tragis pada waktu berbarengan dengan klimaks di seri TV R2.

Mungkin Oz juga nanti akan direferensikan dalam film layar lebar baru nanti.

Penilaian

Konsep: B+; Visual: A+; Audio: A+; Perkembangan: X; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: A

Gundam Build Divers

Gundam Build Divers, yang tamat belum lama ini, lumayan mengingatkan aku sama Gundam X. Pola ceritanya mirip. Kesan awalnya datar. Masuk pertengahan, kesannya naik. Lalu menjelang akhir, ceritanya dipenuhi aksi lumayan seru. Selain itu, sama kayak Gundam X, meski jumlah penggemarnya enggak banyak, basis penggemarnya sama-sama benar-benar kuat.

Gundam Build Divers tayang semenjak musim semi tahun 2018 dan berjumlah total 25 episode. Meski premisnya mirip, ceritanya tak berkaitan sama sekali dengan Gundam Build Fighters maupun Gundam Build Fighters Try. Statusnya hanya sebatas spiritual successor. Sutradaranya adalah Watada Shinya (yang sebelumnya menangani GBF Try). Naskahnya ditangani pendatang baru Kimura Noboru. Musiknya ditangani Kimura Hideakira. Penyutradaraannya juga dibantu oleh sutradara mecha veteran Obari Masami, yang dihormati karena gaya koreografi super robot (dan fanservice) beliau. Produksinya, kayak biasa, dilakukan oleh Sunrise.

Sebelumnya perlu aku bilang, cerita Gundam Build Divers sebenarnya kurang begitu bagus. Kebanyakan fans Gundam normal mungkin takkan tertarik (atau bahkan tahan) menontonnya. (Sempat ada ulasan soal bagaimana rating TV seri ini kurang bagus.) Tapi, bagi orang-orang tertentu, ada sejumlah hal di GBD yang bisa membuatnya sangat gampang disukai.

Sebuah Dunia Baru

Gundam Build Divers adalah seputar suatu permainan virtual berskala besar bernama Gunpla Battle Nexus (GBN). Para pemainnya menggunakan suatu perangkat canggih untuk memasuki suatu dunia virtual yang mereplika sensasi kelima panca indera (ala Sword Art Online). Mirip GBF, dengan men-scan Gunpla yang mereka buat dan mengkaitkannya ke data ID yang mereka pakai, para pemain juga bisa memiloti Gunpla yang mereka buat di dalamnya. (Berbeda dengan kasus GBF dan GBF Try yang sebatas punya “arena” adu Gunpla, ada semesta luas yang benar-benar bisa dijelajahi dalam GBN.)

Karakter utamanya adalah siswa SMP bernama Mikami Riku. Bersama sahabat dekatnya, Hidaka Yukio, Riku kemudian memasuki GBN sesudah terinspirasi juara dunia Kujo Kyoya yang belum lama itu menang. Sesudah mendaftar dan masuk, Riku dan Yukki berkenalan dengan berbagai kawan dan rival baru, berjuang membangun Force mereka sendiri, lalu mengikuti berbagai event dalam upaya mengejar jejak Kyoya menjadi juara.

Atau, setidaknya, seperti itu awalnya.

Paruh pertama Gundam Build Divers mengetengahkan bagaimana Riku dan kawan-kawannya di tim Build Divers kemudian berhadapan dengan kasus pemakaian perangkat lunak ilegal Break Decal oleh kalangan Mass Diver yang misterius. Buff Decal itu ibarat “narkoba” virtual yang dapat meningkatkan kemampuan Gunpla pemakainya. Pemakaian Break Decal mengacaukan kestabilan sistem GBN dan berpotensi menghancurkannya. Riku dkk berperan dalam upaya menelusuri jejaknya sekaligus menghentikan dampaknya.

Peruh kedua bercerita tentang terungkapnya kenyataan kalau Sarah, gadis manis yang Riku dkk kenali dalam GBN (yang anehnya, tak pernah punya Gunpla sendiri tapi seakan selalu tahu tentang kondisi Gunpla orang lain), ternyata adalah makhluk hidup elektronik yang “terlahir” di dalam GBN. Seperti halnya Break Decal, kehadiran Sarah mengacaukan kestabilan sistem. Pandangan seluruh warga GBN kemudian terbagi soal bagaimana cara menyikapinya, apalagi saat ancaman hancurnya GBN lagi-lagi terjadi.

Jangan Berpikir Terlalu Keras Tentangnya

Bicara teknis, presentasi Gundam Build Divers terbilang bagus. Kira-kira sebanding dengan GBF dan GBF Try. Bahkan, mungkin melebihi dalam beberapa bagian? Enggak sampai sangat bagus, tapi rapi dan konsisten. Desain dan konsep karakternya mungkin kurang menarik bagi sebagian. Tapi, ini dipadu desain dan konsep mekanikal berkesan yang juga membuat adegan-adegan aksinya menarik.

Musik latarnya juga jadi kejutan. Aku suka musik latar di Gundam Build Divers. Terdengar variatif dan enak didengar gitu. Ini sayangnya agak kontras dengan lagu-lagu pembuka dan penutupnya, yang menurutku lumayan standar. (Yang lagi-lagi, jadi hal yang kontras dengan kasus GBF dan GBF Try.)  Selebihnya, audionya diperkuat dengan kualitas seiyuu yang solid. Akting mereka semua kuat, terlepas dari ceritanya yang…

…Hmmm.

Intinya, aku punya banyak keluhan tentang jalan cerita Gundam Build Divers.

Cerita Gundam Build Divers sama sekali enggak sebagus cerita GBF dan GBF Try. Ada terlalu banyak yang enggak masuk akal. Ada banyak plot hole. Ada banyak hal enggak nyaman yang jadi tersirat/diimplikasikan. Para karakter enggak berkembang. Pemaparan terlalu serius. Dramanya terlalu dipaksakan. Tidak ada elemen komedi romantis yang sebelumnya membuat GBF dan GBF Try begitu disukai. Elemen-elemen Gundam-nya juga maksa dan bahkan hampir enggak kerasa dalam cerita. Pokoknya, enggak bagus. Terus terang, aku sangat kecewa terhadap cerita seri ini.

Tapi, di sisi lain, ada banyak hal menarik juga yang Gundam Build Divers punya. Kalau kau mau mengesampingkan kelemahan-kelemahan di segi cerita—apalagi, kalau kamu pada dasarnya penggemar mecha—ini masih bisa jadi seri yang asyik dan menghibur.

Asyiknya di mana?

Yah, pertama… aspek mechanya kuat. Kalau soal animasi aksi mechanya, Gundam Build Divers menurutku melebihi GBF Try. Koreografinya sedemikian rupa sehingga tetap terlihat berkesan meski dalam adegan-adegan tarung paling singkatpun. Ini diperkaya dengan desain mecha variatif, yang mengkombinasikan elemen-elemen real robot dan super robot.

Kedua, pada saat lagi enggak terlalu serius, ceritanya memang bisa seru. Ini terutama terasa sesudah gadis kucing Momo—yang dalam dunia nyata adalah Yashiro Momoka, teman sekolah Riku dan Yukki yang sebelumnya bersikeras merekrut keduanya dalam tim sepakbola—ikut masuk ke dalam cerita.

Ketiga, selalu hadirnya cameo Patrick Colasour dalam setiap episode. Patrick adalah karakter dari Gundam 00 yang menjadi semacam butt monkey yang tak mati-mati di seri tersebut. Menemukan kapan Patrick bakal muncul menjadi semacam hiburan tersendiri bagi fans di tiap episode.

Keempat, yang mungkin agak kontroversial, adalah kehadiran gadis ninja Ayame. Ayame awalnya bergabung dalam Build Divers sebagai anggota tim sementara. Tapi, sebenarnya dia salah satu Mass Diver yang mengacaukan keseimbangan GBN di awal cerita. Desain karakter Ayame—yang di kehidupan nyata adalah siswi SMA Fujisawa Aya yang cantik—telah membuat banyak fans jatuh cinta.

Apa katamu? Kamu tanya apa empat hal ini aja bisa bikin Gundam Build Divers punya fans segitu kuatnya?

Jawabannya adalah YA.

Ayame Squad

Membahas soal mecha… kebanyakan Gunpla diperoleh para karakter utama dari toko Gunpla Gundam Base di Odaiba (suatu toko yang benar-benar ada di kehidupan nyata), di mana pegawainya, Nanase Nami, telah kenal akrab dengan Riku dan Yukki.

Riku mengawali cerita dengan Gundam 00 Diver yang dikustomisasi dari mecha utama di paruh kedua seri Gundam 00. Aku suka bentuknya yang rapi. Dengan bantuan Nanase Koichi—kakak lelaki Nanami yang kemudian bergabung dalam tim Build Divers dengan nama KO-1—Gunpla ini kemudian Riku kembangkan lagi menjadi Gundam 00 Diver Ace yang lebih lincah dan memiliki energi lebih efisien.

Pada paruh kedua cerita, Riku mengganti Gunpla utamanya dengan Gundam 00 Sky, yang mengkombinasikan elemen-elemen 00 Gundam dengan Destiny Gundam dari Gundam SEED Destiny.  Gunpla ini mencolok karena punya serangan khusus yang mana pedang anti-ship raksasanya dibungkus cahaya dari wings of light di punggungnya, dan dipadu dengan twin drive system, menghasilkan serangan dahsyat.

Yukki menggunakan GM III Beam Master yang dikembangkan dari MS produksi massal GM III dari seri Gundam ZZ dan film layar lebar Char’s Counterattack. Seperti yang namanya indikasikan, seri ini mengandalkan persenjataan beam dan didesain untuk memberi support dari jauh, di samping dilengkapi beragam misil. Kekhasannya adalah Changeling Rifle yang mampu berfungsi sebagai Beam Rifle sekaligus Beam Vulcan. Senapan ini bahkan bisa disambung dengan Buster Binder di pinggang untuk menghasilkan serangan Fusion Beam.

Menjelang akhir cerita, barulah Yukki mengembangkan Gunpla baru Jegan Blast Master yang dikembangkan dari MS produksi massal Jegan dari semesta Universal Century. Gunpla ini mengkombinasikan persenjataan beam dari beragam seri, yang meliputi dari High Mega Cannon milik ZZ Gundam dari Gundam ZZ, Calidus Multi-phase Beam Cannon milik Strike Freedom dari Gundam SEED Destiny, Twin Satellite Cannon dari Gundam X, GN Cannon dari Gundam 00, serta SigMaxiss Cannon milik Gundam AGE-3 dari Gundam AGE. Sebagai akibatnya, konsumsi energinya harus lebih hati-hati.

Momo menggunakan Momokapool yang dikembangkan dari MS bawah air Kapool yang muncul di Turn A Gundam. Desainnya bermotif penguin dan dibidik untuk menghasilkan keimutan maksimal. Dengan tambahan masukan dari Koichi, Gunpla ini menghilangkan beberapa fitur dasar Kapool (cakar dan peluncur misil) yang dianggap tidak imut. Tapi, dengan kelincahan dan pertahanannya yang sangat meningkat, ditambah kekuatan tamparannya, hasilnya tetap lebih kuat dari yang diduga. Apalagi dengan persenjataan beam yang ditambahkan di tangan dan perut. Di dalamnya, ada Gunpla mini Petitkapool yang dapat berfungsi sebagai escape pod. Dalam wujud bolanya, Momo juga merancang suatu serangan gabungan yang dilancarkannya bersama Riku.

Koichi sendiri, selaku anggota dengan pengalaman Gunpla paling banyak, menggunakan Galbaldy Rebake, hasil percobaan berulangnya, yang mengubah Galbaldy β yang lincah dari Zeta Gundam menjadi mecha kokoh dengan keluaran tinggi. Desain dan persenjataannya dipengaruhi desain Gundam Gusion Rebake dari Iron Blooded Orphans dan hasilnya menurutku beneran keren. Mengandalkan persenjataan fisik, ini Gunpla serba bisa yang kokoh buat segala medan.

Perwakilan dari dunia SD Gundam di Build Divers hadir dalam wujud RX-Zeromaru, wujud super-deformed bertema ninja dari Unicorn Gundam yang dibuat Ayame. Ini salah satu mecha paling berkesan di seri ini karena banyak fiturnya yang misterius, termasuk wujud Kakure untuk keperluan stealth. Peralatan yang digunakannya pun banyak bertema ninja. Fitur yang paling mencolok adalah bagaimana ia bergabung dengan robot burung Armed Armor Hattori untuk kemudian menjadi real mode.

Beberapa mecha lain yang mencolok di antaranya adalah:

  • Gundam AGEII Magnum andalan Kujo Kyoya dari Team Avalon, yang mengkombinasikan fitur transformasi pesawat yang Gundam AGE-2 punya dengan berbagai C-bit yang dimiliki Gundam AGE FX. Punya serangan khusus berupa pedang sinar raksasa yang dibentuk dari C-bit.
  • Grimoire Red Beret yang digunakan Rommel dari 7th Panzer Division. Ini salah satu desain favoritku, karena mengubah MS minor dari Reconguista in G menjadi MS militer keren sekaligus referensi terhadap Armored Trooper Votoms. Apalagi dengan bagaimana Rommel yang menjadi saingan Kyoya berwujud binatang ermine yang lucu. (Namanya pun diambil dari jendral terkenal di masa PD II.)
  • Gundam Love Phantom yang bersenjatakan sabit besar dari Gundam Deathscythe dari Gundam Wing, tapi sebenarnya didasarkan pada desain Strike Freedom dari Gundam SEED Destiny. Gunpla aneh tapi kuat ini milik Magee dari Adam’s Apple, yang sejak awal telah menjadi sekutu sekaligus mentor bagi tim Riku.
  • Gundam GP-Rase-Two (dibaca GP-rasetsu) milik Ogre, saingan abadi Riku dari tim Hyakki, menggantikan Ogre GN-X yang sebelumnya ia gunakan. Gunpla ini mengombinasikan badan Gundam Physalis dari Gundam 0083 dengan GN Drive dari Gundam 00, menghasilkan Gunpla kokoh dengan keluaran tenaga besar.
  • Seravee Gundam Scheherazade milik Sharyar dari Simurgh, salah satu perancang Gunpla paling veteran. Sosoknya paling mewakili aspek builder dari GBN. Gunpla dengan keluaran energi besar ini menggabungkan bentuk Seravee Gundam dengan bentuk modular dari kapal induk Ptlomaios, yang sama-sama berasal dari Gundam 00. Bentuknya agak ajaib, tapi masuk akal.
  • Gundam Jiyan Altron milik Tigerwolf dari Toraburyu, sosok yang sangat mewakili aspek fighter dari GBN. Ini Gunpla ganas bermotif melee tangan kosong selayaknya mecha-mecha petarung G Gundam, meski desainnya sendiri didasari Altron Gundam dari Gundam Wing. Memiliki bentuk pelindung bahu menonjol. Punya banyak serangan khusus. Apakah motifnya macan? Apakah motifnya serigala? Haruskah diperdebatkan?
  • Gundam Astray No-Name milik Shiba Tsukasa, kawan lama Koichi sekaligus antagonis utama di paruh pertama cerita. Ini salah satu desain Gunpla yang paling ditonjolkan karena memang konsepnya keren. Dikembangkan dari unit-unit Gundam Astray dari seri Gundam SEED Astray, apa yang terlihat sebagai jubah di sisinya adalah armamen komposit No-Name yang bisa berperan sekaligus sebagai perisai, meriam, dan bahkan unit-unit Blade DRAGOON. Gunpla ini juga memiliki nitro system dari Gundam Delta Kai dari UC-MSV, yang semakin meningkatkan kemampuannya.

…Mungkin kalian bisa lihat sendiri kalau konsep mecha seri ini sebenarnya sangat keren. Tapi, bahkan dengan koreografi bagus pun, kesannya tak maksimal karena kurang diimbangi cerita berbobot.

Ini sangat disayangkan karena ada banyak aksi yang berlangsung di latar unik, seperti di lautan es, pulau tropis, padang bunga, dsb. Bahkan perang besar terakhir seri ini berlangsung di kastil Team Avalon di mana ada pulau-pulau melayang. Apalagi dengan banyaknya cameo MS dari seri-seri Gundam lama.

Selamat Datang di Dunia Kami

Aku tertarik pada Gundam Build Divers karena memang menggemari GBF dan GBF Try. Tapi, yang benar-benar membuatku terpikat di awal adalah episode prolog yang menampilkan final antara Team Avalon dan 7th Panzer Division. Episode itu keren. Potensi yang ditampilkannya banyak. Makanya, aku (dan lumayan banyak fans lain) kecewa saat kelemahan dalam ceritanya benar-benar tampak.

Yang terutama tak aku suka adalah bagaimana pemaparan teknologi di Gundam Build Divers bukan hanya tak masuk akal, tapi juga cenderung menyesatkan. Sikap karakter Game Master sebagai administrator GBN bakal mengherankan siapapun yang pernah berurusan dengan MMORPG. Pemaparannya sangat mengganggu. Merusak suspension of disebelief. Pokoknya, bisa seketika bikin turn off orang.

Di sisi lain, aku suka pemaparannya terhadap dunia perakitan Gunpla. Seri ini menampilkannya sebagai dunia ramah yang bahkan bisa dimasuki amatiran yang belum tahu apa-apa tentang Gundam seperti Momo. Aku memang kecewa karena aspek Gundam-nya kurang menonjol. Tapi, mungkin itu upaya membuat dunia Gunpla lebih menarik bagi pemirsa mainstream. (Aku tak yakin upaya ini berhasil sih, tapi sudahlah.)

Akhir kata, seri ini tak punya nuansa persahabatan yang GBF usung. Seri ini juga tak punya nuansa pantang menyerah dan berbesar hati yang GBF Try punya. Bagi kebanyakan orang, seri ini susah disukai. Tapi, seri ini masih bisa kurekomendasikan kalau kalian benar-benar suka melihat penggambaran animasi mecha dan takkan mempermasalahkan ceritanya.

Sekali lagi, it’s not that bad.

Kalau dibandingkan Gundam AGE yang juga punya reputasi kurang bagus? Hmm. Entah ya. Hal-hal bagus yang Gundam Build Divers punya itu sangat unik sih. Tapi karena kesan datar dan tak masuk akalnya, mungkin sebagian orang akan memposisikannya di bawah Gundam AGE (yang ‘sekedar’ dipadatkan dan mengecewakan).

Aiiih, padahal aku sudah berkhayal orang-orang akhirnya akan bisa merekonstruksi gentingnya pertempuran terakhir di Gate of Zedan lagi!

Yah, mungkin lain kali.

Penilaian

Konsep: D+; Visual: B+; Audio: A-; Perkembangan: C+; Eksekusi: A; Kepuasan Akhir: C+

Anime Baru Musim Gugur 2018

Halo, halo. Kayak biasa, maaf lama enggak nulis. Kalau kata teman, aku lagi banyak tekanan. Jadi mungkin karena itu aku belakangan susah konsentrasi.

Kayak biasa, ada musim anime baru di depan mata. Perlu diperhatikan bahwa musim fall kali ini mengandung banyak sekali judul baru yang sudah lama ditunggu. Jadi kemungkinan ada seri bagus yang enggak ketangkap radar semakin bertambah.

Kayak biasa, daftar ini enggak bisa diandalkan. Akan ditambahkan kalau ada kabar-kabar lagi.

Informasi penayangan legal untuk musim ini bisa dilihat di sini. (Thanks Git.)

Anima Yell! (Doga Kobo)

Hatoya Kohane senang membantu orang. Sesudah masuk SMA Kaminoki, dia terkesima dengan dunia cheerleading, dan bergabung dengan Klub Pemandu Sorak, bersama Uki, teman masa kecil yang banyak menjaganya, dan Hizume, yang telah berpengalaman dalam cheerleading di balik pembawaannya yang serius.

Diangkat dari seri manga 4-kotak tentang pemandu sorak karya Unohana Tsukasa, ini tipikal seri keseharian imut yang diserialisasi di majalah Manga Time Kirara Carat. Sato Masako (Golden Time, Haikyu!!) akan memulai debut sutradaranya di seri ini. Shimo Fumihiko (Amagi Brilliant Park, Clannad) yang akan menangani naskah. Ini jenis seri ringan yang biasa ditangani Doga Kobo, jadi kualitasnya diperkirakan solid.

As Miss Beelzebub Likes (LIDEN FILMS)

Muilin akhirnya memperoleh pekerjaan impian di bawah naungan raja iblis. Tapi, bekerja untuk raja iblis ternyata tidak seperti bayangannya. Untungnya, hadir Beelzebub, iblis perempuan yang dedikasinya terhadap pekerjaan hanya disaingi oleh kecintaannya terhadap barang-barang fluffy.

Juga berjudul Beelzebub-jou no Ikinimesu Mama, ini seri komedi supernatural bertema demon yang diangkat dari manga karya matoba yang diserialisasikan di Monthly Shonen Gangan. Kazuto Minato (Akashic Records of Bastard Magical Instructor) akan menangani, jadi diperkirakan hasilnya apik. Naskahnya akan ditangani Tomito Yoriko (Blood Blockade Battlefron & Beyond). Kesan awalnya rapi dan lembut.

Bloom Into You (TROYCA)

Yuu suka komik-komik shoujo. Ia berdebar membayangkan bila suatu hari menerima pernyataan cinta. Tapi, saat benar-benar disukai seorang teman SMP, perasaan Yuu anehnya hampa. Beranjak SMA, Yuu menyaksikan Nanami, ketua dewan siswa, dengan dewasa dan sopan menolak pernyataan cinta seorang siswa. Untuk menjawab kekecewaan dan rasa bingungnya, Yuu mendekati Nanami. Tapi, secara tak disangka, Nanami justru menjadi orang berikutnya yang menyatakan cinta terhadap Yuu.

Diangkat dari manga Yagate Kimi ni Naru karya Nakatani Nio, ini seri romansa yuri yang belakangan ini menarik perhatian. Katou Makoto (Beautiful Bones) akan menyutradarai. Hanada Jukki (Love Live!, Sound! Euphonium) yang akan menangani naskah. Bagaimana TROYCA yang akan menganimasikannya turut menjadi kejutan. Gelagatnya benar-benar rapi dan visualnya terlihat indah. Ini seri yang patut diperhatikan para penggemar yuri.

Boarding School Juliet (LIDEN FILMS)

Akademi Dahlia adalah sekolah berasrama bagi para siswa dari dua negara yang tengah berseteru. Romio Inuzuka, ketua asrama timur Touwa, diam-diam dilanda cinta yang ia tahu takkan terkabul. Gadis yang dicintainya tak lain adalah Juliet Percia, ketua asrama barat yang merupakan musuh besar asramanya.

Juga dikenal dengan judul Kishuku Gakkou no Juliet, ini diangkat dari manga komedi romantis karya Kaneda Yousuke. Sejak awal aku sudah punya perasaan kalau manga ini pasti bakal diangkat jadi anime. Konsepnya setahuku termasuk kuat. Perkembangan ceritanya menarik dengan karakter pendukung yang banyak. Takuno Seiki (Koi to Uso, Poco’s Udon World) yang akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Yoshioka Takao (WATAMOTE, Working!!2). Gelagat kualitas produksinya lumayan kuat dengan desain karakter menarik dan latar cerita yang indah.

Conception (GONZO)

Pada hari kelulusannya di SMA, Yuuge Itsuki mendapati bahwa Mahiru, sepupu dan teman masa kecilnya, ternyata hamil. Kehamilan Mahiru yang sama sekali tak biasa segera diikuti dengan didatangkannya Itsuki dan Mahiru ke dunia ajaib Granvania. Di sana, dibeberkan kalau Granvania yang tengah terancam monster hanya bisa diselamatkan oleh para Star Children. Para Star Children ternyata adalah “anak-anak” Itsuki bersama 12 orang Star Maiden yang mana Mahiru merupakan salah satunya.

Diangkat dari game RPG aksi eksentrik keluaran Spike Chunsoft, Motonaga Keitaro (Jormungand, Date A Live) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani oleh Kakihara Yuuko. Musik ditangani Kouda Masato (Konosuba, Knight’s & Magic). Kelihatannya ini akan jadi seri aksi fantasi dengan bumbu komedi romantis. Gelagatnya sejauh ini enggak bakal sampai sangat bagus, tapi sebatas menarik dan bisa dinikmati. (Apalagi dengan jumlah heroine sebanyak 12, dengan Star Children berjumlah sama.) Adaptasi ini sempat mengherankan karena game aslinya keluar di konsol PSP pada tahun 2012, tapi belakangan ternyata diumumkan akan keluar versi remastered-nya.

Dakaretai Otoko 1-i ni Odosarete Imasu. (CloverWorks)

Gelar idola tertampan telah Saijou Takuto pegang selama lima tahun. Tapi gelar itu akhirnya lepas setelah direbut oleh aktor pendatang baru Azumaya. Senyuman Azumaya pun memikat penggemar Takuto. Tenggelam dalam alkohol, keterpurukan Takuto akhirnya disaksikan orang terakhir yang ingin ia temui, yang kemudian menggunakan situasi Takuto untuk memerasnya.

Diangkat dari manga yaoi karya Sakurabi Hashigo, sayangnya enggak banyak yang bisa aku katakan tentang seri ini. Tatsuwa Naoyuki (Nisekoi) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani Narita Yoshifumi (Saint Seiya Omega). Buat kalian yang merasa asing dengan studionya, itu adalah cabang studio A-1 Pictures di Kouenji yang sebelumnya berkolaborasi bersama Trigger menangani Darling in the Franxx. Mereka berganti nama pada musim lalu dan menjadi studio independen. Mungkin bakal bagus?

Double Decker! Doug & Kirill (Sunrise)

Di negara kota Lisvalletta, kedamaian berlangsung di siang hari, tapi kejahatan dan obat-obat terlarang tersebar saat malam. Narkoba berbahaya “Anthem” telah berakar dan unit investigasi kejahatan khusus SEVEN-O ditugaskan untuk menghadapinya. Para anggota kesatuan ini bergerak berpasangan lewat apa yang disebut “Double Decker System.” Doug Billingham, penyelidik berpengalaman, dipasangkan dengan Kirill Vrubel, yang misterius.

Seri orisinil ini disebut-sebut merupakan “satu bagian” dari proyek animasi Tiger & Bunny yang baru. (Belum ada kabar tentang bagian-bagian yang lain.) Nuansa drama dan aksi bisa diharapkan darinya. Furuta Joji (Uta no Prince-sama Legend Star) yang pernah terlibat sebagai sutradara episode Tiger & Bunny, akan maju sebagai sutradara untuk seri ini. Suzuki Tomohiro (One-Punch Man, ACCA) akan kembali menangani naskah. Musiknya akan ditangani oleh Hayashi Yuki (Death Parade, Haikyu!!). Seri ini susah ditebak arah perkembangannya, tapi gelagat sejauh ini terbilang bagus.

Goblin Slayer (WHITE FOX)

Goblin adalah jenis monster rendahan yang dipandang lemah, tapi sebenarnya sangat berbahaya bila dibiarkan begitu saja. Seorang gadis pendeta muda merasakan sendiri bahaya mereka. Untungnya, ia diselamatkan Goblin Slayer, lelaki misterius yang secara obsesif telah mendedikasikan hidupnya untuk membasmi para goblin sampai punah.

Seri aksi fantasi gelap ini diangkat dari seri novel karya Kagyu Kumo dan termasuk diperuntukkan dewasa. Ozaki Takaharu (Girl’s Last Tour) akan menyutradarai. Kurata Hideyuki (Read or Die, Made in Abyss) akan menangani naskah dengan dibantu Kuroda Yousuke (Jormungand, Boku no Hero Academia). Umehara Yuichiro yang belakangan sempat sakit kelihatannya akan tetap berperan sebagai karakter utama. Ini termasuk seri yang benar-benar diperhatikan karena kualitas cerita novelnya. Pengharapan terhadap kualitasnya terbilang besar (untuk mengulang kesuksesan studionya dengan Re: Zero), dan gelagatnya sejauh ini sangat bagus.

Hinomaru Zumō (GONZO)

Hinomaru Ushio adalah murid baru berbadan kecil yang terlihat lemah di klub sumo SMA Oodachi. Tapi, meski tak cocok dengan kesan sumo sama sekali, Ushio punya keterampilan sumo yang mengejutkan semua orang. Bersama tim kecilnya, ia berupaya menggapai peringkat tertinggi, Hinoshita Kaisan.

Diangkat dari seri manga karya Kawada, setahuku ini termasuk seri olahraga yang beneran berdarah panas. Kounosuke Uda (DAYS, One Piece) akan menjadi kepala sutradara dengan Yamamoto Yasutaka (Hero Bank, Jitsu wa Watashi Wa…) tampil sebagai sutradara. Studio GONZO kelihatannya sedang bangkit musim ini. Sejauh ini kesannya apik.

Ingress (Craftar)

Lembaga penelitian CERN menemukan zat baru XM yang dapat mempengaruhi kejiwaan manusia. Penyelidik swasta Midorikawa Makoto, yang memiliki kekuatan psikometri, terseret masalah saat menyelidiki barang-barang peninggalan Sarah Coppola, peneliti XM yang terjatuh ke dalam koma. Bersama pengawal bernama Jack, Makoto kemudian terseret petualangan lintas dunia demi menguak konspirasi misterius XM yang melibatkan Sarah dan Grup Hulong.

Diangkat dari game augmented reality yang dikembangkan Niantic (perusahaan pengembang Pokemon GO), anime ini akan disertai “real time story” dalam gamenya yang akan berjalan seiring dengan penayangan animenya. Sakuragi Yuuhei (Relative Worlds) yang akan menyutradarai dengan dibantu Irikawa Yoshinari. Duo penulis yang menangani cerita Final Fantasy Type-0, Tsukishima Souki dan Tsukishima Tora, akan bekerjasama menangani naskah. Musiknya ditangani oleh Kawai Hidehiro (Phantom of the Kill). Visualnya kelihatannya akan agak berat di CG, tapi kesannya sejauh ini rapi. Kelihatannya ini bisa jadi seri sains fiksi yang seru.

Iroduku Sekai no Ashita kara. (P.A. Works)

Hitomi, gadis berusia 17 tahun yang tinggal di Nagasaki, dikirim oleh Kohaku, neneknya yang merupakan seorang penyihir hebat, kembali ke masa lampau. Di tahun 2018, Hitomi yang telah kehilangan sensasinya terhadap warna dan emosi menjadi dekat dengan Kohaku di waktu muda serta teman-teman barunya dalam berbagai aktivitas klub.

Ceritanya berlatar di dunia modern di mana sedikit sihir masih tersisa dalam keseharian. Shinohara Toshiya (Nagi no Asukara) akan menyutradarai. Kakihara Yuuko (Cells at Work!) yang akan menangani naskah. Belum jelas arah perkembangannya. Mungkin seri ini agak susah dimasuki. Tapi, ini kelihatannya bisa jadi tipikal seri drama produksi P.A. Works yang solid yang dipenuhi visual latar indah.

Karakuri Circus (Studio VOLN)

Saiga Masaru adalah murid kelas lima SD yang bercita-cita ingin jadi dalang boneka. Sesudah wafatnya Saiga Sadayoshi, ayah Masaru sekaligus pemimpin perusahaan raksasa Saiga, Masaru mewarisi kekayaan senilai 18 miliar yen. Semenjak itu, nyawa sekaligus kekayaan Masaru terancam. Tapi, muncullah dua orang asing sebagai pelindung Masaru: Katou Narumi, ahli kung fu yang mengidap penyakit Sindrom Zonapha yang misterius; dan Shirogane, wanita berambut perak yang mengendalikan boneka Arurukan.

Juga berjudul Le Cirque de Karakuri, ini diangkat dari seri manga aksi lawas karya Fujita Kazuhiro (Ushio & Tora) yang sebelumnya diserialisasikan di Weekly Shonen Sunday. Sutradara veteran Nishimura Satoshi (Ushio & Tora, Trigun) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani oleh Inoue Toshiki (Ushio & Tora, Death Note) dengan keterlibatan dari Fujita-sensei sendiri. Musiknya akan ditangani Hayashi Yuuki (Haikyuu!!). Seperti Ushio & Tora, kesannya jadul. Tapi, gelagatnya sendiri sejauh ini solid. Kalau kalian sempat suka Ushio & Tora yang tayang beberapa tahun silam, seri ini direkomendasikan.

Ms. vampire who lives in my neighborhood (Studio Gokumi, AXsiZ)

Akibat suatu kejadian aneh, Amano Akari diselamatkan oleh seorang gadis vampir bernama Sophie Twilight. Sedikit banyak, Akari mulai tertarik terhadap tetangganya yang tidak biasa tersebut.

Juga berjudul Tonari no Kyuuketsuki-san, ini diangkat dari seri manga komedi karya Amatou. Akitaya Noriaki (Bakuman, Active Raid) yang akan menyutradarai dengan dibantu Fukushima Toshiki. Takahashi Tatsuya (Beatless, Toji no Miko) yang akan menangani komposisi seri. Musiknya akan ditangani Fujisawa Yoshiaki (Love Live, Houseki no Kuni). Kelihatannya ini akan jadi seri ringan yang sederhana dan manis.

Ore ga Suki nano wa Imōto dakedo Imōto ja nai (Magia Doraglier)

Pada suatu hari, Nagami Suzuka, siswi SMP kelas tiga yang cantik, memiliki nilai bagus, sekaligus ketua Dewan Siswa, diam-diam menulis novel tentang seorang adik perempuan yang manja terhadap kakak lelakinya. Di luar dugaan, novelnya itu memenangkan penghargaan light novel. Yuu, kakak lelaki Suzuka, akhirnya terpaksa tampil sebagai pengarang demi menjaga imej sempurna adik perempuannya.

Ini “komedi romantis tentang hubungan persaudaraan yang canggung” yang juga akan mengangkat seluk-beluk seputar industri penerbitan Jepang. (Mungkin mirip Ero Manga Sensei.) Diangkat dari seri light novel karya Ebisu Seiji, Furukawa Haruyuki (Hajimete no Gal, HxH Magias Academy) akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani oleh Momose Yuiichirou (Hajimete no Gal). Studio yang memproduksinya masih baru, jadi hasilnya masih susah ditebak. Mungkin seri ini akan agak padat di fanservice. (Juga berjudul My Sister, My Writer.)

Radiant (Lerche)

Bertahun-tahun silam, Seth terinfeksi kontaminasi Nemesis, makhluk-makhluk berbahaya yang terjatuh dari langit. Karenanya, ia bercita-cita menjadi penyihir yang bisa memburu dan melawan Nemesis. Demi menemukan Radiant, negeri mistis di langit yang disebut-sebut merupakan tempat Nemesis berasal, Seth bergabung dengan sekelompok penyihir untuk mencari negeri tersebut, di bawah pengawasan Inquisition yang selalu waspada.

Diangkat dari komik Perancis karya Tony Valente, ini seri aksi petualangan yang akan tayang di saluran NHK. Sutradara handal Kishi Seiji (Angel Beats!, Persona 4 The Animation) akan menyutradarai dengan dibantu Fukuoka Daisei (Dangranropa 3: Future Arc). Naskahnya ditangani Uezu Makoto (Kuzu no Honkai, Yuuki Yuna). Musiknya akan ditangani Kouda Masato (KonoSuba). Ini mungkin bakal jadi kasus aneh. Ulasan-ulasan yang aku baca bilang komiknya lumayan generik. Siapa tahu perkembangannya menarik.

Release the Spyce (Lay-duce)

Momo adalah siswi SMA penyendiri yang tinggal di kota Sorasaki. Di sisi lain, Momo sebenarnya juga agen rahasia yang bekerja untuk agensi intelejen swasta Tsukikage. Di bawah bimbingan Yuki, gadis muda yang menjadi seniornya, beserta teman-teman mereka, mereka menjaga kedamaian kota dari pihak-pihak yang bermaksud jahat.

Tercetus dari kolaborasi antara Namori (mangaka Yuruyuri) dan Takahiro (Akame ga Kill!, Yuki Yuna) di bawah nama SORASAKI.F, ini seri orisinil bertema aksi spionase (dan mungkin shoujo ai) yang mungkin sejenis dengan Princess Principal. Desain karakternya terbilang menarik dan konsepnya kelihatan kuat. Sato Akira akan memulai debutnya sebagai sutradara di seri ini. Naskahnya akan ditangani bersama oleh Namori dan Takahiro. Mengingat bagaimana pertumbuhan studio Lay-duce banyak menemui kendala, aku termasuk yang berharap hasilnya bagus.

Run with the Wind (Production I.G.)

Hakone-Ekiden merupakan salah satu turnamen marathon relay terbesar di Jepang. Para pesertanya yang rata-rata mahasiswa melakukan perjalanan bolak-balik antara Tokyo dan Hakone, menempuh total jarak sekitar 217,9 km. Kurahara Kakeru dan Kiyose Haiji adalah dua sahabat yang sama-sama tersingkir dari olahraga yang mereka sukai. Bersama-sama, keduanya lalu mencoba membentuk tim untuk bisa turut serta dalam ajang bergengsi ini.

Seri ini diangkat dari novel Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru karya Miura Shion, pengarang novel Fune wo Amu. Meski bertema olahraga, kelihatannya ini bakal jadi seri yang lebih menjanjikan bagi penggemar drama. Nomura Kazuya (Joker Game, Robotics;Notes) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani oleh Kiyasu Kohei. Musiknya akan ditangani oleh Hayashi Yuki (DIVE!!). Ini kelihatannya bakal jadi seri drama yang kuat.

Seishun Buta Yarō wa Bunny Girl-senpai no Yume wo Minai (CloverWorks)

Rumor tentang fenomena misterius “Sindrom Pubertas” belakangan menyebar. Azusagawa Sakuta, tiba-tiba sering melihat seorang bunny girl yang sosoknya tak terlihat orang lain. Bunny girl tersebut dikenalinya sebagai Sakurajima Mai, kakak kelasnya di sekolah, yang juga seorang aktris ternama yang sedang hiatus dari dunia hiburan. Sakuta mulai bertindak untuk memecahkan misteri fenomena aneh ini, yang ternyata berhubungan dengan perasaan-perasaan yang tersembunyi.

Ini seri komedi romantis berbumbu psikologis yang diangkat dari seri light novel karya Kamoshida Hajime (Sakurasou no Pet na Kanojo) yang diilustrasikan Mizoguchi Keeji. Ini tipe seri di mana si tokoh utama nantinya bertemu berbagai heroine dan membantu permasalahan mereka. Masui Souichi (Sakura Quest, Hitsugi no Chaika) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani oleh Yokotani Masahiro (Free!, Re:Zero). Meski mungkin kurang menonjol, seri ini mungkin akan lebih bagus dari dugaan. (Juga berjudul Rascal Does Not Dream of Bunny Girl Senpai.)

Sora to Umi no Aida (TMS Entertainment)

Di masa depan kota Onomichi, Hiroshima, ikan-ikan telah menghilang dari lautan. Kementerian Perikanan membangun tangki-tangki ikan universal percobaan untuk membudidayakan ikan di luar angkasa. Serikat Perikanan Onomichi Universe kemudian didirikan untuk mendidik para nelayan angkasa luar. Lowongan untuk nelayan wanita terbuka lebar demi memenuhi undang-undang kesetaraan kerja lelaki dan perempuan. Enam orang perempuan muda kemudian terpilih untuk menjalani pelatihan menjadi nelayan-nelayan luar angkasa.

Ini diangkat dari properti intelektual keluaran ForwardWorks yang berawal dari game ponsel dan dicetuskan oleh Ouji Hiroi (waralaba Sakura Taisen). Ini seri sains fiksi orisinil dengan konsep luar biasa menarik. Visual pemandangan dan mekanikalnya sama-sama keren. Nigorikawa Atsushi (Love Tyrant) yang akan menyutradarai. Naskahnya akan ditangani veteran Yamada Takashi (Ashita no Nadja, Danchi Tomoo). Lagi-lagi, ini kelihatannya akan jadi seri berkesan yang mungkin kurang menonjol.

SSSS.Gridman (Studio Trigger)

Hibiki Yuta terbangun dalam keadaan amnesia sekaligus dengan kemampuan untuk melihat hal-hal yang tak bisa dilihat orang lain. Melalui layar komputer milik temannya, Takarada Rikka, sosok Gridman kemudian mengingatkan untuk “mengingat panggilan” yang sama sekali tak Yuta pahami. Baru sesudah seekor monster di layar komputer menyerang, Yuta terjatuh ke dunia komputer dan berubah wujud menjadi Gridman.

Diangkat dari karakter tokusatsu klasik milik Tsuburaya Pro (Ultraman), ini seri sains fiksi bermotif komputer yang melibatkan pahlawan dan monster-monster raksasa. Konsepnya mungkin gaje, tapi perkembangannya terlihat bakal seru. Amemiya Akira (Inferno Cop, Ninja Slayer) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani oleh Hasegawa Keiichi (Rage of Bahamut Genesis). Musiknya, secara mengejutkan, akan ditangani Sagisu Shiro (Shin Godzilla, Evangelion). Buat yang penasaran, SSSS. di judulnya agaknya referensi ke Superhuman Samurai Syber Squad, nama seri TV Barat yang mengadaptasi seri TV Gridman yang asli.

That Time I Got Reincarnated as a Slime (8-bit)

Mikami Satoru, pekerja lajang berusia 37 tahun, meninggal dunia dalam suatu aksi perampokan. Dirinya kemudian terlahir kembali di sebuah dunia lain sebagai semacam monster slime. Dinamai Rimuru Tempest oleh naga yang menjadi teman pertamanya, Rimuru kemudian membantu pembentukan komunitas monster dan secara tanpa sadar mengubah dunia.

Berawal dari novel Tensei Shittara Slime Datta Ken karya Fuse yang diilustrasikan Mitz Vah, ini termasuk salah satu seri isekai yang lumayan populer. Sutradaranya adalah Kikuchi Yasuhito (Infinite Stratos, Macross Frontier) dengan dibantu Nakayama Atsushi (Absolute Duo). Naskahnya akan ditangani Fudeyasu Kazuyuki (Girl’s Last Tour, Milky Holmes). Musiknya ditangani Elements Garden. Seri ini mungkin bakal punya cakupan cerita terbatas, tapi kelihatannya tetap seru.

The Girl in Twilight (Dandelion Animation Studio, Juumonji)

Di suatu kota kecil, sekelompok siswi SMA yang dipimpin Tsuchimiya Asuka yang tergabung dalam Komunitas Peneliti Radio Kristal mencoba melakukan suatu ritual. Ritual tersebut awalnya hanya legenda urban. Tapi, saat sejumlah kejadian misterius saling bersilangan, segalanya menjadi lebih dari yang mereka kira.

Juga berjudul Akanesasu Shoujo, ini proyek orisinil baru cetusan Animax yang konsepnya dicetuskan penulis skenario misteri sains fiksi ternama Uchikoshi Koutarou (Ever17, Zero Escape, Punch Line). Selain anime, juga akan ada versi game browser untuk PC dan ponsel. Tamamura Jin (Imouto Sae Ireba Ii) yang akan menyutradarai bersama Abe Yuuichi. Naskahnya ditangani oleh Yasukawa Shogo dengan diantu Yamamoto Hiroshi. Perkembangan seri ini masih susah ditebak, tapi hasilnya kayaknya enggak akan jelek. (Mungkin membahas seputar dunia paralel.) Perlu diperhatikan kalau desain karakter orisinilnya ditangani oleh mangaka lawas Katsura Masakazu (Video Girl Ai, I”s, Zetman), yang tampilan karakternya benar-benar menarik.

Tsurune: Kazemai Kōkō Kyūdō-bu (Kyoto Animation)

Narumiya Minato baru masuk SMA Kazemai. Mr Tommy dengan segera melihat bakat Minato untuk olahraga panahan kyudo dan segera mengundang Minato dan teman-teman masa kecilnya untuk masuk klub. Namun, sesudah panah Minato gagal mencapai sasaran, barulah terungkap kondisi serius yang selama ini menjangkitinya.

Ditayangkan di NHK, seri ini diangkat dari novel bertema olahraga panahan karya Ayano Kotoko. Yamamura Takuya akan memulai debutnya sebagai sutradara dengan seri ini. Yokote Michiko (Shirobako) akan menangani naskah. Musik akan dikomposisi oleh Fuuki Harumi (Piano no Mori). Ini kelihatannya akan jadi seri dengan jalinan cerita sederhana yang dibuat dengan benar-benar rapi. (Novelnya memenangkan Penghargaan Khusus Juri kategori novel untuk KyoAni Awards 2016.)

Uchi no Maid ga Uzasugiru! (Doga Kobo)

Misha adalah gadis kecil yang kehilangan ibunya di usia muda. Untuk mengurusnya, ayah Misha kemudian mempekerjakan seorang gadis pelayan bernama Tsubame, yang bukan hanya mantan perwira Self-Defense Force, tapi juga seorang lolicon!

Seri tentang maid menyebalkan ini diangkat dari manga komedi karya Nakamura Kanko. Sutradara Ohta Masahiko dan penulis naskah Aoshima Takashi (Himouto! Umaru-chan, Gabriel DropOut, Mitsudomoe) akan kembali bekerja sama untuk seri ini. Ini kayaknya jelas akan jadi seri komedi ringan yang solid.

Ulysses: Jeanne d’Arc and the Alchemist Knight (AXsiZ)

Dalam Perang Seratus Tahun antara Kerajaan Inggris melawan Kerajaan Perancis, Montmorency, putra seorang bangsawan, tenggelam dalam penelitian ilmu sihir dan alkimia. Sesudah kekalahan Perancis dalam pertempuran di Agincourt, sekolahnya dibubarkan dan Montmorency terpaksa lari. Pada saat itulah, ia menjumpai seorang gadis desa bernama Jeanne yang membawanya pada keajaiban.

Itagaki Shin (Teekyuu, Wake Up Girls Shinsho) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Kingetsu Ryunosuke (Marchen Madchen). Musiknya akan ditangani Iwasaki Taku. Seri ini diangkat dari light novel fantasi sejarah karangan Kasuga Mikage. Meski bernuansa gelap dan serius, ceritanya setahuku berat di fanservice. Juga berjudul Ulysses: Jeanne d’Arc to Renkin no Kishi. Untuk ukuran anime sejenisnya, seri ini punya kualitas produksi yang benar-benar menonjol.

Voice of Fox (Yumeta Company)

Hu Li adalah siswa SMA yang miskin tapi berbakat. Wajahnya memiliki bekas luka dari suatu kecelakaan di masa silam. Sehari-hari, dia hidup dengan mengandalkan pemasukan dari kerja paruh waktu. Di sisi lain, Kong Que adalah penyanyi idola yang tampan dan pandai menari, tapi hampir tak bisa bernyanyi. Saat suatu kerja paruh waktu di sebuah stasiun TV berakhir, keduanya bersimpangan jalan, dengan Hu berakhir sebagai penyanyi/pencipta lagu bayangan bagi Kong.

Juga berjudul Kitsune no Koe, seri drama bertema dunia pertunjukan ini akan jadi proyek perdana Yumeta (sebelumnya sempat bernama TYO Animations, sesudah bergabung bersama Hal Film Maker) setelah kepemilikannya beralih ke Graphinica. Ochi Koujin (Samurai Warriors, Detective Conan) akan menyutradarai. Narita Yoshimi (Saint Seiya Omega) akan menangani naskah. Ceritanya diangkat dari komik Hu Li Zhi Sheng karya Guang Xian Jun. Ini salah satu seri baru yang menjadi basis produksi untuk industri animasi Cina. Tak banyak yang bisa dikatakan soal kualitas animasinya, tapi ada sesuatu tentangnya yang menarik perhatian.

RErideD: Tokigoe no Derrida (Geek Toys)

Di tahun 2050, insinyur muda Derrida Yvain menjadi terkenal karena kontribusinya dalam pengembangan “Autonomous Machine DZ” di perusahaan manufaktur Rebuild yang didirikan ayahnya. Penemuan suatu cacat dalam DZ berujung pada diserangnya Derrida dan koleganya, Nathan, oleh pasukan bersenjata misterius. Penyerangan ini berakhir dengan terjatuhnya Derrida dalam mesin hibernasi yang membuatnya tertidur panjang. Sepuluh tahun kemudian, Derrida terbangun dan mendapati dunia hancur di tengah peperangan. Teringat pesan terakhir Nathan untuk menjaga putrinya, Derrida memulai perjalanan panjang.

Tambahan, ini seri orisinil sains fiksi aksi yang dicetuskan Kadokawa yang menonjol karena mengetengahkan desain karakter buatan ilustrator terkenal Yoshitoshi ABe (Haibane Renmei, Serial Experiments Lain). Satou Takuya (Steins;Gate, Selector Infected Wixoss) akan menyutradarai. Naskah akan ditangani Konuta Kenji (Servamp, Blood Lad). Sepertinya ini akan jadi seri sederhana yang seru buat yang suka.

Masih soal kolaborasi Tiongkok, Studio DEEN akan memproduksi Ken En Ken: Aoki Kagayaki. Belum ada banyak info tentang animenya. Tapi seri ini diadaptasi dari waralaba fantasi sejarah Xuan-Yuan Sword produksi Softstar Entertainment yang berawal dari RPG dan kemudian berkembang ke seri TV. Ini waralaba yang sangat terkenal dari Taiwan dan konon sebanding dengan Legend of Sword and Fairy/Chinese Paladin. Kalau jadi dibuat, mungkin hasilnya menarik.

Di samping itu, Studio DEEN kabarnya juga memproduksi Bakumatsu, yang diadaptasi dari game aksi sains fiksi Renai Bakumatsu Kareshi keluaran FuRyu. Konsepnya kudengar mengetengahkan para tokoh besar dari masa keshogunan Jepang dalam sosok pria-pria tampan. Patut diperhatikan kalau game ini mungkin akan jadi keluaran game ponsel terakhir untuk perusahaan tersebut.

Menyusul jejak komedi fantasi Last Period dua musim lalu, adaptasi anime waralaba RPG ponsel Merc Storia: Mukiryoku no Shōnen to Bin no Naka no Shōjo buatan Happy Elements juga akan tayang. Produksinya dilakukan Encourage Films, tapi belum ada keterangan detil tentang ceritanya. Ceritanya tentang anak lelaki berkekuatan penyembuh yang berusaha memulihkan ingatan temannya yang ajaib, seorang gadis bernama Merc yang terjebak dalam botol.

Studio ternama MAPPA, yang dikenal dengan kualitas produksi mereka, musim ini akan menangani seri horor Zombie Land Saga. Ceritanya tentang tujuh orang gadis yang berusaha bertahan hidup di dunia kematian penuh mayat hidup. Nuansanya lumayan gelap. Tapi, sekali lagi, rincian lebih jauh tentang ceritanya belum ada.

J.C. Staff kabarnya akan memproduksi adaptasi game ponsel milik Square Enix, Han-Gyaku-Sei Million Arthur, tapi lagi-lagi, info tentangnya belum banyak.

Juga kudengar akan ada seri anak-anak baru Bakutsuri Bar Hunter dari kolaborasi Bandai dan Shogakukan yang berfokus tentang memancing.

Berlanjut ke seri-seri sekuel yang akan tayang:

  • Sword Art Online: Alicization (season 3); yang SUDAH LAMA DITUNGGU para penggemar SAO. A-1 Pictures akan kembali memproduksi, tapi sutradaranya kali ini adalah Ono Manabu (Saki, Asterisk War). Sekedar catatan, dalam versi web novel aslinya, bagian cerita ini menjadi puncak sekaligus penutup dari keseluruhan cerita SAO. Durasinya sangat panjang dan perkembangannya agak lambat. Sudah dikonfirmasi kalau seri ini akan tayang selama empat cour (setahun penuh!). Ceritanya tentang terancamnya nyawa Kirito setelah ia terlibat pengembangan AI untuk kepentingan militer. Perasaanku soal arc ini agak campur aduk, jadi lebih baik aku enggak terlalu berkomentar. (LN-nya sendiri kembali lanjut tahun ini dengan dimulainya arc baru Unital Ring yang masih sangat misterius.)
  • JoJo’s Bizarre Adventure: Golden Wind; bagian keenam dari perjuangan panjang keluarga Joestar. Ceritanya kali ini berlatar di Italia dan mengetengahkan Giorno Giovanni beserta para sekutunya yang terlibat persaingan dalam grup mafia Passione yang memanfaatkan kekuatan Stand. David Production akan kembali menangani.
  • Beatless Final Stage; empat episode terakhir dari seri sains fiksi Beatless. Produksinya mengalami banyak kendala. Tapi aku dengar perkembangan ke sininya lumayan keren. Diomedea masih memproduksi.
  • Fist of the Blue Sky Regenesis (season 2); paruh kedua adaptasi dari kelanjutan bagian cerita baru di manganya. Kudengar akan menampilkan akhir hayat ahli bela diri Kasumi Kenshiro. Polygon Pictures yang menangani.
  • Fairy Tail (season 3); kudengar akan mengadaptasi bagian terakhir dari seri manganya, menutup (untuk sementara) petualangan Natsu, Lucy, dkk.
  • A Certain Magical Index III; yang SUDAH SANGAT LAMA DITUNGGU para penggemar Index. Rumornya, season kali ini akan mengadaptasi keseluruhan sisa cerita di seri novel aslinya, yang berarti menampilkan puncak perang kubu sains dan sihir.
  • Seri pengadilan dramatis Ace Attorney (season 2).
  • Seri horor aksi Tokyo Ghoul:re (season 2); tapi belum jelas cakupan ceritanya akan bagaimana, apalagi mengingat bagaimana manga aslinya belum lama ini berakhir.
  • Seri bisbol dan keuangan orang dewasa Gurazeni (season 2).
  • Seri petualangan harta karun bersejarah Golden Kamuy (season 2).
  • Seri sepakbola Inazuma Eleven: Orion no Kokuin (season 3), yang kali ini akan mengetengahkan tim gabungan yang terdiri atas pemain dari berbagai generasi tim Inazuma, kali ini berhadapan dengan tim-tim dunia.
  • Seri fanservice ninja Senran Kagura Shinovi Master (season 2) yang akan mengangkat bagian cerita Tokyo Yoma.

Berlanjut ke seri-seri pendek.

  • Space Battleship Tiramisu (season 2); kelanjutan berbagai kekonyolan perang mecha di luar angkasa.
  • Jingai-san no Yome; seri keseharian tentang seorang cowok SMA yang dinikahkan dengan semacam makhluk misterius berbulu lebat.
  • Okoshiyasu, Chitose-chan; tentang keseharian penguin bernama Chitose dalam menikmati berbagai pemandangan dan makanan di kota Kyoto.
  • Hora, Mimi ga Mieteru yo!; tentang seorang mangaka yatim piatu yang pada suatu hari bertemu seorang cowok bertelinga kucing yang mengubah kesehariannya.
  • Gaikotsu Shotenin Honda-san; tentang makhluk tengkorak yang bekerja di toko buku.
  • I’m glad I could keep running; tentang seorang pria yang terkesima dengan dunia pengisi suara di anime.
  • Devidol; tentang sepasang gadis iblis yang berjuang menempuh jalan karir idol yang penuh kesukaran.
  • Tambahan, Sono Toki, Kanojo wa; tentang cinta yang empat perempuan temukan pada titik-titik kehidupan berbeda. Mangaka Kubonouchi Eisaku terlibat dalam desain karakternya. Ini termasuk seri yang menarik perhatianku.

Sebagai tambahan, aku juga dengar seri adaptasi ringan Idolm@ster SideM Wake Atte Mini! dan Gakuen Basara (dari waralaba Sengoku Basara) akan dibuat.

Soal film-film layar lebar:

  • FLCL Progressive yang merupakan film kompilasi dari seri TV-nya. (Aku masih belum mengerti apa-apa tentang seri ini.)
  • Natsume Yūjin-Chō: Utsusemi ni Musubu; akan mengetengahkan cerita orisinil untuk seri drama yokai ini. Shuka akan memproduksi.
  • Monster Strike The Movie: Sora no Kanata; yang mengetengahkan akan terjatuhnya bagian lama kota Tokyo dari langit.
  • Usuzumizakura – Garo –; yang merupakan sekuel dari seri TV Garo: Crimson Moon yang berlatar di zaman Heian. (Yang sangat diharapkan dapat memperbaiki reputasi seri TV-nya.) Studio M2 dan Studio VOLN akan berkolaborasi dalam memproduksi.
  • Magical Girl Lyrical Nanoha Detonation; kelanjutan langsung dari film layar lebar Reflection, yang membahas lebih jauh tragedi reklamasi planet Eltoria serta sejarah antara Iris dan Yuri.
  • Haikara-san ga Tooru Part 2; bagian kedua dari drama romantis sejarah Haikara-san, di mana ceritanya menjadi lebih serius.
  • Peacemaker Kurogane: Friend atau juga berjudul Peacemaker Kurogane: Yumei; kelanjutan langsung dari film layar lebar Belief/Omou-michi. WHITE FOX akan memproduksi.
  • Dragon Ball Super: Broly; yang akan menempatkan kemunculan Super Saiyan legendaris (sekaligus karakter populer) Broly dalam cerita secara canon.
  • Youkai Watch: Forever Friends; yang mencolok karena berlatar di masa lalu tahun 1960an.

Berlanjut ke soal OVA:

  • Mobile Suit Gundam Narrative akan tayang episode pertamanya. Berlatar di tahun UC 0097, seri ini menjadi semi-sekuel dari seri Gundam Unicorn dan akan mengetengahkan perburuan terhadap unit RX-0 Unicorn 03 Phenex yang dikabarkan hilang. Insiden ini kayaknya sekaligus akan menyatukan kembali tiga sahabat masa kecil. Konsep aslinya masih digagas oleh Fukui Harutoshi, novelis Gundam Unicorn. Seri ini juga dipandang penting karena akan membawa penggemar modern memasuki era Crossbone Vanguard di linimasa Universal Century.
  • Seri aksi supernatural klasik Yu Yu Hakusho akan mendapat OVA baru. Pierrot akan kembali memproduksi. Tapi belum banyak diketahui soal ceritanya. Keempat karakter utama dikabarkan akan tampil kembali.
  • Re: Zero – Memory Snow; berlatar di pertengahan seri TV-nya, sesudah arc Ini cerita ringan yang berdiri sendiri.
  • Yarichin Bitchbu; seri yaoi tentang para kakak kelas yang tampan dan tak biasa dalam suatu klub fotografi sekolah.

Tambahan, Zoku Owarimonogatari, yang menjadi adaptasi dari bab “terakhir” dari seri Monogatari karya Nisio Isin, juga akan tayang November nanti.

Tambahan lagi, seri boneka aksi fantasi yang benar-benar keren Thunderbolt Fantasy (season 2) juga akan tayang. Urobuchi Gen masih menangani naskah, dengan Sawano Hiroyuki masih berkolaborasi dengan Nishikawa Takanori untuk musik. Ceritanya sepertinya akan membahas orang-orang yang mengejar Shou Fu Kan.

Akan ditambahkan kalau ada kabar-kabar lagi.

(Sumber dari ANN dan Wikipedia.)

Durarara!! x2 Ketsu

Sekitar awal tahun 2018, aku beresin Durarara!! x2 Ketsu (‘ketsu’ di sini kira-kira berarti ‘penyelesaian’).

Aku telat menyadari ini, tapi penayangan Durarara!! x2 membuat seri ini termasuk LN yang hampir seluruh cerita novelnya tuntas diangkat ke bentuk anime. Enggak banyak (sangat sedikit?) LN yang kayak gitu. Ceritanya memang langsung lanjut ke seri sekuel, Durarara!! SH sih. Tapi, itu cerita lain. Di samping itu, trilogi x2 ini kayaknya memang dibuat buat mempromosikan sekuel tersebut.

Sekali lagi, Durarara!! (atau DRRR!!) diangkat dari seri light novel karangan Narita Ryohgo (Baccano!, Fate/strange fake). Ilustrasinya dikerjakan Yasuda Suzuhito (Yozakura Quartet). Penerbitannya dilakukan dari tahun 2004 oleh ASCII Media Works (di bawah Square Enix) dan tamat semenjak Januari 2014. Jumlah totalnya 13 buku.

Ketsu adalah bagian ketiga sekaligus terakhir dari trilogi x2. Trilogi ini adalah kelanjutan anime Durarara!! pertama yang diproduksi Brain’s Base di tahun 2010. Meski studio produksinya beda, hampir seluruh stafnya sama. Karena sudah ngikutin Shou (yang pertama), kemudian Ten (yang kedua), rasanya sayang kalau aku enggak beresin Ketsu. Tanggung. Apalagi jumlah episodenya enggak banyak, cuma 12.

Total keseluruhan episode Durarara!!x2 bersama Shou dan Ten adalah 36, ditambah 3 episode OVA yang berdiri sendiri. Ditambah lagi lagi, intrik ceritanya benar-benar saling berhubungan. Sehingga sayang banget solusi semua keruwetan ini enggak aku tuntasin.

Sedikit catatan soal situasi pribadi aku, Ketsu mengudara pada Januari 2016, persis setahun sesudah Shou. Aku sibuk pada masa-masa itu. Tanpa terasa, beberapa tahun sudah berlalu semenjak terakhir aku menonton. Karena lagi senggang (waktu itu), aku sekalian berusaha beresin hal-hal yang belum tuntas sebelum aku nikah. Salah satunya ya, termasuk nonton ini.

Sekali lagi, komposisi stafnya sendiri masih sama dengan yang sebelumnya. Diproduksi studio animasi Shuka, sutradaranya Omori Takahiro, komposisi serinya dibuat Takagi Noboru, musik ditangani Yoshimori Makoto. Enggak banyak yang bisa selain itu.

Meski demikian… iya sih, secara menyeluruh, memang terasa ada yang beda pada feel-nya.

Dunia Fiksi Jadi Taman Bermain…

Isi cerita yang diangkat dari novel karya Narita-sensei, kayak biasa, agak susah dirangkum. Ada banyak sekali jalinan cerita yang saling berhubungan. Tapi, dalam Ketsu, poin-poin terpenting yang terjadi menurutku adalah:

  • Bagaimana kepala dullahan Celty Sturluson (yang sempat ketemu, tapi kemudian hilang lagi) mau dikembalikan ke badannya oleh suatu pihak misterius.
  • Bagaimana Saika, pedang katana mistis yang bisa membuat korban-korbannya “jatuh cinta,” tahu-tahu “berkembang biak” dan bertambah jumlah penggunanya.
  • Bagaimana geng Dollars, yang menimbulkan kehebohan beberapa waktu sebelumnya karena konflik dengan geng motor, hendak dihancurkan oleh pendirinya sendiri.

Cerita Ketsu benar-benar jadi puncak seluruh cerita Durarara!! sejauh ini. Karena saking banyaknya yang terjadi, memang kadang susah mengikuti semuanya.

Celty datang jauh-jauh ke Jepang untuk mencari kepalanya yang hilang. Celty menelusuri jejak kepalanya sampai ke Ikebukuro. Tapi, dengan pencarian yang semula berakhir buntu, Celty akhirnya malah jadi membangun kehidupannya sendiri sebagai pengantar barang berkekuatan supernatural untuk orang-orang dunia hitam. Celty bahkan menemukan cinta bersama dokter bawah tanah muda bernama Kishitani Shinra.

Shinra semenjak kecil lalu jatuh cinta pada Celty. (Sekalipun kenyataannya Celty tak punya kepala dan jelas bukan manusia.) Bagaimana ini bisa terjadi? Karena Shinra merupakan anak orang yang bertanggung jawab atas hilangnya kepala tersebut.

Shinra adalah anak dari Kishitani Shingen, ilmuwan agak gila yang tertarik atas kepala Celty dan fenomena-fenomena supernatural lain. Bertahun-tahun silam, Shingen memutus ikatan supernatural antara Celty dan kepalanya dengan sebilah pedang kuno bernama Saika.

Saika, yang kita tahu dimiliki siswa SMA Sonohara Anri, adalah pedang katana berkekuatan ajaib yang bersemayam dalam tubuh pemiliknya. Siapapun yang tertebas Saika akan “jatuh cinta” kepada siapa yang menebas. Siapa yang ditebas akan jadi punya Saika lain di dalam tubuh mereka juga.

Dibeberkan bahwa Saika yang dipakai memotong kepala Celty ini lalu dijual Shingen seorang kenalannya, yang merupakan pedagang barang antik. Anri ternyata adalah putri mendiang pedagang ini, yang kemudian jadi punya pedang tersebut sesudah kedua ortunya wafat.

Sebagai akibat berbagai kekacauan yang terjadi di Ikebukuro (yang dipicu, tapi tidak diperkeruh, oleh informan/orang-di-balik-layar Orihara Izaya). Celty akhirnya mengetahui bagaimana Shinra selama ini ternyata merahasiakan lokasi kepalanya yang hilang. Shinra menyembunyikan ini karena khawatir Celty akan pergi bila memperoleh kepalanya lagi. Jadi, di tengah maraknya peredaran obat terlarang, perseturuan geng-geng jalanan, insiden tabrak lari, serangan terhadap markas yakuza, merebaknya zombie Saika, kemunculan pembunuh-pembunuh dari Russia, dsb., akhirnya terjadilah perpecahan antara pasangan kekasih Celty dan Shinra.

Puncak semuanya adalah… yah, saat Celty dan kepalanya akhirnya bersatu lagi.

Itu juga jadi saat ketika pihak-pihak yang selama ini berseteru akhirnya saling berhadapan untuk menuntaskan konflik mereka.

Rasa Bersalah yang Menjadi Tuhan Kamu

Bicara soal teknis, kualitas Ketsu enggak beda jauh dengan dua pendahulunya. Baik visual maupun audionya sama-sama solid. Entah kenapa, enggak sampai sempat bikin wow kayak di season pertamanya, tapi itu dimaklumi karena struktur ceritanya yang emang enggak biasa.

Ceritanya sangat terkesan episodik gitu. Awalnya, kurang kerasa adanya kesinambungan antara satu episode dengan episode lain. Makanya, trilogi ini terus terang mungkin agak susah diikuti oleh kebanyakan penggemar awam.

Mungkin karena itu pula, secara teknis, seri ini jadi punya kesan benar-benar “rapi.” Staf pembuatnya seperti berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan konyol gitu. Ada sejumlah adegan yang kerasa kayak bisa mereka bikin lebih keren asalkan mereka mau, tapi mereka berakhir enggak melakukannya. Enggak sampai ‘jelek.’ Sekedar ‘menarik’, tapi enggak sampai ‘wah’. (Ini paling kerasa dari penataan musiknya sih; yang di anime pertama terasa sangat cocok, tapi di trilogi ini hanya sekedar masuk saja.)

Fokusnya pada karakter juga membuat latar lokal Ikebukuro jadi kurang tertonjolkan. Ini masih terasa kayak latar yang sama, tapi kita jadi banyak dibawa ke sudut-sudut gelapnya yang kita enggak yakin persisnya di mana. Tapi, itu juga masih sejalan dengan ceritanya yang lebih berat sih.

Meski begitu, kesan tanggung itu sepenuhnya berakhir di episode terakhirnya. Episode terakhir Ketsu itu seriusan keren dan memuaskan. Aku beneran terkesan dengan bagaimana semua jalinan plot utama berhasil dibereskan. Si bartender berkekuatan super Heiwajima Shizuo akhirnya melakukan duel mautnya dengan Izaya, dan aksinya beneran keren. Lalu Ryuugamine Mikado juga menyelesaikan konflik pribadinya dengan dukungan teman-teman dekatnya, dan resolusinya pun muasin.

Dunia Fiksi yang Sama Pentingnya Dengan Kenyataan

Salah satu hal paling berkesan di x2 adalah bagaimana tokoh antagonis yang paling ditonjolkan di sepanjang trilogi, Kujiragi Kasane, sekretaris yang bekerja untuk sosok Yodogiri Jinnai yang sangat misterius, ternyata bukanlah tokoh antagonis utama dari seri ini. Tokoh antagonis utamanya itu seseorang yang lain. Seorang tokoh lama, malah.

Bagaimana semua perkiraan itu dibelokkan menjelang akhir cerita itu beneran keren. Apalagi, saat dibeberkan indikasi tentang asal usul Kasane yang ternyata masihberhubungan dengan seorang karakter lain.

Akhir kata, aku lumayan tak menyesal mengikuti trilogi x2. Tapi, ada kesan sangat kuat kalau mengikuti seri novelnya akan jauh lebih memuaskan. Memang agak disayangkan karena x2 tak semulus anime Durarara!! pertama; atau bahkan Baccano!. Tapi, akhir ceritanya—episode terakhirnya banget—yang memuaskan  seakan menutupi hal ini.

Daripada pelajaran atau pesan moral, cerita Durarara!! secara menyeluruh buatku lebih terasa seperti semacam cerita peringatan. Kayak, apapun yang kau lakukan, sesombong apapun kau tentangnya, ujung-ujungnya nanti pasti ada konsekuensi yang kau terima. Lalu, konsekuensi itu bakal muncul dengan cara-cara rumit dan enggak disangka. Di samping itu, konsekuensi itu mungkin hanya disadari orang-orang bersangkutan dan tak diketahui orang lain.

Lumayan cocok dengan zaman sekarang?

Yah, jaga diri, guys.

Penilaian

Konsep: A-; Visual: B+; Audio: B+; Perkembangan: B+; Eksekusi: B+ ; Kepuasan Akhir: A-